"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Kronologi Pemuda Makassar Tewas Ditembak Polisi Saat Pembubaran Permainan Senapan Omega

Peristiwa Tragis di Makassar: Seorang Pemuda Tewas Tertembak Saat Aksi Tembak-tembakan dengan Senjata Mainan

Permainan senapan mainan jenis omega yang marak selama Ramadan 2026 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berujung pada insiden tragis. Seorang pemuda berusia 18 tahun, Bertrand Eka Prasetyo, meninggal dunia setelah tertembak saat aparat kepolisian membubarkan aksi saling tembak antar kelompok pemuda.

Kronologi Kejadian

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menjelaskan kronologi kejadian dalam konferensi pers yang digelar di kantornya. Menurutnya, laporan awal diterima sekitar pukul 07.00 WITA melalui handy talky dari Kapolsek Rappocini. Laporan tersebut menyebutkan adanya sekelompok anak muda yang bermain senapan omega di jalan. Kelompok tersebut tidak hanya bermain tembak-tembakan, tetapi juga sempat menghentikan pengguna jalan serta mendorong warga yang melintas.

Setelah menerima laporan, seorang perwira polisi berinisial Iptu N langsung menuju lokasi kejadian menggunakan mobil. Ketika tiba di tempat kejadian, petugas mendapati korban yang sedang melakukan tindakan keras terhadap seorang pengendara sepeda motor. Iptu N kemudian turun dari mobil dan melakukan penangkapan terhadap korban sambil melepaskan tembakan peringatan.

Pada saat korban diamankan, situasi berubah ketika Bertrand mencoba melarikan diri. Dalam kondisi tersebut, terjadi perlawanan saat korban berusaha melepaskan diri. Menurut Arya, ketika korban meronta, pistol yang masih berada di tangan Iptu N meletus secara tidak sengaja dan mengenai bagian belakang tubuh korban.

Proses Medis dan Autopsi

Korban segera dibawa ke Rumah Sakit Grestelina untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun karena keterbatasan peralatan medis, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara. Setibanya di rumah sakit tersebut, Bertrand dinyatakan meninggal dunia. Jenazah korban langsung menjalani proses autopsi pada malam yang sama untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.

Sementara itu, Iptu N beserta senjata api yang digunakan dalam peristiwa tersebut telah diamankan guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut. Menurut Arya, sejumlah petugas seperti Kasat Reskrim, Kabid Propam, serta Kasi Propam turut melakukan olah tempat kejadian perkara.

Kesaksian di Lokasi Kejadian

Salah seorang saksi, DN (21), mengaku berada di lokasi ketika kejadian berlangsung. Ia menyebut rombongan pemuda sempat bergerak dari kawasan Toddopuli 4 menuju Toddopuli 2 sebelum insiden terjadi di sekitar Toddopuli Raya. Menurutnya, sempat terjadi tabrakan antar kelompok yang ia sebut sebagai pihak penyerang.

DN mengatakan tabrakan tersebut terjadi di antara kelompok yang sama sebelum akhirnya aksi tembak-tembakan dengan senjata mainan kembali terjadi. Ia juga mengaku mendengar suara orang yang mengokang senjata sebelum polisi datang dari arah Hertasning menggunakan mobil biasa.

Keterangan Keluarga Korban

Ibu korban, Desi Manuhutu, mengatakan dirinya menerima kabar mengenai peristiwa tersebut saat berada di Jakarta. Ia mengaku baru memperoleh informasi sekitar pukul 11.00 WITA atau beberapa jam setelah kejadian berlangsung. Menurutnya, awalnya keluarga hanya diberi tahu bahwa anaknya dibawa dari rumah sakit tanpa penjelasan rinci mengenai kondisi sebenarnya.

Tidak lama setelah itu, keluarga kembali mendapat kabar bahwa putranya telah meninggal dunia. Desi mengaku mempertanyakan bagaimana anaknya bisa terkena tembakan. Ia menilai bahwa seharusnya tembakan polisi dilepaskan ke udara sebagai peringatan. Karena itu ia meminta agar dilakukan autopsi terhadap jenazah putranya. Permintaan tersebut kemudian dipenuhi dan proses autopsi dilakukan di Makassar.

Penyelidikan dan Proses Hukum

Hingga saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian menyatakan akan menunggu hasil autopsi resmi untuk memastikan secara detail penyebab kematian korban serta menelusuri aspek prosedural penggunaan senjata api oleh anggota di lapangan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *