Peninjauan Menteri PU ke Wilayah Terdampak Banjir
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan peninjauan langsung ke area lokasi bencana di Kelurahan Hutanabolon, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Senin (16/2/2026). Ia memantau kondisi aliran sungai yang masih mengalir dari berbagai arah. Dody bersama timnya juga melihat kondisi jembatan dan proses pemindahan arus sungai ke tempat semula.
Di tengah-tengah peninjauan, seorang warga mendekati Menteri PU dan mengeluhkan bahwa tempat tinggalnya sering terendam banjir. “Setiap satu atau dua jam hujan, area ini langsung banjir. Ini sering terjadi setelah banjir bandang di November lalu. Sekarang, jika hujan deras, air sungai langsung mengalir deras ke rumah warga,” ucap warga tersebut.
Menanggapi keluhan tersebut, Dody berjanji akan segera membangun sabo dam (bendungan khusus untuk pengendalian banjir). “Baik, secepatnya akan kita bangun Sabo Dam ini ya pak,” ujarnya.
Penyebab Banjir yang Terus Berulang
Usai peninjauan, Dody menjelaskan bahwa penyebab banjir yang lebih sering terjadi di Hutanabolon adalah karena tidak ada lagi pohon yang tersisa di atas bukit tersebut. “Jadi saya juga beberapa hari lalu sudah sampaikan, buatlah dam aja dulu di atas, karena yang masalah kan di hulu. Bapak, Ibu, kalau bisa lihat tuh, bukitnya sudah hampir nggak ada pohon, sehingga hujan sedikit saja, saya yakin sih tanah akan turun lagi, kayu akan turun lagi. Bahkan perlu lagi kita lihat di bawahnya itu pasti batu tuh, tapi nggak belum turun ya,” ujarnya saat diwawancarai di Hutanabolon, Senin (16/2/2026).
Ia mengaku terus memantau arus sungai di Hutanabolon. Jika hujan, air akan terus meluap ke rumah warga. “Sungai Tukka, ini kemarin yang apa, sempat air yang meluap lagi, karena hujan sekian jam, sehingga merendam lagi tuh kawasan sekitar. Nah, sebenarnya sudah kita lakukan normalisasi di anak sungai sebelah sana,” jelasnya.
Solusi yang Harus Dilakukan
Dikatakan Dody, dari pantauan pihaknya, yang bermasalah di area Hutanabolon adalah arah hulu sungai. “Cuma kan yang turun selalu ini kan, apa, pasir, dan kayu, dan batu sehingga pagi kita normalisasi, sore, malam hujan, besok paginya begitu lagi,” ujarnya.
Untuk itu, solusi satu-satunya bukan lagi normalisasi sungai, namun penyelesaian di hulu sungai. “Jadi saya juga beberapa hari lalu sudah sampaikan, buatlah sabo dam aja dulu di atas, karena yang masalah kan di hulu. Jadi mungkin kita akan mempercepat pembangunan sabo dam di atas,” ucapnya.
Target Pembangunan Sabo Dam
Ditargetkannya, tahun ini ada dua Sabo Dam yang bakal dipasang pihaknya. Dan ditargetkan selesai selama 4 bulan ke depan. “Saya minta tadi dihitung bener tuh Sabo Damnya itu, sanggup menahan tekanan batu, nggak hanya masalah tanah, tapi ada batu, ada kayu. Jadi, mesti apa, perkuatan banget apa kualitas Sabo damnya. Dan saya minta dikerjakan cepat karena kondisi begini, eh, banjir akan tetap sering terjadi, akan mungkin terjadi kalau hujan lagi 2 jam plus ya, 2 jam, 3 jam gitu,” katanya.
Percepatan Pembangunan dan Kesiapan Tim
Ia memastikan, Sabo dam ini kualitasnya cukup kuat untuk menahan aliran sungai, batu, dan kayu. “Jadi, mesti apa, perkuatan banget apa kualitas Sabo damnya. Dan saya minta dikerjakan cepat karena kondisi begini, eh, banjir akan tetap sering terjadi, akan mungkin terjadi kalau hujan lagi 2 jam plus ya, 2 jam, 3 jam gitu,” katanya.
Ditargetkannya, pembangunan sabo dam ini selesai dalam waktu dua bulan. Namun selambat-lambatnya Mei mendatang. “Cuman kita upayakan secepat-cepatnya agar masyarakat sekitar itu tidak kebanjiran lagi. Jadi, poin utamanya adalah bagaimana masyarakat sekitar itu tidak kebanjiran lagi, meskipun hujan 2 atau 3 jam atau even lebih dari itu. paling lama kalau bisa sih 2 bulan selesai. Jadi kan Februari, Maret, April, Mei paling lama,” jelasnya.
Persiapan dan Proses Administrasi
Disinggung anggaran dan luas dam yang akan dibangun, Dody belum bisa merincikan secara detail. “Ada, ada, ada (luas dam nya). Sudah ada rancangannya dari balai, tapi nanti konsepnya design and build saja. Karena kalau mesti design dulu terlalu detail, nanti nggak kelar, gitu. Kita nggak lama lagi,” ucapnya.
Dalam waktu dekat, kata Dody Sabo Dam akan segera mulai dikerjakan. “Segera mulai kerja saja. Karena itu saya lihat ini kan area kehutanan, nanti mungkin akan memohon izin dari Kementerian Kehutanan untuk izin pinjam pakai kehutanannya. Tapi di sisi lain, tetap kita kerja, proses administrasi yang perlu kita selesaikan, kita selesaikan,” ucapnya.
Langkah Awal dan Perencanaan Jangka Panjang
Menurutnya, tidak ada langkah awal percepat penanganan pencegahan banjir di Hutanabolon yang terjadj berulanh. “justru langkah awal itu, nggak ada cara lain. Karena kita sudah lihat tuh. Hari ini teman-teman telah melakukan normalisasi terus-terusan. lihat tuh (area sungai) Eh, berat semua kerja kanan-kiri. Tapi ini kalau hujan, saya yakin, 1 atau 2 jam hujan, ya, pasti besoknya full of penuh dengan eh apa, pasir, kayu, batu lagi. Pasti, nggak mungkin nggak. Ini solusi tercepag yang harus kita kerjakan,” paparnya.
Namun, Sabo dam ini bukan bentuk permanennya. Pihaknya, juga berencana bakal bangun tanggul secara permanen. “Nanti setelah dam, kita kan berencana, iya, 2 dam. Akan jadi satu dam dulu, saya suruh bikin cepat. Nanti satu dam selesai baru kita bicara tanggul secara permanen.”











