"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Bisnis  

Keuntungan Dapur MBG Rp 1,8 M Tahunan? Diungkap Setelah Bos Tembakau Renovasi Rumah Warga

Aksi Haji Her: Bedah Rumah Warga Miskin dari Keuntungan Dapur MBG

Aksi Haji Her, seorang bos tembakau di Madura, menjadi sorotan setelah ia memutuskan untuk melakukan bedah rumah bagi warga miskin di Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Proyek ini dibiayai sepenuhnya dari keuntungan yang diperoleh dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) miliknya.

Haji Her menjelaskan bahwa meskipun SPPG miliknya baru beroperasi selama sebulan, namun sudah mendapatkan keuntungan. Dari hasil tersebut, ia memutuskan untuk memberikan bantuan dalam bentuk renovasi rumah kepada warga sekitar. Ia menyatakan bahwa tujuan utamanya adalah untuk menunjukkan bagaimana program MBG bisa digunakan sebagai alat sosial yang bermanfaat.

“Memang kita baru jalan sebulan. Dari keuntungan MBG ini saya pakai untuk bedah rumah,” ujarnya saat diwawancara.

Berapa Keuntungan dari Dapur MBG?

Pertanyaan mengenai besaran keuntungan dari dapur MBG menjadi perhatian publik. Beberapa waktu lalu, Badan Gizi Nasional (BGN) merespons narasi yang menyebutkan bahwa Mitra SPPG memperoleh keuntungan bersih hingga Rp1,8 miliar per tahun. Wakil Kepala BGN Bidang Operasional, Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa angka tersebut tidak benar dan merupakan asumsi fiktif yang tidak berdasar.

Menurut Sony, angka Rp1,8 miliar bukanlah keuntungan bersih, melainkan pendapatan kotor maksimal. Perhitungannya adalah Rp6.000.000 x 313 hari operasional (Minggu libur) sama dengan Rp1.878.000.000 per tahun. Dalam perhitungan ini, biaya investasi, operasional, pemeliharaan, depresiasi, dan risiko usaha lainnya belum dikurangi.

Selain itu, mitra harus membangun SPPG sesuai dengan Juknis 401.1 Tahun 2026 yang menetapkan standar teknis sangat ketat. Investasi awal yang harus dikeluarkan oleh mitra berkisar antara Rp2,5 miliar hingga Rp6 miliar, tergantung harga lahan dan lokasi. Jika terjadi pelanggaran standar, misalnya alur dapur berpotensi menyebabkan cross contamination, atau terjadi penolakan permanen dari masyarakat sekitar, seluruh biaya bongkar, bangun ulang, dan pemindahan ditanggung 100 persen oleh mitra.

Aksi Haji Her di Desa Pangeleyan

Melalui timnya di Bawang Merah Center (BMC), Haji Her mendapatkan data orang tidak mampu di desa tersebut, yang nanti rumahnya akan direnovasi. Menurut dia, tim BMC melakukan kroscek lapangan untuk memastikan penerima tepat sasaran.

“Hari ini peletakan batu pertama untuk bedah rumah di Bangkalan,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa dana pembangunan bedah rumah murni dari hasil dari dapur MBG miliknya yang sudah beroperasi selama sebulan. Bahkan, Haji Her mengaku, tak mengambil keuntungan sepeserpun dari program MBG tersebut.

“Hasilnya saya buat bedah rumah agar bisa ditiru oleh dapur lain. Program MBG yang diberikan pemerintah jangan disalahgunakan hanya semata-mata mengambil keuntungan pribadi,” ucapnya.

Rencananya, Haji Her akan membangun atau merenovasi satu rumah tiap bulan untuk masyarakat Bangkalan. Dana pembangunan itu akan diambil dari keuntungan dari dapur MBG atau SPPG miliknya setiap bulan.

“Semua hasil MBG, tiap bulan satu rumah. Sepeserpun saya tidak ambil,” ujar pria asal Pamekasan itu.

Tanggapan dari Kepala Desa

Kepala Desa Pangeleyan, Zaiqulhak Alfarizi, mengaku bersyukur warganya bisa mendapatkan bantuan bedah rumah. Ia juga bersyukur dapur MBG milik Haji Her memberikan banyak manfaat untuk warga desanya.

“Alhamdulillah setelah kemarin bagi-bagi uang untuk siswa, kali ini memberikan bantuan bedah rumah untuk warga kami yang kurang mampu. Terima kasih banyak,” kata Alfarizi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *