Ahmad Sahroni Kembali Menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI
Ahmad Sahroni kembali menjabat sebagai Wakil Ketua Komusi III DPR RI setelah sempat dinonaktifkan akibat kontroversi. Pemilihan ini dilakukan dalam rapat yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Kamis (19/2/2026). Proses penetapan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, di hadapan anggota Komisi III.
Keputusan ini berdasarkan surat Fraksi Partai Nasdem bernomor F-NasDem/107/DPR RI/II/2026 sebagai dasar rotasi pimpinan. Dalam rapat tersebut, Dasco bertanya kepada anggota Komisi III apakah Sahroni dapat disetujui untuk ditetapkan sebagai Wakil Ketua Komisi III. Jawaban dari anggota Komisi III yang hadir adalah “Setuju!” diikuti dengan ketukan palu sidang tanda pengesahan.
Sahroni menyampaikan terima kasih kepada pimpinan DPR RI dan anggota Komisi III. Ia pun berharap bisa menjadi legislator yang lebih baik lagi ke depannya. “Assalamualaikum, selamat berpuasa dan terima kasih Pak Ketua dan teman-teman, rasanya aneh kalau kenalan lagi ya. Dan terima kasih untuk pimpinan MKD yang telah menyidangkan saya dan mudah-mudahan saya menjadi lebih baik ke depannya,” ujar Sahroni.
Kembalinya Sahroni menjadi sorotan karena ia sempat dinonaktifkan karena pernyataan mental tolol pada Agustus 2025. Sahroni sempat ditarik dari Komisi III dan dimutasi menjadi anggota Komisi I DPR. Pernyataan tersebut memicu gelombang kemarahan publik dan disebut-sebut menjadi salah satu pemantik aksi unjuk rasa besar pada Agustus 2025 yang berakhir ricuh. Saat itu, posisinya sebagai pimpinan Komisi III digantikan oleh Rusdi Masse Mappasessu pada September 2025.
Namun, belakangan Rusdi disebut telah resmi mengundurkan diri dari keanggotaan DPR RI dan NasDem, lalu bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Kilas Balik Pernyataan Sahroni
Sahroni sempat menyampaikan pernyataan kontroversial dengan menyebut orang yang mengusulkan DPR agar dibubarkan memiliki mental tolol. “Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita,” ujar Sahroni pada 22 Agustus 2025 lalu.
Setelah pernyataan itu mendapatkan banyak kecaman, Sahroni memberikan klarifikasi. Politikus NasDem itu mengaku tak bermaksud merendahkan masyarakat yang belakangan menyerukan agar DPR dibubarkan buntut isu kenaikan gaji wakil rakyat. Ia menyebut, pernyataan “orang tolol” dimaksudkan untuk orang yang berpikir bahwa DPR bisa dibubarkan begitu saja.
“Iya, masalah ngomong bubarin pada pokok yang memang sebelumnya adalah ada problem tentang masalah gaji dan tunjangan.” “Nah, kan itu perlu dijelasin bagaimana itu tunjangan, bagaimana itu tunjangan rumah. Kan perlu penjelasan yang detail dan teknis.” “Maka itu enggak make sense kalau pembubaran DPR, cuma gara-gara yang tidak dapat informasi lengkap tentang tunjangan-tunjangan itu,” sambungnya.
Setelah pernyataan itu viral dan gelombang protes meningkat, rumah Sahroni sempat dijarah oleh masyarakat.
Profil Ahmad Sahroni
Ahmad Sahroni lahir 8 Agustus 1977. Ia merupakan seorang politikus sekaligus seorang pengusaha. Ahmad Sahroni terlahir dari keluarga yang sederhana, hingga akhirnya dirinya mendapatkan kesuksesan dengan jerih payahnya sendiri. Roni tinggal di daerah yang kumuh dan miskin, mulai mencari pekerjaan di sekitar wilayah Pelabuhan Tanjung Priok. Roni pernah menjadi sopir antar-jemput anak-anak sekolah, tukang cuci kuali raksasa di dapur kapal pesiar asing, pelayan restoran, serta karyawan di beberapa perusahaan. Ia juga pernah menjadi sopir di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengisian bahan bakar minyak.
Hingga akhirnya waktu bergulir, jabatannya terus naik, banyak pengalaman didapatkan, melampaui banyak kesulitan, Roni pun akhirnya berhasil memiliki perusahaan PT Ekasamudera Lima dan PT Ruwanda Satya Abadi. Dan memiliki beberapa kapal tongkang pengangkut BBM.
Ahmad Sahroni pernah menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2014 – 2019 dari Partai Nasdem, sebelum dirinya menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Riwayat Pekerjaan
- PT Ruwanda Satya Abadi, Sebagai: Direktur Utama. Tahun: 2008 – 2013
- PT Ekasamudera Lima, Sebagai: Direktur Utama. Tahun: 2005 – 2014
- PT Sagakos Intec, Sebagai: Direktur Operasional. Tahun: 2003 –
- PT Sagakos Intec, Sebagai: Direktur Utama. Tahun: 2003 – 2005
- PT Millenium Inti Samudera, Sebagai: Kepala Operasional. Tahun: 2002 – 2003
- PT Millenium Inti Samudera, Sebagai: Staff Operasional. Tahun: 2001 –
- PT Millenium Inti Samudera, Sebagai: Supir. Tahun: 1999 – 2000
- PT Niaga Gemilang Samudera, Sebagai: Supir. Tahun: 1998 – 1999
Riwayat Organisasi
- Presiden Mclaren Club Indonesia (MCI), Sebagai: . Tahun: 2018 –
- Pembina Motor Besar Indonesia (MBI), Sebagai: . Tahun: 2018 –
- Ketua Bidang Usaha dan Dana Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, Sebagai: . Tahun: 2018 –
- Ketua Komite tetap Hubungan dengan Lembaga Tinggi Negara-Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Sebagai: . Tahun: 2017 –
- Pembina Indonesia Karate-Do (IKADO), Sebagai: . Tahun: 2017 –
- Pendiri dan Presiden Brotherhood Club Indonesia (BCI), Sebagai: PRESIDEN. Tahun: 2016 –
- Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perdagangan Barang Distributor, Keagenan dan Industri Indonesia (ARDIN Indonesia), Sebagai: WAKIL KETUA. Tahun: 2016 –
- Ketua DPW Partai Nasdem DKI Jakarta, Sebagai: KETUA. Tahun: 2015 – 2016
- Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI), Sebagai: WAKIL KETUA. Tahun: 2015
- Plt. Ketua DPW Partai Nasdem DKI Jakarta, Sebagai: KETUA. Tahun: 2014 – 2015
- Bendhara Fraksi Partai Nasdem DPR RI, Sebagai: BENDUM. Tahun: 2014 –
- Bendhara Umum DPW DKI Jakarta Partai Nasdem, Sebagai: BENDUM. Tahun: 2013 –
- Ketua Bidang Ekonomi GARDA Pemuda Nasdem, Sebagai: . Tahun: 2013 –
- Ketua Bidang Koperasi dan Wiraswasta DPP Mahasiswa Pancasila (MAPANCAS), Sebagai: . Tahun: 2012 2016
- Sekjen Himpunan Pemuda Sinar Sahid (HPSS), Sebagai: . Tahun: 2012 – 2017
- Presiden Ferari Owners Club Indonesia (FOCI), Sebagai: Presiden. Tahun: 2011 – 2016
- M Owners Club Indonesia (FOCI), Sebagai: Presiden. Tahun: 2009 – 2012
- Famili Escudo Club (FEC), Sebagai: Humas. Tahun: 1997 – 1998
Ketua Pelaksana Event Formula E
Dirinya juga sempat ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Event Formula E, yang dihelat di DKI Jakarta, pada Juni 2022 mendatang. Sahroni kala itu ditunjuk langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang menjabat kala itu. “Kami menyampaikan terimakasih kepada Pak Sahroni yang bersedia untuk menerima tugas besar ini,” ungkap Anies. “Kita bangga karena yang ditugasi adalah warga Jakarta, asli dari Tanjung Priok yang memang ditugasi nantinya menjadi sebuah even yang menempatkan Jakarta dan Indonesia di kancah global,” ujar Anies.
Menurut Anies, Ahmad Sahroni cukup berpengalaman di dalam kegiatan balap mobil. Alasan berikutnya karena Sahroni juga merupakan ketua perkumpulan mobil listrik dan Sekjen IMI (Ikatan Motor Indonesia).











