Profil Lengkap Aditya Halindra Faridzky, Bupati Tuban yang Kembali Menjabat untuk Periode Kedua
Aditya Halindra Faridzky kini menjadi sorotan publik sebagai salah satu bupati termuda di Jawa Timur. Ia menjabat sebagai Bupati Tuban periode pertama pada 2021-2024 dengan usia 29 tahun. Kini, ia kembali terpilih dalam Pilkada 2024 dan akan memimpin Kabupaten Tuban selama periode kedua, yaitu 2025–2030 dengan usia 32 tahun.
Nama panggilannya, Mas Lindra, telah menjadi identitas yang dikenal oleh masyarakat Tuban dan sekitarnya. Kiprahnya sebagai bupati muda mencuri perhatian banyak pihak, baik dari kalangan politik maupun masyarakat umum.
Latar Belakang Keluarga Politisi
Lahir pada 15 April 1992, Aditya Halindra Faridzky lahir dari keluarga yang tidak asing di dunia politik. Ayahnya adalah seorang pengusaha, sedangkan ibunya, Haeny Relawati Rini Widyastuti, pernah menjabat sebagai Bupati Tuban periode 2001–2011 dan juga pernah menjadi anggota DPR RI. Keberadaan ibunya di dunia politik disebut-sebut menjadi salah satu inspirasi bagi Mas Lindra untuk terjun ke dunia pemerintahan.
Tidak hanya itu, latar belakang keluarganya yang memiliki pengalaman di bidang pemerintahan dan bisnis turut membentuk karakter kepemimpinannya sejak usia muda.
Perjalanan Pendidikan
Mas Lindra memulai pendidikannya di SD Negeri Kebonsari 2 Tuban pada 1998–2004. Setelah itu, ia melanjutkan studi di SMP Negeri 1 Tuban hingga lulus pada 2007. Pada 2007–2010, ia bersekolah di SMA Taruna Nusantara, sebuah sekolah unggulan di Indonesia.
Setelah lulus SMA, ia melanjutkan studi ke Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada 2010 dengan mengambil jurusan Ekonomi. Namun, ia hanya menempuh pendidikan selama satu tahun di UGM. Keputusan tersebut diambil setelah ayahnya meninggal dunia, sehingga ia memilih berkuliah lebih dekat dengan keluarga sekaligus mengurus bisnis warisan keluarga.
Ia kemudian pindah ke Universitas Airlangga Surabaya dan menyelesaikan pendidikan sarjana di jurusan yang sama pada 2014.
Karier Politik dan Organisasi
Meski masih muda, dunia politik bukan hal baru bagi Mas Lindra. Sebelum menjadi Bupati Tuban, ia pernah menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2019–2020. Di internal partai, ia bergabung dengan Partai Golongan Karya (Golkar), mengikuti jejak sang ibu.
Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Partai Golkar Tuban sebelum akhirnya dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tuban periode 2020–2025.
Selain karier politik, ia juga memiliki pengalaman di dunia bisnis. Tercatat, ia pernah menjabat sebagai Komisaris CV Sembilan-Sembilan (2011–2021), Komisaris PT Sembilan-Sembilan Tuban Perdana (2011–2021), dan Komisaris PT Ariesta Tuban (2011–2021).
Di bidang organisasi, semasa sekolah ia aktif sebagai Sub Seksi OSIS dan anggota Pramuka di SMA Taruna Nusantara.
Sorotan Publik dan Kehidupan Pribadi
Tak hanya kiprah politiknya yang menjadi perhatian, kehidupan pribadi Mas Lindra juga sempat ramai diperbincangkan. Ia pernah dijodoh-jodohkan netizen dengan penyanyi dangdut Happy Asmara. Parasnya yang dinilai good looking serta statusnya sebagai kepala daerah muda membuatnya kerap menjadi perbincangan di media sosial.
Harta Kekayaan
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 25 Maret 2024 untuk periode pelaporan 2023, total kekayaan Aditya Halindra Faridzky mencapai Rp 12.425.043.966 atau sekitar Rp 12,4 miliar. Aset tersebut meliputi tanah dan bangunan seluas 84 m2/84 m2 di Malang senilai Rp 132.132.000 (hibah tanpa akta), satu unit motor Kawasaki KR 150K CKD tahun 2010 senilai Rp 27.000.000 (hibah tanpa akta), serta kas dan setara kas sebesar Rp 12.256.911.966 tanpa utang.
Dengan latar belakang keluarga politisi, pengalaman di legislatif, serta rekam jejak di dunia bisnis, Aditya Halindra Faridzky kini melanjutkan kepemimpinannya di Kabupaten Tuban untuk periode kedua. Kiprahnya sebagai bupati muda dua periode menjadikannya salah satu figur yang terus mendapat perhatian publik, khususnya di Jawa Timur.











