"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

PSM Makassar Kehilangan Tiga Pemain Lawan Persik Kediri

PSM Makassar Menghadapi Krisis Bek

PSM Makassar menghadapi tantangan berat dalam lini belakang menjelang pertandingan melawan Persik Kediri pada pekan 29 Super League 2025/2026. Pertandingan ini akan digelar di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Senin (27/4/2026) pukul 16.30 Wita. Dua pemain asing utama, Aloisio Neto Soares dan Dusan Lagator, diragukan tampil karena cedera, sementara Syahrul Lasinari dipastikan absen akibat akumulasi kartu.

Aloisio Neto Soares dan Dusan Lagator sebelumnya menjadi tandem Yuran Fernandes di posisi bek tengah, bahkan sering ditugaskan sebagai bek sayap kanan. Namun kini, mereka harus absen, yang memicu kekhawatiran terhadap soliditas pertahanan PSM Makassar.

Aloisio Neto Soares mengalami cedera setelah melawan PSIM Yogyakarta pada pekan 27 Super League, Jumat (10/4/2026). Ia kini menjalani latihan terpisah dengan tim. Nama pemain asal Brasil ini tidak dibawa ketika PSM Makassar menjamu Borneo Samarinda FC pada pekan 28 Super League di Stadion BJ Habibie, Sabtu (18/4/2026) malam.

Dusan Lagator juga mengalami cedera saat melawan Borneo FC. Ia mengalami masalah pada kakinya pada menit 31 babak pertama, sehingga harus ditarik keluar dan digantikan oleh Akbar Tanjung. Sementara itu, Syahrul Lasinari tak bisa tampil lawan Persik karena menerima dua kartu kuning yang berujung pada kartu merah saat melawan Borneo FC.

Pemain belakang yang tersisa hanya Yuran Fernandes, Daffa Salman, dan Victor Luiz. Asisten Pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, menyatakan bahwa pihaknya akan menunggu laporan dari tim medis mengenai kondisi pemain yang bisa tampil melawan Persik Kediri.

Jika lini belakang benar-benar kehabisan stok, pelatih akan mencari solusi alternatif. “Kalau medis mengatakan lini belakang kehabisan stok, mau tak mau kita harus cari cara lain atasi hal tersebut. Saya pikir pasti ada solusi,” ujarnya saat konferensi pers usai pertandingan melawan Borneo FC, Sabtu (18/4/2026) malam.

Khusus untuk Dusan Lagator, Ahmad Amiruddin akan memantau kondisinya. Ia berharap, pemain asal Montenegro ini tidak mengalami cedera parah dan bisa kembali tampil melawan Persik. “Pemain ini (Dusan Lagator) baru kita cek, tunggu laporan medis, bisa tidak untuk pertandingan empat hari lagi,” katanya.

Tanggapan Pengamat Sepak Bola

Pengamat Sepak Bola Imran Amirullah menyebut bahwa PSM Makassar memiliki pekerjaan rumah besar dengan krisis pemain belakang yang dialami. Menurutnya, tim pelatih harus mencari pemain tepat untuk menutupi tembok pertahanan. Ia menyarankan agar pelatih melihat karakter pemain jika ingin dimainkan sebagai bek.

Selain itu, Imran menyarankan perubahan skema bermain. Jika selama ini menggunakan formasi 4-3-3, mungkin dapat diubah menjadi 3-4-3 untuk menyesuaikan dengan pemain yang tersedia. “Kalau pakai empat bek, baru tiga tak bisa main dan tak menemukan karakter tepat untuk mengisi, akan susah. Jadi pekerjaan berat,” kata Imran Amirullah, saat dihubungi, Minggu (19/4/2026).

Salah satu opsi yang bisa dilakukan adalah memaksimalkan Akbar Tanjung sebagai bek. Meski posisi asli pemain nomor punggung 45 ini adalah gelandang bertahan, ia sering dipasang sebagai palang pintu pertahanan sejak bergabung dengan PSM Makassar.

Namun, Akbar Tanjung perlu penyesuaian karakter. Perbedaan antara bermain sebagai gelandang dan bek sangat signifikan. Gelandang tidak hanya bertahan, tapi juga harus membantu penyerangan. Sementara sebagai bek, fokus utamanya adalah menjaga lawan.

Akbar Tanjung harus memahami taktik dan karakter bermain yang diinginkan pelatih. “Tuntutannya Akbar Tanjung cepat menyesuaikan dengan karakter pemain belakang,” jelas mantan asisten pelatih PSM Makassar ini.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *