Survei Menunjukkan Peningkatan Sentimen Negatif Warga AS terhadap Israel
Sebuah survei yang dirilis pada Kamis (9/4/2026) menunjukkan bahwa sebesar 60 persen warga Amerika Serikat memiliki sentimen negatif terhadap Israel. Angka ini meningkat dari 20 persen pada 2022, setelah Israel membantu AS dalam serangan terhadap Iran. Survei tersebut dilakukan oleh Pew Research Center sejak Maret 2026 lalu. Dalam melakukan survei, lembaga tersebut menyebarkan pertanyaan ke 3.500 warga AS. Hasilnya, 6 dari 10 warga AS memiliki pandangan negatif terhadap Israel.
Hasil ini menunjukkan bahwa semakin banyak warga AS yang memiliki sentimen anti-Israel. Sentimen ini sudah ada di tengah warga AS sejak dahulu karena Israel berupaya menganeksasi sebagian besar wilayah Palestina.
Politisi AS juga Punya Sentimen Negatif terhadap Israel
Hasil survei yang dirilis sebelumnya menunjukkan hasil yang lebih spesifik. Survei tersebut menunjukkan bahwa para politisi AS juga memiliki sentimen negatif terhadap Israel. Apalagi, setelah mereka menyerang Iran. Tercatat, sebanyak 80 persen politisi AS dari Partai Demokrat memiliki pandangan buruk terhadap Israel. Sementara itu, sebanyak 40 persen politisi AS dari Partai Republik juga memiliki pandangan serupa. Sebanyak 60 persen politisi AS dari Partai Republik masih memiliki pandangan positif terhadap Israel. Sebab, mereka memang sudah memiliki pandangan pro-Israel sejak lama.
AS Sudah Mendukung Israel Sejak 1948

Sebagai informasi, AS dan Israel memang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Israel. Sebab, AS merupakan negara pertama di dunia yang mengakui Israel sebagai negara berdaulat pada 1948. Kala itu, AS masih dipimpin oleh Presiden Harry Truman. Sejak saat itu, AS makin gencar mendukung Israel untuk menganeksasi wilayah Palestina. Sebab, AS menganggap Israel berhak mengambil alih wilayahnya yang diambil alih oleh Palestina.
Dukungan penuh dari Washington ini sering kali menjadi tameng bagi Israel dalam menghadapi kecaman dunia internasional terkait serangan di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Bagi AS, Israel dipandang sebagai satu-satunya sekutu demokratis yang paling stabil dan dapat diandalkan di kawasan Timur Tengah untuk membendung pengaruh negara-negara yang dianggap sebagai ancaman, seperti Iran.
Sentimen Negatif Warga AS terhadap Israel Mulai Meningkat pada 2023

Meski AS memiliki hubungan dekat dengan Israel, warga AS kini mulai menunjukkan ketidaksukaannya terhadap negara tersebut. Apalagi, saat Israel mulai membombardir Palestina secara brutal pada Oktober 2023 silam. Sejak saat itu, sentimen negatif warga AS terhadap Israel mulai meningkat. Masih menurut survei Pew Research Center, sebagian besar warga AS kini juga memiliki rasa simpati dan empati yang lebih besar terhadap warga Palestina. Mereka ingin warga di sana terlepas dari ancaman Israel. Di sisi lain, sebagian besar warga AS lainnya kini menunjukkan rasa tidak peduli terhadap warga Israel.
Isu Terkini Mengenai Iran dan Rupiah
Iran masih menutup Selat Hormuz usai gencatan senjata, sementara Rupiah mengalami penurunan. Mojtaba Khamenei mengungkap arah strategi Iran usai gencatan senjata. Iran menuding Netanyahu tidak mau perang berakhir, apa alasannya?











