"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Laga Milklife Soccer Challenge Solo Seri 2, Pelatih Timo Apresiasi Bakat Putri Kota Bengawan

Pengembangan Sepak Bola Putri di Solo Melalui MilkLife Soccer Challenge

Turnamen sepak bola putri kelompok usia (KU) 10 dan 12 tahun, MilkLife Soccer Challenge Solo Serie 2 telah selesai digelar di Lapangan Banyuanyar, Solo, pada Minggu (15/2/2026) sore. Turnamen ini menjadi ajang penting bagi para siswi SD dan MI untuk mengasah kemampuan sepak bola mereka secara berjenjang dan berkesinambungan.

Perkembangan yang Menjanjikan

Pelatih Timnas Putri U16 Indonesia sekaligus Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menyampaikan kepuasan terhadap perkembangan sepak bola putri di Kota Bengawan. Ia menilai antusiasme dari para siswi semakin meningkat, serta dukungan dari orang tua dan sekolah yang kini lebih maksimal dibandingkan sebelumnya.

“Antusiasme dari orang tua dan sekolah-sekolah sudah sangat luar biasa. Ini sangat kita syukuri,” ujar Timo saat berbicara kepada awak media pada hari acara.

Turnamen ini juga menjadi bagian dari program yang dilaksanakan di 12 kota besar Indonesia. Pada seri Solo tahun 2025, jumlah peserta mencapai 1.016 siswi. Sementara itu, pada seri pertama musim 2025/2026 yang berlangsung 28 Oktober hingga 2 November, tercatat 1.736 peserta. Seri kedua di Februari 2026 diikuti oleh 1.618 siswi.

Meskipun jumlah peserta di seri kedua sedikit menurun, Timo tetap puas dengan kualitas peserta yang tampil. Ia melihat perkembangan pesat dari para pemain yang ikut dalam turnamen ini.

Proses Seleksi dan Pengembangan

Dari total peserta, nantinya akan dipilih sekitar 40 sampai 50 anak yang kemudian diseleksi menjadi 16 pemain untuk mewakili Solo dalam satu tim All Star. Para siswi tersebut akan berlaga di MilkLife Soccer Challenge All Star yang akan digelar di Supersoccer Arena, Kudus pada Juni 2026 mendatang.

Tim All Star yang akan bersaing berasal dari 12 kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge. Proses seleksi dilakukan secara objektif dan bertahap. Dari sekitar 1.600 anak, hanya 40-50 yang dipilih untuk mengikuti latihan lanjutan. Dari situ, 25 anak akan dipantau perkembangannya, dan akhirnya 16 anak yang akan dibawa ke Kudus untuk mewakili Solo.

Timo yakin bahwa lewat turnamen ini, Indonesia di masa depan bisa memiliki pesepak bola wanita berkualitas. “Sistem kita sudah sangat baik, tinggal kita menuai hasilnya di depan. Siapa yang menabur pasti menuai,” harapnya.

Harapan dari Berbagai Pihak

Harapan serupa juga disampaikan oleh ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Surakarta, Arya Surenda. Ia berharap adanya turnamen MilkLife Soccer Challenge dapat melahirkan pesepak bola putri hebat dari Solo. “Dengan fasilitas penunjang yang ada di kota Solo, saya berharap akan lahir sepak bola wanita yang baik dari Solo,” ujarnya.

Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satria Chandra Widuna, juga menyampaikan harapan agar MLSC bisa menjadi wadah bagi para putri usia dini untuk mengasah kemampuan mereka secara berjenjang dan berkesinambungan agar menghasilkan talenta yang mumpuni.

“Tentu kota Solo akan menjadi salah satu kota tujuan penyelenggaraan MLSC dengan harapan besar melahirkan banyak atlet putri berkualitas,” tambahnya.

Program Kolaborasi yang Berkelanjutan

MilkLife Soccer Challenge adalah program kolaborasi atau kemitraan MilkLife dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation. Program ini dirancang untuk memberikan peluang bagi para putri usia dini dalam mengembangkan bakat sepak bolanya secara bertahap.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *