"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Polwan Hibur Siswa SMP Sains Tahfizh Pasca-Kecelakaan saat Praktik

Kondisi Sekolah Pasca-Insiden Tragis

Kondisi sekolah SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak masih dalam suasana duka setelah insiden tragis yang terjadi saat kegiatan praktik sains. Insiden tersebut merenggut nyawa seorang siswa, sehingga memicu upaya pemulihan traumatis yang cepat dilakukan oleh berbagai pihak.

Polres Siak menunjukkan komitmen mereka untuk tidak hanya mendalami proses hukum, tetapi juga memberikan dukungan psikologis kepada para siswa. Tim trauma healing turun langsung ke sekolah untuk membantu mengurangi rasa takut dan cemas yang dialami anak-anak.

Kehadiran Polwan yang Menenangkan

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan melibatkan jajaran Polisi Wanita (Polwan) yang hadir di sekolah. Mereka tidak datang dengan pendekatan kaku, melainkan menciptakan suasana hangat melalui kegiatan trauma healing. Tujuan dari kehadiran ini adalah untuk meningkatkan rasa aman bagi siswa dan membantu mereka kembali tersenyum setelah mengalami ketakutan yang sempat membekas.

Di halaman sekolah, suasana yang sebelumnya muram perlahan berubah. Tawa anak-anak mulai terdengar. Para siswa diajak bermain, berbincang, dan diberi motivasi. Sentuhan humanis ini menjadi jembatan untuk mengurangi rasa cemas yang sempat menghantui.

Peran Pemimpin dan Yayasan Sekolah

Selain Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, juga hadir Bupati Siak Afni Zulkifli serta pihak yayasan sekolah. Kehadiran mereka bertujuan untuk menunaikan tanggung jawab pemulihan rasa trauma yang dialami siswa. Mereka menyampaikan dukaan atas kepergian siswa tersebut dan menegaskan pentingnya keamanan dalam kegiatan pembelajaran.

Bupati Siak Afni Z juga menegaskan bahwa media pembelajaran dan kerajinan tangan siswa harus dipastikan aman dari kemungkinan risiko yang lebih jauh. Ia ingin agar anak-anak kembali bersemangat dan kejadian serupa tidak terulang kembali.

Detail Kejadian Tragis

Sebelumnya, diberitakan bahwa senapan rakitan karya kerajinan tangan siswa meledak saat diperagakan dalam ujian praktik sains. Peristiwa tragis ini merenggut nyawa MA (15), siswa kelas IX, di lapangan sekolah yang berlokasi di Kampung Rempak, Kecamatan Siak.

Korban diketahui tengah memperagakan alat keterampilannya berupa senapan rakitan berbasis cetak 3D sebagai bagian dari ujian praktik mata pelajaran IPA. Sebelum memulai demonstrasi, korban sempat meminta rekan satu kelompoknya untuk menjauh dari titik praktik.

Penyelidikan dan Upaya Investigasi

Kasat Reskrim Polres Siak, Raja Kosmos, menjelaskan bahwa saat korban melakukan tembakan menggunakan alat tersebut, tiba-tiba terjadi ledakan yang disertai asap dan suara keras. Ledakan itu membuat serpihan alat berhamburan ke berbagai arah hingga mengenai bagian wajah korban. Korban mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke RSUD Siak, namun setelah dilakukan pemeriksaan medis dinyatakan meninggal dunia.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang bukti. Saat ini, Sat Reskrim Polres Siak masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti ledakan, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *