"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

KDM Janji Jemput Vina Cirebon, Korban Pengantin Pesanan di Tiongkok dengan Janji Manis dan Mahar Mewah

Gubernur Jawa Barat Tegaskan Aksi Tegas Terhadap Kasus Vina

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan pernyataan tegas terkait kasus Vina, seorang perempuan asal Desa Gombang, Kabupaten Cirebon yang diduga menjadi korban sindikat nikah pesanan di luar negeri. Dalam acara Safari Ramadan ‘Tarling Neuleuman Poekna Peuting’ di Lapangan Mandala Giri, Desa Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Dedi memastikan pemerintah provinsi akan segera bertindak untuk menjemput Vina.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada malam hari, dan langsung mendapat respons positif dari warga yang hadir. Dedi menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah-langkah terkait dengan kasus Vina, termasuk koordinasi dengan pihak kabupaten.

Menyentil Janji Manis dan Mahar Mewah

Dalam pidatonya, Dedi juga menyentil fenomena perempuan Jawa Barat yang mudah tergoda oleh janji-janji manis dan mahar mewah. Ia menyoroti bagaimana banyak perempuan yang tertipu oleh iming-iming pernikahan ke luar negeri, namun pada akhirnya janji-janji itu tidak ditepati.

“Banyak sekali perempuan Jawa Barat ini yang mudah tergoda oleh janji uang, janji dinikahi dengan mahar yang mewah. Pada akhirnya, seluruh janji itu tidak ditepati,” katanya.

Ia juga bercanda dengan menyebut dirinya sebagai politisi, yang kemudian membuat para hadirin tertawa. Dedi menekankan pentingnya kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan rakyat, bukan golongan atau partai.

Pentingnya Sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten

Dedi juga menyinggung pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Ia menyatakan bahwa masalah-masalah yang ada bisa diselesaikan jika gubernur dan bupati bekerja sama. Ia menekankan bahwa pemerintah provinsi akan memberikan dukungan kepada kabupaten dalam pembangunan.

Video Call 25 Menit dengan Gubernur

Sebelum menyampaikan pernyataan di atas panggung, Vina diketahui telah melakukan panggilan video dengan Dedi Mulyadi selama sekitar 25 menit pada hari yang sama. Dalam percakapan tersebut, Dedi bertanya tentang kronologi kasus Vina, dan Vina menjelaskan situasi secara jujur agar tidak terjadi kesalahan di masa depan.

Vina mengaku sempat ditegur oleh Dedi karena ia merasa ada kesalahan dari pihaknya sendiri. Namun, ia tetap meminta bantuan untuk dipulangkan, karena semua berkasnya ditahan. Ia juga diminta untuk memberikan lokasi dan nomor pihak yang terlibat dalam kasus ini.

Meski telah mendapat respons langsung dari orang nomor satu di Jawa Barat, Vina masih merasa takut karena khawatir pihak yang terlibat akan mengetahui keberadaannya. Namun, ia mendapatkan dukungan dari Dedi, yang menenangkannya dengan menyatakan bahwa Vina akan dijemput oleh KBRI.

Awal Kasus Berawal dari Lingkungan Kerja

Kasus ini bermula dari perkenalan Vina di lingkungan kerjanya di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta. Ia mengaku mengetahui ajakan menikah sejak awal, namun tidak menyadari adanya dugaan sindikat. Setelah tiba di China, situasi berubah drastis, dan ia mengaku mendapat ancaman saat mencoba membatalkan pernikahan.

Vina juga memastikan bahwa tidak ada kontrak resmi sebelum keberangkatan. Pembahasan mengenai mahar baru dilakukan beberapa hari sebelum keberangkatan. Kuasa hukum keluarga dari YLBHI Garuda Sakti menyebut bahwa rombongan warga negara asing sempat datang ke rumah Vina empat kali sebelum keberangkatannya pada 7 Agustus 2025.

Kasus ini mencuat setelah video Vina menangis dan meminta pertolongan kepada Gubernur Jawa Barat viral di media sosial. Dedi Mulyadi langsung merespons dengan tegas, menunjukkan komitmennya untuk melindungi warga Jawa Barat yang terjebak dalam sindikat tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *