Kecelakaan Kerja di TPA Putri Cempo, Seorang Petugas Tewas
Pada hari Senin (2/3/2026), sebuah kejadian tragis terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kota Solo. Seorang petugas tewas setelah terjatuh ke mesin penggiling sampah. Korban meninggal sebelum sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi.
Detik-Detik Kecelakaan
Seorang saksi mata, Eko Surani, menceritakan bagaimana kejadian tersebut berlangsung. Ia mendengar teriakan minta tolong dari teman korban untuk mematikan mesin sekitar pukul 10.00 WIB. “Teriak minta tolong matiin mesinnya. Sekitar kurang lebih jam 10-an. Langsung dimatiin. Teriakan bising banget,” ujar Eko.
Petugas lain segera mematikan mesin penggiling, namun nyawa korban tidak tertolong. Sekitar 10 menit kemudian, ambulans dan petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk evakuasi. “Ya sekitar 10 menitan langsung datang sama Damkar. Penggilingan pertama,” jelasnya.
Kondisi Korban
Eko mengatakan bahwa ia tidak mengetahui kondisi pasti korban setelah terjatuh. Ia hanya mendengar dari orang-orang di lokasi bahwa posisi kepala korban berada di bawah. “Nggak berani lihat. Posisi kepala sudah di bawah,” tambahnya.
Tak lama setelah kejadian, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Saat dibawa ke ambulans, korban masih menunjukkan sedikit gerakan, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. “Sudah. Meninggalnya pas detik-detik mau dibawa. Pas di dalam masih gerak-gerak,” jelas Eko.
Kesaksian Paman Korban
Paman korban, Paino, merasakan duka mendalam. Dia berada di lokasi saat kejadian. Saat itulah korban mengembuskan napas terakhir. “Saya menyangga menahan pundaknya, anaknya itu nyawa melayang di tangan saya,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya, Senin (2/3/2026).
Ia mengetahui keponakannya tersebut jatuh ke mesin saat ia mengambil antrean di TPA Putri Cempo. Seketika ia langsung menghampiri keponakannya tersebut. “Waktu ambil antrean di TPA, istri saya dipanggil, katanya thole masuk mesin tergilas, itu gimana,” terangnya.
Ia sendiri tak kuasa menahan tangis melepas kepergian keponakan yang sudah ia anggap seperti anak sendiri tersebut. “Akhirnya saya terus nggak kuat nahan, nangis terus, akhirnya nggak sadar juga,” ungkapnya.
Sebenarnya ia sempat meminta almarhum untuk libur. Saat ini kakak iparnya akan menjalani persalinan sehingga butuh pengganti. Mungkin jika ia menuruti permintaan pamannya tersebut, tak akan terjadi tragedi ini. “Sebetulnya kemarin sudah saya minta untuk libur membantu kakeknya ambil sampah. Tapi nggak tahunya malah masuk kerja. Kakaknya, istrinya mau lahiran operasi. Maksud saya suruh bantu ambil sampah biar kakaknya menjaga istrinya lahiran. Tapi nggak tahunya malah masuk kerja,” jelasnya.
Almarhum selama ini bekerja di mesin penggilingan sampah. Ia bertugas memilah sampah sebelum dimasukkan ke mesin. “Malah kejadian ini, mau gimana lagi. Kerja di situ kurang lebih tiga tahunan. Sempat libur, mesinnya nggak bekerja. Setelah itu beroperasi, ini kejadian ini. Di bagian pemilah,” tuturnya.
Ia tak tahu persis bagaimana almarhum bisa masuk ke mesin tersebut. Ia memperkirakan keponakannya tersebut tak sadarkan diri. “Soal kejadian bisa masuk kurang paham. Tapi melihat kondisinya kemungkinan pingsan. Kondisi di sebelah tepi mesin, di roda penggiling itu. Kemungkinan pingsan ketarik roda itu. Biasanya ada temannya. Ini waktu sendiri atau gimana kurang paham. Soalnya saya juga ngambil sampah di Mojosongo,” jelasnya.
Evaluasi Keselamatan Kerja
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo, Herwin Tri Nugroho, menjelaskan bahwa Edy Saputro, korban yang jatuh ke mesin penggiling sampah dan tewas merupakan karyawan PT. Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP). Perusahaan ini merupakan pengelola Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Putri Cempo.
Namun, pihaknya belum mengetahui kronologi secara detail bagaimana korban terjatuh hingga kemudian meninggal dunia. “Karyawan PT. SCMPP ada kecelakaan. Kami akan konfirmasi kejadiannya seperti apa. Kemudian langkah penanganannya seperti apa,” jelasnya saat ditemui di dekat lokasi kejadian.
Ia pun akan mengevaluasi aspek keselamatan kerja para karyawan PT. SCMPP setelah adanya peristiwa yang terjadi pada Senin (2/3/2026) ini. “Kita lakukan re-check lagi proses kegiatan dalam kerangka keselamatan kerja pegawai di Putri Cempo kita lihat lagi,” terangnya.











