PSM Makassar Menghadapi Kekurangan Pemain Akibat Cedera
PSM Makassar kini sedang menghadapi tantangan berat dalam kompetisi Super League 2025/2026. Tim yang dikenal sebagai kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan ini terjebak di zona merah, dan situasi semakin memburuk akibat sejumlah pemain cedera. Kondisi ini membuat pelatih caretaker Ahmad Amiruddin harus mencari solusi untuk menjaga posisi tim agar tidak terdegradasi.
- Beberapa pemain utama PSM Makassar absen karena cedera. Victor Dethan, penyerang sayap muda yang memiliki darah Indonesia-Kanada, telah absen selama tiga pertandingan terakhir. Ia juga belum bisa ikut latihan penuh selama tiga pekan terakhir karena sedang dalam masa pemulihan.
- Mufli Hidayat, penyerang sayap lainnya, juga tidak bisa turun karena cedera. Ia membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama.
- Aloisio Neto Soares, bek asal Brasil, cedera saat PSM Makassar mengalahkan PSIM Yogyakarta pada Jumat (10/4/2026). Cedera tersebut membuatnya tidak bisa bermain melawan Borneo Samarinda FC, Sabtu (18/4/2026).
- Rifky Dwi Septiawan, gelandang yang akrab dipanggil Kiprit, juga mengalami cedera saat melawan PSIM Jogja. Ia masih dalam proses pemulihan dan tidak bisa tampil dalam pertandingan melawan Borneo Samarinda FC.
- Dusan Lagator, bek asal Montenegro, mengalami cedera di menit ke-31 saat PSM Makassar menjamu Borneo FC. Ia harus ditarik keluar dan digantikan oleh Akbar Tanjung.
Kondisi Pemain Cederai Performa Tim
Kehilangan beberapa pemain inti membuat PSM Makassar kesulitan dalam menjaga performa. Pelatih caretaker Ahmad Amiruddin mengakui bahwa beberapa pemain yang cedera kemungkinan tidak akan bisa tampil lagi hingga kompetisi berakhir. Namun, ia tetap optimis karena para pemain memiliki tekad kuat untuk kembali berkontribusi bagi tim.
“Kalau ada cara lain bisa tampil, mereka akan coba, entah itu lewat injeksi atau penanganan lainnya,” ujar Amir dalam konferensi pers usai pertandingan melawan Borneo FC, Sabtu (18/4/2026) malam.
Ia juga menyatakan bahwa para pemain tersebut ingin memberikan yang terbaik bagi PSM Makassar. Meski cedera menghalangi mereka, mereka tetap berusaha semaksimal mungkin untuk pulih secepatnya.
Kesempatan bagi Pemain Cadangan
Legenda PSM Makassar, Anwar Liko, mengatakan bahwa kehilangan pemain inti justru menjadi kesempatan bagi pemain cadangan untuk unjuk gigi. PSM Makassar memiliki 33 pemain di skuadnya, dan semua memiliki potensi untuk memberikan kontribusi.
“Saya kira semua pemain PSM Makassar punya kualitas,” kata Anwar Liko saat dihubungi, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, manajemen dan tim kepelatihan perlu memotivasi pemain cadangan untuk tampil maksimal di sisa pertandingan musim ini. Yuran Fernandes, misalnya, harus memberikan performa terbaik di setiap laga.
“Kalau main jangan hanya beberapa pemain saja tampil bagus, tapi semua pemain harus memberikan yang terbaik,” ujar Anwar Liko, mantan pemain yang pernah membawa PSM Makassar juara Perserikatan 1991/1992.
Tantangan Berat untuk Bertahan di Super League
PSM Makassar saat ini berada di urutan ke-13 dengan 28 poin, hanya selisih empat poin dari Persis Solo di zona merah. Untuk bertahan di Super League musim depan, tim harus meningkatkan performa secara signifikan.
Ahmad Amiruddin mengingatkan bahwa semua pemain harus bekerja keras dan saling mendukung. Ia percaya bahwa jika semua pemain berusaha maksimal, PSM Makassar bisa lolos dari ancaman degradasi.
“Jaga marwah PSM Makassar di sepak bola Indonesia,” tambahnya.
Dengan kondisi yang sangat kritis, PSM Makassar membutuhkan dukungan penuh dari para penggemarnya. Semoga dengan kerja sama antara pemain, pelatih, dan manajemen, PSM Makassar bisa melewati masa sulit ini dan kembali menunjukkan kekuatannya di lapangan hijau.











