"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Israel Akui Jatuhkan 6.500 Bom

Perang yang Berlangsung Delapan Hari

Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memasuki hari ke-9. Dalam konflik ini, masing-masing pihawa saling memberikan klaim terkait jumlah korban dan kerusakan yang dialami.

Klaim dari Pihak Iran

Menurut informasi yang diberikan oleh KCHQ (Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia), lebih dari 200 tentara Amerika Serikat tewas atau terluka dalam serangan balasan Operasi True Promise 4. Serangan ini dilakukan selama 24 jam terakhir terhadap pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Kerugian besar dialami oleh pasukan dan komandan AS akibat serangan tersebut.

Serangan Iran juga menimbulkan kerusakan pada infrastruktur dan sumber daya militer AS. Juru Bicara KCHQ menyebutkan bahwa 21 tentara Amerika tewas dan banyak lainnya terluka di Armada ke-5 AS. Sekitar 200 warga Amerika tewas atau terluka di Pangkalan Udara Al Dhafra, serta sebuah kapal tanker minyak milik AS menjadi target di bagian utara Teluk Persia.

KCHQ merupakan subdivisi dari Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran yang bertugas merancang dan mengatur operasi militer Iran. Konflik ini berawal dari kampanye militer AS dan rezim Zionis terhadap Iran, yang telah membunuh Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei serta para komandan militer senior dan warga sipil pada tanggal 28 Februari.

Angkatan Bersenjata Iran melakukan serangan balasan dengan menggunakan rudal dan drone untuk menyerang target AS dan Israel di wilayah pendudukan dan negara-negara regional.

Klaim dari Pihak Israel

Sementara itu, sumber-sumber Departemen Pertahanan Israel/IDF mengklaim bahwa angkatan udara negara itu telah membunuh ribuan pasukan Iran. Menurut media Israel Jerusalem Post, IDF menjatuhkan 6.500 bom ke wilayah Iran dan sekitarnya. Israel bergabung dengan AS dalam perang yang telah berlangsung delapan hari sejak 28 Februari 2026.

IDF juga mengklaim bahwa lebih dari 50 pejabat senior Iran tewas dan banyak bangunan di Iran hancur dibom. Namun, Israel belum mempublikasikan informasi terbaru tentang jumlah militernya yang tewas dalam perang dengan Iran.

Pernyataan dari Pihak Iran

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Larijani mengatakan bahwa AS dan sekutunya gagal dalam mewujudkan rencana mereka untuk menghancurkan Iran. Dalam wawancara pada hari Sabtu, Larijani menyebutkan bahwa tujuan utama AS dan sekutunya adalah untuk menghancurkan Iran. Namun, solidaritas yang ditunjukkan oleh bangsa Iran dan pengelolaan negara selama masa perang telah menggagalkan rencana mereka.

“Dalam beberapa hari terakhir, Donald Trump dan para sekutunya, serta kaum Zionis (Israel) dan beberapa aktor regional, secara eksplisit menyatakan tujuan utama mereka dalam pidato-pidato mereka. Tujuan utama mereka sebenarnya adalah untuk menghancurkan Iran,” kata Larijani.

“Tujuan mereka bukan sekadar menciptakan perubahan kecil di Iran. Dari perspektif Israel terhadap negara besar seperti Iran, (perubahan kecil) ini pada dasarnya tidak berarti apa-apa. Oleh karena itu, tujuan mereka adalah disintegrasi Iran. Kekhawatiran utama mereka adalah Iran itu sendiri,” tambahnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *