"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Polisi Tegaskan Tidak Ada Bullying dalam Kasus Siswa SMK Tewas di Air Bening

Kematian Remaja SMK di Rejang Lebong Masih Dalam Penyelidikan

Seorang pelajar SMK berusia 16 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya di Desa Air Bening, Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (14/4/2026) dan menimbulkan banyak pertanyaan mengenai penyebab kematian korban.

Motif Sementara Mengarah ke Persoalan Percintaan

Menurut informasi yang dihimpun oleh pihak berwenang, motif sementara dari kematian korban masih dalam penyelidikan. Kapolsek Bermani Ulu, Iptu Ronal Pasaribu, menyatakan bahwa hasil penyelidikan awal mengarah pada masalah percintaan yang dialami korban.

“Motif sementara karena masalah percintaan, ini dari hasil penyelidikan yang kita temukan, tapi masih kita dalami lagi,” ujarnya saat dikonfirmasi oleh wartawan.

Selain itu, pihak kepolisian juga memastikan bahwa tidak ada indikasi adanya perundungan atau pembullyan yang dialami korban. Hal ini disampaikan setelah beredarnya isu-isu di masyarakat mengenai kemungkinan adanya tindakan perundungan sebelum korban meninggal.

Tidak Ada Indikasi Permasalahan Keluarga

Pihak kepolisian juga meluruskan bahwa tidak ada bukti adanya permasalahan dalam keluarga korban. Hasil pendalaman yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tidak ada konflik keluarga yang menjadi penyebab kematian korban.

“Termasuk permasalahan keluarga, juga tidak ada, jadi mengarah ke motif asmara korban,” tambahnya.

Keterangan dari Pihak Desa

Kepala Desa Air Bening, Nusa Jayaputra, mengatakan bahwa pihak desa tidak mengetahui secara pasti persoalan yang dialami korban sebelum peristiwa tersebut terjadi. Menurutnya, pihak keluarga juga tidak pernah menyampaikan adanya masalah tertentu yang dihadapi korban.

“Kami tidak mengetahui pasti permasalahannya, dari keluarga juga tidak ada cerita terkait hal itu,” singkatnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan secara menyeluruh penyebab kematian pelajar tersebut.

Ditemukan oleh Ayah Kandung

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh ayah kandung korban, Edison (50), yang pulang dari berkebun sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, Edison memanggil korban, namun tidak mendapat jawaban. Ia kemudian mendapati pintu kamar korban dalam keadaan tertutup.

Karena curiga, Edison membuka pintu kamar dan menemukan korban dalam posisi setengah terduduk dengan tali melilit di lehernya. Saat diperiksa, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia yang diperkirakan sudah dua jam sebelum ditemukan.

Sempat Kirim Foto ke Teman

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat mengirimkan sebuah foto kepada temannya. Foto tersebut berkaitan dengan alat yang digunakan dalam peristiwa tersebut di dalam rumah korban.

Korban mengirimkan foto berupa tali simpul yang telah tergantung di kamarnya.

Peringatan dan Informasi untuk Masyarakat

Berita ini tidak bertujuan menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada. Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:

https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

Gabung grup Facebook untuk informasi terkini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *