"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Potensi Persija Jadi Tim Musafir Pasca Lawan Arema FC, Pesan Striker Macan Kemayoran ke The Jakmania

Persija Jakarta Kembali Terpaksa Jadi “Tim Musafir”

Persija Jakarta kembali berpotensi menjadi tim musafir dalam beberapa pertandingan ke depan karena tidak bisa menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang akan digunakan oleh Timnas Indonesia untuk agenda FIFA Series. Hal ini memicu kekhawatiran terhadap kemampuan Macan Kemayoran dalam menjalani laga-laga penting di musim ini.

Sebelumnya, Persija juga sempat kesulitan menggelar pertandingan kandang akibat penggunaan Jakarta International Stadium (JIS) untuk konser dan renovasi rumput. Situasi ini membuat klub asal Jakarta harus mencari alternatif lain sebagai tempat bertanding.

Striker Persija, Gustavo Almeida, memberikan pesan kepada The Jakmania agar tetap mendukung tim meski baru saja kalah dari Arema FC. Ia menegaskan bahwa dukungan penuh dari suporter sangat penting bagi para pemain untuk tetap fokus dan berjuang hingga akhir musim.

“Kami ingin mengatakan kepada suporter yang selalu mendukung kami. Terus percaya dengan kami karena ini belum berakhir. Mungkin di sepak bola terjadi seperti itu,” ujar Gustavo. “Anda menang banyak, tidak seorang pun mengatakan itu. Tapi, ketika Anda kalah sekali, orang-orang di luar mulai berteriak dan menertawakan kami. Namun, Anda perlu terus fokus dan berjuang.”

Masalah Pindah Kandang

Gustavo Almeida mengakui bahwa terusirnya Persija dari SUGBK menjadi kendala besar bagi tim dalam upaya bangkit dari kekalahan. Saat ini, Persija harus mencari kandang baru untuk tiga pertandingan kandang ke depan melawan PSM Makassar, Borneo FC, dan Dewa United.

Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, sempat dikabarkan menjadi opsi kandang baru. Namun, tampaknya pasukan Mauricio Souza akan kembali menggunakan JIS jika kondisinya memungkinkan. Diky Soemarno, Ketua Umum The Jakmania, menyatakan bahwa sampai saat ini belum ada keputusan final terkait stadion yang akan digunakan.

“Untuk saat ini belum ada kepastian. Komunikasi masih berjalan, tetapi belum ada keputusan final. Setahu saya memang masih dalam tahap pembahasan,” ujar Diky. “Manajemen Persija telah melakukan peninjauan langsung ke JIS untuk melihat kondisi rumput. Hasilnya, terdapat progres signifikan pada kesiapan JIS meski keputusan resmi belum diumumkan.”

Proses Komunikasi Intensif

Diky menambahkan bahwa secara pribadi pihak pengelola JIS yakin seluruh pekerjaan dapat rampung sebelum pertandingan terdekat melawan PSM Makassar. Meski begitu, ia menegaskan bahwa penentuan venue sepenuhnya berada di tangan panpel Persija.

“Progres terakhir kami bertemu dengan panitia pelaksana di JIS dan melakukan peninjauan bersama. Mereka cukup optimistis JIS bisa digunakan,” kata Diky. “Dari pihak JIS juga optimistis pekerjaan bisa selesai sebelum pertandingan tanggal 20 Februari di sana.”

Harapan untuk Musim Ini

Meskipun situasi tidak ideal, Gustavo Almeida tetap berharap bahwa para suporter tetap memberikan energi positif kepada tim. Ia menekankan bahwa para pemain memiliki semangat untuk terus berjuang hingga laga terakhir.

“Para pemain yang ada punya perasaan untuk terus mencoba dan berjuang hingga laga terakhir. Pada akhirnya, saya berharap musim ini kita bisa mencapai target,” jelasnya.

Dengan situasi yang terus berubah, publik dan pendukung diharapkan menunggu pengumuman resmi dari manajemen Persija. Sampai saat ini, semua pihak terlibat dalam proses komunikasi intensif guna menentukan lokasi pertandingan kandang yang terbaik untuk Macan Kemayoran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *