Partai Berkarya di Sumsel Bubarkan DPD dan Bergabung dengan Parindra
Sebanyak 17 Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Berkarya di Sumatera Selatan (Sumsel) telah sepakat untuk membubarkan diri dan bergabung dengan Partai Indonesia Raya (Parindra). Keputusan ini diambil sebagai bentuk kekecewaan terhadap kepemimpinan Ketua Umum Muchdi PR, yang dinilai tidak patuh terhadap hasil Munas Partai Berkarya.
Keputusan tersebut diambil setelah adanya konflik internal yang berkepanjangan serta munculnya mosi tidak percaya dari DPW dan DPD Partai Berkarya. Pertemuan penting yang memicu keputusan ini digelar di DPW Partai Berkarya Sumsel pada Sabtu (7/2/2026), di mana hadir sejumlah tokoh penting seperti Ketua dan Wakil Ketua DPW Partai Berkarya Sumsel, Mayjen TNI (Purn) Teddy Surachmat dan Syaradiba Agustina.
Alasan Pembubaran DPD Partai Berkarya
Teddy Surachmat, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua 2 DPP Parindra, menjelaskan bahwa pembentukan Parindra dilakukan oleh mantan pengurus DPP Partai Berkarya yang merasa kecewa terhadap ketidakamanan Ketua Umum Muchdi PR. “Parindra dideklarasikan pada 26 Januari 2026,” ujarnya.
Menurut Teddy, alasan utama pembentukan partai baru ini adalah adanya konflik internal di dalam tubuh DPP Partai Berkarya. Selain itu, Ketua Umum Muchdi PR dinilai tidak sesuai dengan hasil keputusan Munas, termasuk secara sepihak membentuk DPP sendiri tanpa melibatkan tim formatur sesuai keputusan Munas. Hal ini membuat banyak pengurus merasa tidak puas dan akhirnya memilih untuk keluar.
Proses Pergantian Kepengurusan
Setelah mengundurkan diri, sejumlah DPD Partai Berkarya di Sumsel memutuskan untuk bergabung dengan Parindra. Hingga saat ini, sebanyak 34 dari 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Berkarya telah mengundurkan diri dan bergabung dengan Parindra.
Ketua DPD Partai Berkarya Ogan Ilir (OI), Edi Supardi, menyampaikan bahwa keputusan membubarkan diri diambil karena adanya ketidakcocokan antara Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP Berkarya. Ia juga menyatakan bahwa kepengurusan DPP Berkarya hasil Munas tahun lalu tidak berjalan dengan baik.
Peran Generasi Muda dan Perempuan
Teddy Surachmat dan Syaradiba Agustina menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dan perempuan dalam kepengurusan Parindra. Menurut mereka, porsi perempuan dalam kepengurusan minimal 30 persen. “Perbanyak jumlah generasi muda karena merekalah nantinya sebagai penerus kita,” tegasnya.
Beberapa ketua DPD Partai Berkarya di kabupaten dan kota di Sumsel, seperti Yoga Adibaya (Muaraenim), Heri Gustinus (Palembang), Teri Gana (OKI), Abdul Malik Nasution (Pali), Muhamad Saadi (Pagaralam), Zuber Alatas (Musi Banyuasin), dan lain-lain, juga menyampaikan dukungan terhadap keputusan ini. Mereka berkomitmen untuk mensosialisasikan informasi ini kepada cabang dan anak cabang di wilayah masing-masing.
Persiapan Kepengurusan Baru
Muhammad Saadi, Ketua DPD Partai Berkarya Pagaralam, mengatakan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan kepengurusan baru di tingkat anak cabang. “Kita akan membangun struktur yang lebih solid dan bersemangat,” ujarnya.
Pembubaran DPD Partai Berkarya di Sumsel ini dianggap sebagai langkah penting dalam upaya menciptakan wadah politik yang lebih demokratis dan transparan. Keputusan ini juga menjadi pertanda bahwa partai-partai politik harus lebih responsif terhadap aspirasi anggotanya.











