"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

DPRD Sumsel Hebohkan dengan Pengadaan Meja Biliar Rp 486 Juta

Rencana Pembelian Meja Biliar untuk Rumah Dinas Pimpinan DPRD Sumsel

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel) tengah mengusulkan pembelian dua unit meja biliar untuk rumah dinas pimpinan dewan. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 486,9 juta. Rencana ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, terutama karena kondisi ekonomi saat ini yang masih memprihatinkan.

Pembelian meja biliar ini diketahui berasal dari usulan pimpinan DPRD Sumsel, bukan inisiatif dari Sekretariat DPRD. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris DPRD Provinsi Sumatera Selatan, H. Aprizal. Ia menjelaskan bahwa Sekretariat hanya menjalankan usulan yang diajukan oleh pimpinan dewan terkait fasilitas di rumah dinas.

Menurut Aprizal, usulan pembelian meja biliar tersebut cukup wajar, mengingat Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie juga menjabat sebagai ketua umum Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pengprov POBSI) Sumsel. “Karena ketua kan adalah ketum biliar Sumsel jadi wajar,” ujarnya.

Status Pengadaan Meja Biliar

Meski telah diusulkan, pengadaan meja biliar tersebut belum dilaksanakan hingga saat ini. Aprizal menjelaskan bahwa permintaan untuk menganggarkan meja biliar tersebut belum terealisasi. “Belum, karena permintaan mereka untuk dianggarkan belum dilaksanakan. Makanya baru dimasukkan di SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan), dan dilihat orang karena sudah e katalog.”

Selain itu, Aprizal juga menyatakan bahwa ia belum mengetahui secara pasti mengapa hanya dua dari empat pimpinan yang akan mendapatkan meja biliar di rumah dinas mereka. “Ya, termasuk usulan pimpinan lainnya kita akan cek, karena informasi belum valid dan akan ditanya ke bagian umum dulu,” katanya.

Perbedaan Anggaran antara Pimpinan

Aprizal juga menyebut bahwa ia tidak mengetahui secara pasti adanya perbedaan anggaran bagi dua pimpinan tersebut. Wakil Ketua Ilyas Panji dikatakan memiliki anggaran yang lebih besar dibanding yang diperuntukan bagi Ketua Andie Dinialdie. “Nah, itulah nanti aku cek dulu ke bagian umum, dan nanti akan saya kumpulkan hari ini. Sebab ini jadi pertanyaan, kenapa pak Ilyas lebih mahal dibanding ketua, maka akan saya cek dulu.”

Ia juga menyebut bahwa untuk Wakil Ketua Ilyas Panji, harga meja biliar yang diajukan belum jelas. “Apa selain meja juga ada yang lainnya dan akan saya cari Informasinya,” tambahnya.

Efisiensi Anggaran dan Kebutuhan Penunjang

Sebelumnya, Kepala Bagian Humas dan Protokoler DPRD Sumsel Hadiyanto membenarkan data yang dilihat dari SIRUP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dari Sekretariat DPRD Sumsel. Data tersebut merupakan hasil update per 7 Maret 2026, pukul 01.47 WIB.

Hadiyanto menyebut bahwa pengadaan meja biliar tersebut menjadi sorotan, terutama dalam konteks efisiensi anggaran akibat pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat. “Alat tersebut sebagai kebutuhan penunjang aktivitas para anggota dewan. Tetapi sekali lagi belum dilaksanakan,” jelasnya.

Dari data SIRUP, alokasi rencana pengadaan meja biliar itu diperuntukkan bagi Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie sebesar Rp 151 juta dan Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam sebesar Rp 335,9 juta. Totalnya mencapai Rp 486,9 juta.

Proses Koordinasi dengan Bagian Umum

Hadiyanto menambahkan bahwa rencana pengadaan meja biliar dan lain-lainnya masih akan dikoordinasikan dengan bagian umum. “Nah, kalau untuk kegiatan-kegiatan (pengadaan) tersebut coba aku nanti koordinasi dengan Kabag Umum,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *