"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Melalui Proyek IQRO’, Kahf Ajak Lebih Banyak Orang Kembali Membaca Al-Qur’an!

Inisiatif IQRO’ Reimagined Project untuk Membawa Literasi Al-Qur’an ke Era Baru

Kahf, sebuah inisiatif yang berkomitmen pada penguatan literasi Al-Qur’an di Indonesia, kini meluncurkan proyek baru bernama IQRO’ Reimagined Project. Proyek ini bertujuan untuk menyegarkan tampilan buku IQRO’ agar lebih sesuai dengan perkembangan zaman dan memenuhi kebutuhan generasi masa kini.

Pengembangan literasi membaca Al-Qur’an di Indonesia menunjukkan tren positif. Berdasarkan survei nasional dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI pada 2023, indeks literasi Al-Qur’an nasional mencapai 66,04, yang termasuk dalam kategori tinggi. Meskipun demikian, masih ada tantangan yang perlu diperhatikan, terutama dalam hal kelancaran membaca dan penerapan kaidah tajwid yang tepat.

Tantangan ini tidak hanya dialami oleh anak-anak yang sedang belajar mengaji, tetapi juga oleh orang dewasa yang ingin memperbaiki bacaan mereka. Dari kondisi ini, Kahf bekerja sama dengan Parastudio untuk menghadirkan IQRO’ Reimagined Project. Proyek ini tidak mengubah metode pembelajaran asli, tetapi memberikan sentuhan visual baru agar lebih relevan dengan konteks saat ini.

Penyegaran Visual dari Metode Legendaris IQRO’

Bagi yang pernah belajar mengaji, mungkin sudah familiar dengan buku IQRO’. Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh K. H. As’ad Humam pada era 1980-an dan sejak itu menjadi salah satu metode paling populer untuk belajar membaca Al-Qur’an di Indonesia.

Lewat IQRO’ Reimagined Project, pendekatan yang dilakukan adalah penyegaran visual tanpa mengubah sistem pembelajaran. Proyek ini diperkenalkan kepada publik dalam acara Illustrated Ramadan Jakarta 2026 yang berlangsung di ASHTA District 8.

Menurut perwakilan Kahf, banyak orang dewasa yang ingin kembali belajar mengaji, tetapi sering merasa ragu atau takut karena harus mulai dari dasar lagi. Dengan tampilan yang lebih kontekstual dan approachable, proyek ini diharapkan bisa menjadi ajakan untuk memulai kembali perjalanan membaca Al-Qur’an.

Pendekatan Desain yang Lebih Kontemporer, Tetap Tradisional, dan Ada Sentuhan Modern

Dalam proses reimagining ini, elemen penting dari buku IQRO’ tetap dipertahankan. Tulisan khas tangan asli tetap digunakan sebagai elemen visual utama agar nilai historis dan autentisitasnya tetap terjaga. Versi terbaru ini juga mengacu pada format IQRO’ Klasikal, yaitu versi akselerasi dari jilid 1 sampai 6 yang dirancang lebih ringkas dan padat. Dengan begitu, pembelajaran bisa terasa lebih praktis tanpa kehilangan struktur aslinya.

Proyek ini digarap melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk pendampingan materi dari IQRO’ Center serta tim riset Balai Litbang LPTQ Nasional Team Tadarus “AMM” Yogyakarta. Salah satu hal yang membuat proyek ini menarik adalah pendekatan desainnya. IQRO’ Reimagined menggunakan format zine, eksplorasi tipografi yang lebih dinamis, serta tata letak yang fleksibel. Namun, struktur dasar pembelajaran seperti pengenalan huruf hijaiyah, sistem klasikal, dan kaidah bacaan tetap dipertahankan sesuai metode orisinal.

Pendekatan desain ini mencoba memadukan dua hal sekaligus, yaitu modernisasi visual IQRO’, dan pelestarian identitas historisnya. Dengan kata lain, buku ini tidak hanya dilihat sebagai media belajar anak-anak, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat bagi siapa pun yang ingin memperbaiki bacaan Al-Qur’an.

Misi Literasi Al-Qur’an hingga Level Global

Sebagai bagian dari gerakan Ramadan bertajuk ‘Bener Bareng’, Kahf juga membawa IQRO’ Reimagined Project ke ruang publik dan komunitas. Tujuannya adalah memperluas semangat literasi Al-Qur’an lintas generasi. Nggak hanya di Indonesia, inisiatif ini juga direncanakan hadir secara global melalui aktivasi komunitas Muslim di berbagai kota dunia, mulai dari Mekkah dan Madinah, hingga London, New York, dan Chiba.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang untuk menghadirkan literasi Al-Qur’an yang lebih inklusif, kontekstual, dan relevan dengan generasi masa kini. Pada akhirnya, IQRO’ Reimagined Project bukan sekadar soal desain baru. Lebih dari itu, proyek ini menjadi pengingat bahwa belajar membaca Al-Qur’an adalah perjalanan yang bisa dimulai kapan saja tanpa batas usia!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *