"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Kunjungi NPCI Sumsel, TikToker Kingubay Minta Maaf Atas Konten Parodi Disabilitas

Permintaan Maaf Tiktoker Kingubayy atas Konten yang Menyinggung Disabilitas

Tiktoker yang dikenal dengan nama Kingubayy, bernama asli Bayu Rizani Akbar, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada komunitas disabilitas. Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung di kantor National Paralympic Committee Indonesia Provinsi Sumatera Selatan di Opi, Jakabaring. Hal ini dilakukan setelah konten yang dibuat sebelumnya menimbulkan reaksi dari masyarakat, terutama dari kalangan disabilitas yang merasa tersinggung.

Bayu Rizani Akbar menjelaskan bahwa konten yang dibuat sebelumnya telah menimbulkan ketersinggungan, khususnya bagi penyandang disabilitas. Ia mengakui bahwa dirinya bersama tim yang terlibat dalam pembuatan konten menyadari adanya kesalahan yang tidak sengaja menyakiti hati pihak lain. Dalam pernyataannya melalui akun TikTok @npcisumsel, ia menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya.

“Di sini saya, Bayu Rizani Akbar, serta teman-teman yang terlibat dalam konten yang sempat viral, kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya,” ujar Bayu.

Ia juga menegaskan bahwa ke depannya akan lebih berhati-hati dalam membuat konten agar tidak menyinggung pihak mana pun, khususnya kelompok rentan seperti penyandang disabilitas. “Ke depannya kami akan berusaha menjadi lebih baik dan lebih teliti dalam membuat konten yang tidak menyakiti hati disabiliti atau orang lain,” katanya.

Selain itu, Bayu juga mengungkapkan rencana untuk terlibat dalam kegiatan positif, termasuk kemungkinan membentuk organisasi atau mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan disabilitas sebagai bentuk tanggung jawab sosial. “Kedepannya akan ada rencana untuk menjadi organisasi atau kegiatan disabilitas,” tutupnya.

Pihak NPCI Sumatera Selatan menerima permohonan maaf tersebut secara terbuka. Permasalahan ini disepakati untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Momentum bulan suci Ramadan menjelang Idulfitri turut menjadi pengingat bagi semua pihak untuk saling memaafkan, mempererat kebersamaan, serta menjaga rasa hormat terhadap sesama.

NPCI Sumsel juga mengimbau masyarakat, khususnya para kreator konten, untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam berkarya di ruang digital, serta turut membangun lingkungan yang inklusif dan menghargai keberagaman.

Sebelumnya, polisi sudah memanggil masing-masing pihak terkait konten yang viral di media sosial tersebut. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan bahwa laporan itu telah diterima dan akan ditindaklanjuti. “Laporan polisi yang sudah dilaporkan di Subdit Siber Ditreskrimsus akan ditindaklanjuti secara profesional dan prosedural,” ujar Nandang.

Dalam pertemuan itu, pihaknya memanggil komunitas penyandang disabilitas serta masing-masing empat orang yang membuat video parodi. Pengunggah bersama rekan-rekannya menyampaikan permohonan maaf dalam pertemuan tersebut. Meskipun begitu, proses laporan tetap dilanjutkan sesuai dengan prosedur. “Dari semua pihak komunitas sangat tidak terima terkait konten yang diunggah karena menghina para kelompok rentan. Lalu, ada juga penyampaian permohonan maaf dari keempat orang konten kreator. Betul, prosesnya tetap dilanjutkan,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya tetap membuka pilihan bila kedua belah pihak memilih untuk berdamai di kemudian hari. Terhadap pemilik akun yang membuat video parodi juga diberikan teguran dan edukasi agar kejadian yang sama tidak terulang.

“Apabila di kemudian hari dari masing-masing pihak ada kesepakatan untuk perdamaian, silakan dikomunikasikan. Memberikan edukasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tutupnya.

Permintaan Maaf Lebih Lanjut dari Kingubayy

Sementara itu, lewat unggahan TikTok miliknya, Ubay menyampaikan permohonan maafnya. “Saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus terkait konten TikTok yang kami unggah kemarin, dan kami menyadari dari kata-kata dan tindakan yang kami buat itu merasa tidak nyaman ataupun tersinggung kami meminta maaf dan saya ingin menegaskan bahwa tidak ada sama sekali niatan kami untuk menjatuhkan atau menghina dari pihak mana pun. Hal ini murni menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk lebih bijak lagi dan untuk lebih berhati-hati dalam pembuatan konten, saya minta maaf sebesar-besarnya atas konten saya dan teman-teman saya,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *