"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Pembunuhan Sadis di Pulomas: 11 Orang Disekap di Kamar Mandi, 5 Tewas Termasuk Ayah dan Anak

Tragedi Perampokan Pulomas: 10 Tahun Lalu yang Masih Mengguncang Jakarta

Pada 26 Desember 2016, sebuah peristiwa tragis terjadi di Jalan Pulomas Utara, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Peristiwa ini berawal dari tindakan kekerasan yang tidak terduga dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban serta masyarakat sekitar. Kamar mandi sempit dengan ukuran 1,5 x 1,5 meter menjadi saksi bisu dari penyekapan brutal yang nyaris tak masuk akal.

Rumah mewah nomor 7A yang biasanya tenang tiba-tiba dipenuhi kepanikan dan teriakan warga. Di balik pintunya, aparat dan warga menemukan pemandangan memilukan: 11 orang tergeletak dalam posisi saling bertumpukan di kamar mandi sempit. Ruang yang sesak tanpa ventilasi memadai itu menjadi tempat para korban berjuang menghirup udara yang semakin menipis. Akibatnya, enam orang meninggal dunia diduga akibat kekurangan oksigen setelah terkurung terlalu lama. Lima lainnya selamat, namun kondisi mereka kritis dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Rumah bergaya minimalis tersebut diketahui milik pengusaha properti Dodi Triono. Tragisnya, Dodi juga termasuk di antara korban yang tewas dalam insiden tersebut. Peristiwa ini kemudian dikenal sebagai kasus Perampokan Pulomas, yang meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan mengguncang rasa aman masyarakat ibu kota. Hingga kini, tragedi tersebut masih dikenang sebagai salah satu kejahatan paling dramatis yang pernah terjadi di Jakarta.

Penemuan Korban

Kasus ini pertama kali terbongkar dari laporan Sheila Putri, teman dari anak Dodi bernama Diona Arika (16). Pada Selasa (27/12), sekitar pukul 09.30 WIB, Sheila memutuskan untuk pergi ke rumah Dodi karena Diona tidak bisa dihubungi sejak Senin (26/12) sore. Padahal, keduanya rencana jalan-jalan pada hari Senin itu.

Sheila datang ke rumah Dodi, namun tidak ada jawaban dan pintu tidak terkunci. Ia masuk ke dalam dan mendengar rintihan dari kamar mandi. Karena takut, ia langsung mencari bantuan ke sekuriti. Setelah mengadu ke sekuriti, akhirnya diputuskan untuk melapor ke polisi yang berada di Pos Kayu Putih. Polisi kemudian menemani Sheila untuk mengecek keadaan di rumah Diona.

Setelah mendengar adanya rintihan di dalam kamar mandi, polisi bersama warga mencoba membuka paksa pintu kamar mandi yang terkunci dari luar. Setelah berhasil didobrak, polisi dan warga di lokasi kejadian terkejut saat melihat isi di dalam kamar mandi. Dalam kamar mandi itu terdapat 11 korban dalam kondisi bertumpuk satu sama lainnya.

Setelah dievakuasi, lima orang tewas di tempat sedangkan satu orang lainnya tewas di rumah sakit. Adapun korban yang tewas di lokasi adalah Dodi Triono (59), Diona Arika (16) anak pertama Dodi, Dianita Gemma (9) anak ketiga dari Dodi, Amelia Callista (10) yang merupakan teman dari Dianita, serta Yanto sopir Dodi. Sementara itu, korban yang tewas saat di rumah sakit adalah Tasrok yang juga merupakan sopir Dodi.

Adapun korban yang selamat adalah Zanette Kalila (13) anak kedua Dodi, Emi (41), Santi (22), Fitriani (23) serta Windy (23), yang merupakan pembantu rumah tangga.

Penangkapan Pelaku

Kasus ini mendapat perhatian besar di tingkat nasional. Kurang dari 48 jam setelah kejadian, polisi berhasil menangkap keempat pelaku perampokan. Salah satu pelaku, Ramlan Butarbutar, tewas ketika mencoba melawan penangkapan. Rumah tempat kejadian merupakan kediaman keluarga pengusaha Dodi Triono. Lingkungan Pulomas dikenal sebagai area perumahan menengah atas dengan pengamanan perumahan dan keberadaan penjaga keamanan (satpam).

Para pelaku diduga telah mengamati rumah tersebut sebelum beraksi, dengan tujuan melakukan perampokan dan menjarah barang berharga. Pelaku utama Ramlan Butarbutar mengendarai mobil Suzuki Ertiga yang digunakan kelompok tersebut untuk beraksi. Ia menuju kediaman Dodi Triono dan masuk melalui pintu teralis samping yang kebetulan tidak terkunci pada saat itu.

Setelah berhasil masuk, Ramlan langsung menguasai bagian dalam rumah dan mulai menyekap penghuni yang ada di lantai dasar. Rekaman CCTV memperlihatkan bagaimana para pelaku bersenjatakan pistol dan golok mengumpulkan para penghuni rumah di ruang tengah. Mereka mengintimidasi serta mengarahkan korban agar tidak melawan, sebelum akhirnya menggiring mereka ke sebuah kamar mandi berukuran sekitar 1,5 × 2 meter.

Dalam proses tersebut, para pelaku memastikan seluruh orang yang berada di dalam rumah dikumpulkan ke titik yang sama agar tidak ada saksi atau kemungkinan upaya kabur. Beberapa saat setelah proses penyekapan dan pengumpulan barang berharga selesai, Dodi Triono pemilik rumah tiba di kediamannya. Kedatangannya yang mendadak membuat para pelaku kembali bergerak cepat.

Dodi kemudian segera dilumpuhkan dan didorong masuk ke kamar mandi yang sama, bergabung dengan anggota keluarga dan pekerja rumah tangga yang sebelumnya sudah disekap. Dalam proses ini, Erwin Situmorang berperan sebagai pembantu Ramlan. Ia turut memastikan korban tidak melarikan diri dan membantu menutup akses keluar.

Setelah seluruh korban berada di dalam kamar mandi, pelaku menyalakan keran air, membuang kunci, serta merusak gerendel bagian luar untuk memastikan ruangan terkunci rapat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *