Respons Menarik dari Suporter dan Legenda Persebaya Surabaya
Persebaya Surabaya mengalami kekalahan telak 5-1 dari Borneo FC dalam laga lanjutan pekan ke-25 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/3/2026). Hasil ini mengejutkan banyak pihak, terutama para suporter setia yang dikenal sebagai Bonek Mania. Meski kalah, respons dari Bonek justru mencengangkan.
Banyak suporter yang memilih untuk memberikan dukungan moril kepada pemain Persebaya Surabaya. Mereka tidak hanya menyampaikan rasa sedih atas kekalahan, tetapi juga memberi semangat agar tim bisa bangkit dan melanjutkan perjuangan.
Selain Bonek, seorang legenda Persebaya Surabaya, Jacksen F Tiago, juga turut berkomentar. Ia menulis pesan yang penuh dukungan dan harapan untuk tim. Dalam komentarnya, ia menyampaikan bahwa Persebaya Surabaya pasti bisa berbuat lebih baik pada pertandingan berikutnya.
Tidak hanya dari suporter, banyak netizen juga memberikan tanggapan positif. Beberapa dari mereka menulis pesan-pesan yang penuh semangat dan dukungan. Misalnya, @noxtt.04 menulis: “Banyak banget hujatan di komentar, semangat terus buat pemain, manager, official.”
@ridian1493 mengungkapkan kekecewaannya karena klub kesayangannya dihajar habis dan lebih miris lagi, klub tersebut dijadikan bahan lelucon di media sosial. Ia berharap agar Persebaya Surabaya segera membaik dan kembali menjadi juara.
Sementara itu, @wark0p menyampaikan bahwa suporter Persebaya sudah banyak yang tidak setia dan kini diambil alih oleh orang-orang yang tidak bekerja. Ia berharap musim depan akan ada perbaikan.
Ada juga yang menulis pesan singkat seperti @anggunrahmasari70 dengan tulisan “Ga papa, tetap semangat persebaya surabaya.” Begitu pula dengan @aarrriil yang menulis: “Sering di kecewakan tapi tidakk meninggal kan, semangatt jolll , kami di belakangmuu.”
Dukungan juga datang dari @bintang_indra22 dengan tulisan “semangat terus joll” dan @iqbalcfp yang menulis: “Comeback stronger jolll @officialpersebaya kalah menang ku dukung ayo ayo bangkit reek WANI @bernardotavares80 @brunomoreira99 @cachisrivera @ariefcaturp @galifreitas21.”
Jalannya Pertandingan yang Mengesankan
Pertandingan antara Persebaya Surabaya dan Borneo FC berlangsung dengan tempo cepat sejak awal. Kedua tim saling menyerang dan menciptakan beberapa peluang. Namun, belum ada gol yang tercipta dalam sepuluh menit pertama.
Pada menit ke-12, sundulan Caxambu masih bisa ditangkap oleh Ernando Ari. Serangan balik Persebaya diakhiri oleh tendangan Malik Risaldi yang digagalkan oleh Nadeo. Di menit ke-15, Juan Villa mencetak gol indah dari jarak jauh yang membuat Borneo FC unggul 1-0.
Pada menit ke-26, Risto melepaskan tendangan keras jarak jauh yang masih bisa diamankan oleh Ernando. Di menit ke-38, Ernando kembali melakukan penyelamatan penting dengan menepis tendangan Muhamad Anez.
Di babak kedua, Borneo FC terus mengancam gawang Persebaya. Pada menit ke-50, Mohammad Anez melepaskan tendangan yang masih di atas gawang. Tiga menit kemudian, Pablo Ganet melepaskan tendangan yang juga gagal masuk.
Pada menit ke-58, Juan Villa mencetak gol kedua untuk Borneo FC. Mariano Peralta kemudian mencetak gol ketiga di menit ke-62. Di menit ke-68, Koldo Obieta mencatatkan gol keempat. Persebaya berhasil memperkecil ketertinggalan di menit ke-74 melalui Leo Lelis.
Di akhir pertandingan, Marcos Astina mencetak gol kelima Borneo FC setelah menggocek Ernando Ari.
Susunan Pemain
Borneo FC:
Nadeo Argawinata, Christophe Nduwarugira, Komang Teguh, Alfharezzi Buffon, Caxambu, Kei Hirose, Mohammad Anez, Rivaldo Pakpahan, Juan Villa, Koldo Obieta, Mariano Peralta
Cadangan:
Daffa Fasya, Syahrul Trisna, Diego Mochiels, Ardi Idrus, Ahmad Agung, Ikhsan Zikrak, Dwiky Hardiansyah, Cleylton, Camara Ousmane Maiket, Marcos Astina, Mohammad Khanafi, M Sihran
Persebaya Surabaya:
Ernando Ari, Jefferson da Silva, Koko Ari, Leo Lelis, Risto Mitrevski, Francisco Rivera, Milos Raickovic, Sadida Nugraha Putra, Bruno Moreira, Malik Risaldi, Gali Freitas
Cadangan:
Andhika Ramadhani, Riyan Ardiansyah, Mikael Tata, Ahmad Mjtaba, Moch Ichsas Baihaqi, Sheva Kardanu Setiawan, Toni Firmansyah, Oktafianus Fernando, Dimas Wicaksono, Aleandro Alan Maulana, Pedro Matos, Bruno Pereira











