Komunitas Rubik Pontianak: Dari Hobi Pribadi ke Wadah Berkumpul dan Berbagi
Komunitas pecinta rubik di Kota Pontianak yang berdiri sejak 2016 masih aktif hingga kini dengan berbagai kegiatan rutin yang menjadi wadah berkumpul dan berbagi untuk para penggiat rubik. Komunitas ini tidak hanya menjadi tempat bagi para pemain rubik, tetapi juga sebagai ruang untuk belajar dan mengembangkan bakat.
Founder sekaligus Ketua Komunitas Rubik Pontianak, Dandy Meyrizal, menceritakan bahwa komunitas ini berdiri pada 4 September 2016. Awalnya, ia memiliki hobi rubik sejak kelas 6 SD (2010). Namun, ketertarikan itu berkembang menjadi sebuah komunitas saat ia duduk di kelas 2 SMA (2016), ketika ia menemukan beberapa teman sekolah yang memiliki antusias terhadap permainan rubik.
“Awalnya saya hobi rubik ini hanya sekedar hobi pribadi saja sejak kelas 6 SD (2010). Kemudian awal dibentuknya komunitas ini ketika saya duduk di kelas 2 SMA (2016), waktu itu saya punya beberapa teman sekolah yang sama-sama punya antusias terhadap permainan rubik,” ujar Dandy.
Komunitas ini terbentuk dari pertemanan di media sosial yang akhirnya berlanjut menjadi pertemuan langsung. Gathering pertama mereka digelar pada 11 Desember 2016 dan dihadiri sembilan anggota. Tujuan utama dari pembentukan komunitas ini adalah sebagai wadah dan tempat untuk orang-orang yang menggiati hobi rubik maupun yang ingin belajar rubik agar dapat berkumpul dan menyalurkan hobi rubik ini bersama-sama.
Komunitas ini rutin mengadakan gathering yang diisi dengan berbagai kegiatan seperti bermain, latihan bersama, hingga berbagi ilmu. Kegiatan tersebut terbuka untuk umum termasuk bagi pemula yang ingin belajar rubik.
Namun, Dandy mengakui minat masyarakat terhadap rubik di Pontianak masih tergolong rendah. Saat ini, anggota aktif komunitas hanya sekitar 15 orang meskipun grup WhatsApp mereka memiliki sekitar 100 anggota dari berbagai daerah. “Jika membicarakan minat masyarakat terhadap rubik, sejujurnya cukup minim peminatnya. Untuk keanggotaan yang bergabung dengan komunitas lebih banyak pelajar dari kalangan anak sekolah dan anak kuliah,” ungkapnya.
Meski begitu, komunitas ini telah beberapa kali menggelar kompetisi, yakni pada 2018, 2019, dan dua kali di 2024. Selain itu, mereka juga kerap mendapat perhatian dari berbagai media. “Dan untuk pencapaian yang cukup membanggakan bagi komunitas kami adalah seringnya diajak untuk liputan atau wawancara dari media-media seperti TVRI, PonTV, Tribun Pontianak, Pontianak Post, RRI, dan lain sebagainya,” tambahnya.
Dandy menyebut, tantangan terbesar yang dihadapi komunitas ini adalah menjaga keaktifan anggota. Banyak anggota lama yang mulai tidak aktif karena kesibukan sementara minat anggota baru masih rendah. Menurutnya salah satu penyebab utamanya karena anak muda zaman sekarang banyak yang lebih memilih bermain gadget daripada menggiati hobi yang lebih konvensional.
Akan tetapi, ia berharap komunitas ini tetap bertahan dan semakin dikenal luas oleh masyarakat. “Dengan ini saya turut mengajak kepada siapapun penggiat hobi rubik, ataupun yang sekedar ingin belajar rubik, bisa banget gabung bersama Komunitas Rubik Pontianak,” tuturnya.
Ia menambahkan, masyarakat yang ingin bergabung cukup menghubungi akun Instagram @rubikpontianak untuk kemudian diarahkan masuk ke grup dan mengikuti kegiatan gathering.











