"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Ojol Viral Di Pukul Paspampres, Curhatannya Hebohkan Jakarta Barat

Pengemudi Ojol Viral Usai Dianiaya oleh Oknum Paspampres

Seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Hasan (26) viral di media sosial setelah mengunggah pengalamannya yang dianiaya oleh oknum Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Kejadian ini terjadi pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 20.30 WIB di kawasan Meruya, Jakarta Barat.

Hasan memutuskan untuk menceritakan peristiwa tersebut melalui akun media sosialnya karena laporan yang ia buat ke polisi tidak dapat diproses. Dalam unggahannya, ia turut menyertakan foto wajahnya yang berdarah dan surat laporan polisi yang dibuatnya di Polsek Kembangan pada Kamis (5/2/2026). Ia juga menjelaskan detail kronologi kejadian tersebut dalam keterangan postingannya.

Kronologi Peristiwa

Menurut Hasan, kejadian bermula saat ia menerima pesanan ojol dari seseorang bernama Nur dengan alamat Jalan Cilebar Nomor 16. Namun, ketika tiba di lokasi tujuan sesuai aplikasi, penumpang menyampaikan bahwa alamat tersebut bukan rumah yang dimaksud.

Penumpang mengaku sering dipanggil ke lokasi tersebut, tetapi tidak mengetahui jalan menuju rumah yang sebenarnya. Hasan kemudian menanyakan kembali alamat tujuan. Penumpang menyebut bahwa titik lokasi tersebut diberikan oleh seseorang yang disebut sebagai anggota Paspampres.

Namun, lokasi tersebut tidak dapat dibuka di ponsel penumpang. Di fitur share-loc, titik merah terlihat berada di Jalan Kecapi, Meruya Utara, yang berjarak hampir dua kilometer dari tujuan di aplikasi. Setelah tiba di Jalan Kecapi, Hasan meminta penumpang untuk menghubungi orang yang memberikan lokasi tersebut.

Saat sambungan telepon tersambung, ponsel diserahkan kepada Hasan agar bisa berbicara langsung. Ia bertanya baik-baik, “Pak, saya sudah di Jalan Kecapi, rumah Bapak ke mana lagi?” Jawaban dari pria tersebut justru kasar.

Dimaki dan Dihina

Hasan mengaku mendapat makian serta tantangan dari pria tersebut melalui sambungan telepon. Meski sempat ragu, ia akhirnya tetap mengantar penumpang ke rumah tersebut karena merasa kasihan, mengingat kondisi sudah malam dan penumpang tidak mengetahui jalan.

Sesampainya di lokasi, Hasan mendapati seorang pria yang diduga anak dari pemilik rumah telah berdiri di depan rumah dengan nada menantang. Pria tersebut menuding Hasan bersikap tidak sopan kepada ayahnya.

“Padahal saya cuma nanya alamat, bapaknya yang marah-marah. Terus motornya saya ditendang,” katanya.

Cekcok Berujung Pemukulan

Merasa tidak terima, Hasan mendorong pria tersebut hingga berujung saling pukul. Tak lama kemudian, pria yang diduga ayahnya datang membawa besi dan memukul kepala Hasan satu kali. Setelah itu, warga langsung ramai.

Warga kemudian melerai kejadian tersebut dan Hasan dibawa ke rumah Ketua RT setempat. Ia mengaku sempat berniat mengumpulkan rekan-rekan ojol, namun diurungkan karena sudah larut malam.

Laporan ke Polisi

Sekitar pukul 01.30 WIB, Hasan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Meruya Utara dan menjalani visum. Pada pemeriksaan lanjutan, pihak kepolisian disebut mengonfirmasi bahwa terduga pelaku merupakan anggota Paspampres berdasarkan keterangan Ketua RT.

“Penyidik bilang kalau Paspampres nggak bisa ditangani di sini, harus ke Pomdam,” kata Hasan.

Diminta Lapor ke Pomdam Jaya

Hasan mengaku belum mengetahui secara pasti status keaktifan terduga pelaku di Paspampres. Berdasarkan penglihatannya, pria tersebut berusia sekitar 40 hingga 50 tahun.

Merasa laporannya tidak dapat ditindaklanjuti, Hasan kemudian mengunggah kronologi kejadian ke media sosial. Ia menjelaskan bahwa hal itu karena pelaku merupakan oknum Paspampres dan pelaporan harus dilakukan ke Pomdam Jaya.

Dipanggil Polisi

Tak lama berselang, ia kembali mendapat panggilan dari pihak kepolisian untuk pemeriksaan lanjutan di Polsek Kembangan. “Katanya pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dari polsek, rencananya saya mau ke Pomdam,” ujarnya.

Hasan berharap kasus yang menimpanya dapat diproses secara adil dan tidak berhenti hanya karena terduga pelaku memiliki latar belakang tertentu.

Siap Mediasi

Meski demikian, Hasan menyatakan terbuka terhadap penyelesaian secara hukum maupun kekeluargaan, tergantung pada itikad dari pihak terduga pelaku. “Kalau mau proses hukum silakan, kalau kekeluargaan juga nggak apa-apa. Tapi proses hukum kan butuh waktu dan biaya,” ujarnya.

Penjelasan Polisi

Kanit Reskrim Polsek Kembangan, AKP Rahmat mengatakan, pihaknya masih menindaklanjuti laporan tersebut. “Benar ada kejadian itu. Masih kami lidik. Sudah di BAP dan visum,” kata Rahmat.

Terkait sosok pelaku yang merupakan oknum Paspampres, Rahmat mengakui hal tersebut berdasarkan keterangan korban. “Info dari korban saat diperiksa hari Sabtu begitu. Tapi masih kami lidik. Mohon waktunya,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *