Duka di Kawasan Timur Tengah: Dua Prajurit TNI Gugur Saat Mengevakuasi Jenazah
Dalam insiden tragis yang terjadi di Bani Hayyan, Lebanon, dua prajurit TNI gugur saat mengevakuasi jenazah Praka Farizal Romadhon. Insiden ini terjadi dalam rangka misi perdamaian UNIFIL dan menjadi kejadian fatal kedua dalam 24 jam terakhir. Hingga kini, penyebab ledakan masih dalam proses penyelidikan.
Korban gugur adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dari Sat Grup 2 Kopassus dan Sertu Ikhwan dari Kesdam IX Udayana. Keduanya tewas di lokasi kejadian setelah kendaraan mereka mengalami ledakan. Dua prajurit lainnya, yaitu Kapten Inf Sulthan dari Yonif 320 dan Praka Deni anggota AU Lanud Atang Sanjaya, mengalami luka-luka dan berhasil dievakuasi ke rumah sakit di Beirut.
Kronologi Kejadian
Menurut laporan kronologi sementara, rombongan pasukan TNI terdiri dari Indonesian Task Force Bravo (TFB) dengan 2 Ran yang melakukan escort/pengawalan kepada Spanyol, serta CSSU (Combat Support Service Unit) dengan total 6 unit kendaraan. Rombongan membawa peti jenazah kosong untuk menjemput jenazah Praka Farizal Romadhon.
Saat kendaraan lapis baja melintas di Bani Hayyan, tiba-tiba terjadi ledakan pada kendaraan (Ran) 1, sehingga mengakibatkan kerusakan parah. Ledakan tersebut terjadi saat rombongan sedang berbelok. Dampaknya, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Ikhwan tidak sempat dievakuasi karena intensitas serangan sangat tinggi di lokasi kejadian.
Dua korban luka-luka, yakni Kapten Inf Sulthan dan Praka Deni, berhasil dilarikan ke Sector East HQ pada pukul 12.00 waktu setempat. Mereka kemudian mendapatkan penanganan medis oleh China Medical di 7-2.
Pada pukul 13.45, helikopter pertama tiba dan membawa Praka Deni dari 7-2 ke Rumah Sakit St. George di Beirut. Selanjutnya, pada pukul 13.55, helikopter kedua tiba dan menjemput Kapten Inf Sulthan untuk dibawa ke RS yang sama.
Konteks dan Penyelidikan
Praka Farizal Romadhon, prajurit TNI dari Kodam Iskandar Muda, sebelumnya gugur akibat ledakan saat terjadi saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan pada Minggu (29/3/2026). Insiden ini memicu tindakan evakuasi jenazah yang dilakukan oleh pasukan TNI sebagai bagian dari misi perdamaian UNIFIL.
Media internasional seperti BBC memberitakan kejadian tersebut pada Selasa (31/3/2026), mengutip pernyataan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Meski UNIFIL mengeluarkan rilis terkait insiden tersebut, mereka tidak menyebutkan asal negara atau identitas personel yang terlibat.
UNIFIL menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga, teman, dan rekan-rekan para pasukan perdamaian yang gugur dalam menjalankan tugas mereka. Dalam pernyataannya, UNIFIL menegaskan bahwa tidak seharusnya ada orang yang harus meninggal saat menjalankan misi perdamaian.
TNI dan Rakyat Indonesia Berduka
Insiden ini membuat TNI dan rakyat Indonesia sedang berduka. Dua prajurit TNI kembali gugur di kawasan Timur Tengah, menambah daftar panjang pengorbanan yang dilakukan oleh pasukan perdamaian Indonesia dalam menjalankan tugas di luar negeri.











