"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Apakah Rudal Iran Bisa Sampai ke Eropa?

Peluncuran Rudal Balistik Jarak Jauh dari Iran Menuju Kepulauan Chagos



Pada akhir pekan lalu, Iran dilaporkan meluncurkan rudal balistik jarak jauh dari ibu kota mereka, Teheran, menuju pangkalan militer gabungan AS-UK di Pulau Diego Garcia yang terletak di Samudra Hindia. Insiden ini menandai eskalasi konflik yang nyata di kawasan Timur Tengah. Meskipun rudal yang ditembakkan tidak mengenai sasaran, peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak, termasuk pasukan pertahanan Israel (IDF).

Menurut IDF, ini adalah pertama kalinya Iran meluncurkan rudal jarak jauh seperti ini sejak dimulainya konflik antara Israel, AS, dan sekutunya dengan Iran pada 28 Februari lalu. Namun, hingga saat ini, Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Berbagai media massa di dalam negeri Iran juga mengutip informasi dari media internasional.

Para ahli kini sedang menelisik implikasi dari serangan rudal Iran tersebut, termasuk maknanya untuk target potensial yang lebih luas. Salah satu pertanyaan utama adalah apakah rudal Iran mampu mencapai ibu kota negara-negara di Eropa seperti Berlin, Paris, dan London?

Seorang menteri di kabinet Inggris menyatakan bahwa “tidak ada penilaian untuk mendukung” klaim IDF bahwa Iran memiliki rudal jarak jauh yang bisa mencapai London. Namun, hal ini memicu diskusi yang semakin panas tentang kemampuan rudal Iran.

Program Rudal Iran dan Perhatian Dunia

“Program rudal Iran telah sejak lama menjadi titik fokus pengawasan komunitas internasional,” kata Ghoncheh Habibiazad, jurnalis BBC News Persian. Meskipun Iran menyatakan bahwa program pengembangan rudal mereka bersifat defensif dan berakar pada strategi pencegahan nasional, beberapa kritikus berpendapat bahwa kemajuan dalam kemampuan rudal jarak jauh mereka dapat mengubah dinamika keamanan regional.

Satu bulan setelah negosiasi untuk mengatasi kekhawatiran atas ambisi nuklir Iran, Israel dan AS langsung menyerang Iran. Gugusan Kepulauan Chagos, yang salah satunya adalah Pulau Diego Garcia, berjarak sekitar 3.800 kilometer dari Iran. Wall Street Journal dan CNN melaporkan penembakan rudal balistik Iran ke pulau tersebut. Keduanya mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, yang mengklaim tidak satu pun rudal Iran yang mencapai pulau itu.

Salah satu rudal, menurut pejabat itu, gagal di udara, sementara yang lainnya dicegat oleh rudal kapal perang AS. BBC telah memverifikasi dan menyimpulkan bahwa klaim tersebut benar.

Pernyataan IDF dan Analisis Terkini

Segera setelah insiden tersebut, IDF mengatakan banyak kota di Eropa, Asia, dan Afrika dapat dicapai oleh rudal Iran. IDF juga pada 2025 mengklaim bahwa Iran berencana mengembangkan rudal dengan kemampuan seperti itu.

Kepala Staf IDF, Letnan Jenderal Eyal Zamir, mengunggah video di media sosial setelah peluncuran ke arah Kepulauan Chagos. Ia menyatakan bahwa Iran meluncurkan rudal balistik antarbenua dua tahap dengan jangkauan 4.000 kilometer. Rudal-rudal itu tidak dimaksudkan untuk mengenai Israel, tetapi jangkauannya mencapai ibu kota Eropa seperti Berlin, Paris, dan Roma.

Namun, sejumlah kalangan, termasuk pakar pertahanan dan mantan kepala Komando Pasukan Gabungan Inggris, Jenderal Richard Barrons, menilai analisa baru perlu dilakukan terhadap persediaan dan jangkauan rudal Iran. “Sebelumnya kami mengira rudal Iran memiliki jangkauan 2.000 kilometer, tapi faktanya Diego berjarak 3.800 kilometer dari Iran,” ujarnya.

Batasan Internal dan Kekhawatiran Teknis

Hingga saat ini, Iran menyatakan telah memberlakukan batasan sendiri terhadap program rudal balistik mereka, dengan jangkauan terjauh 2.000 kilometer. Merujuk klaim ini, artinya Israel berada dalam jangkauan rudal Iran, tapi tidak dengan kawasan Eropa.

Ayatollah Ali Khamenei pada tahun 2021 menyatakan bahwa pembatasan program rudal mereka adalah pilihan politik. Dia berkata, Iran tidak memiliki kendala teknis dalam pembuatan rudal. Di sisi lain, proyek itu juga dibuat di tengah penentangan dari para pemimpin militer dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Meski begitu, pada September 2025, seorang anggota parlemen Iran mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa IRGC telah berhasil melakukan uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua. Namun dia tidak memberikan rincian tentang jangkauan rudal tersebut.

Kemampuan Rudal Iran dan Ancaman Global

Pemerintah AS sejak lama menuduh bahwa program luar angkasa Iran memungkinkan negara itu mengembangkan teknologi untuk membangun rudal balistik antarbenua. Beberapa pakar sepakat dengan tudingan itu. Karin von Hippel, mantan direktur jenderal Royal United Services Institute di London, berkata “dengan asumsi rudal mencapai Diego Garcia, Iran juga mengembangkan rudal balistik antarbenua yang dapat mencapai hingga 10.000 kilometer, meskipun kita belum melihatnya beraksi.”

Merujuk jarak yang disebut Hippel, artinya rudal yang ditembakkan dari Iran berpotensi mencapai daratan AS. Serangan Iran terhadap Samudra Hindia, menurut sejumlah pakar, menunjukkan bahwa batasan internal terhadap pengembangan rudal jarak jauh Iran sebenarnya telah dihilangkan.

Keraguan dan Perspektif Psikologis

Namun sejumlah kalangan ragu apakah rudal jarak jauh Iran benar-benar bisa mencapai Eropa atau bahkan AS. “Tidak ada penilaian spesifik bahwa Iran menargetkan Inggris atau bahkan dapat melakukannya jika mereka mau,” kata Steve Reed, Menteri Perumahan UK.

Namun isu yang juga mencuat adalah apakah Iran telah menguasai teknologi untuk melakukan serangan jarak jauh seperti itu. Terdapat aspek psikologis yang tampak dalam isu ini. Beberapa pihak percaya bahwa Iran selama konflik dengan Israel dan AS sebenarnya tidak pernah bermaksud untuk mengenai target serangan mereka. Iran justru dianggap hendak mengirimkan peringatan.

“Bukan berarti mereka berpikir bahwa besok mereka akan menyerang London atau Paris, tapi bagi mereka itu adalah elemen lain yang memungkinkan mereka untuk membangun pencegahan,” kata Danny Citrinowicz, mantan perwira intelijen militer Israel yang sekarang bekerja untuk Institut Studi Keamanan Nasional yang berbasis di Tel Aviv.

Respons Israel dan Isu Strategis

Respons Israel terhadap peristiwa di Samudra Hindia pekan ini juga dapat diinterpretasikan sebagai seruan mereka memanggil negara lain untuk berseketu. “Tentu saja Israel akan mengatakan ini karena sesuai dengan kepentingan mereka untuk memperluas perang dan melibatkan sebanyak mungkin negara lain di samping Amerika dan Israel,” kata Richard Shirreff, mantan wakil komandan NATO untuk Eropa.

“Kita harus menolak ajakan ini. Ini adalah perang Trump, tanpa tujuan akhir dan strategi yang jelas, yang telah menjadi begitu rumit. Kita diberitahu bahwa kemampuan nuklir Iran telah dihancurkan enam bulan yang lalu. Kita tidak bisa mempercayai apa pun yang keluar dari AS tentang hal ini,” ujarnya.







Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *