Kematian Mahasiswa PNP yang Ditemukan Gantung Diri di Kamar Kost
Pihak kampus Politeknik Negeri Padang (PNP) akhirnya memberikan penjelasan mengenai kematian seorang mahasiswa yang ditemukan meninggal dunia di kamar kostnya. Korban berinisial FDA (24) ditemukan tewas dengan cara gantung diri di pintu kamar mandi, kawasan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang pada Sabtu (11/4/2026) pagi kemarin.
Peristiwa ini terjadi saat kampus sedang menggelar wisuda, namun pihak kampus menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak berkaitan dengan momen wisuda yang sedang berlangsung.
Tidak Ada Hubungan dengan Wisuda
Dosen Pembimbing Akademik 1 korban, Fitri Adona, menyatakan bahwa peristiwa kematian mahasiswa tersebut tidak terkait dengan wisuda yang sedang berlangsung. Menurutnya, korban masih dalam proses pengajuan proposal tugas akhir program D3 Jurusan Administrasi Niaga.
“Korban inisial FDA sedang proses pengajuan propos tugas akhir program D3,” ujar Fitri Adona, Minggu (12/4/2026).
Korban dinyatakan masih aktif kuliah dan berada di semester 6. IPK-nya juga tercatat tinggi, yaitu 3,65, yang menunjukkan prestasi belajar yang baik selama perkuliahan.
Masih Dalam Tahap Tugas Akhir
Fitri Adona menjelaskan bahwa korban sedang menjalani tugas akhir dengan program D3 di kampus PNP. Selama proses pembimbingan, korban telah mengajukan judul tugas akhir dan mendapatkan persetujuan dari dosen pembimbing.
Namun, hingga saat ini, bab 1 dari proposal tugas akhir belum dikirimkan kepada Fitri Adona. “Sudah acc judulnya, tapi bab 1 belum dikirim ke saya,” tambahnya.
Karakter Korban
Selain menjadi dosen pembimbing akademik, Fitri Adona juga mengajar mata kuliah Bahasa Indonesia di kelas. Selama masa perkuliahan, tidak ada kendala yang muncul terkait kinerja atau partisipasi korban.
Korban dikenal sebagai mahasiswa yang pendiam dan sedikit tertutup. Namun, dalam beberapa momen kelas yang meriah, korban juga ikut merespons suasana. “Kalau karakternya baik, pendiam dan tidak banyak berkomunikasi,” ujarnya.
Di sisi lain, Fitri Adona menyebutkan bahwa korban tidak pernah mengulang mata pelajaran. Laporan dari dosen lain juga menunjukkan bahwa korban tidak pernah bermasalah dalam mata kuliah apapun.

Terakhir Berkomunikasi
Fitri Adona mengaku terakhir kali berkomunikasi dengan korban pada tanggal 27 Maret 2026 melalui pesan WhatsApp. Saat itu, ia mengajak FDA untuk ikut serta dalam penelitiannya. Namun, setelah pesan tersebut, tidak ada respons dari korban.
“Pesan yang dikirimkannya melalui pesan WhatsApp sejak tanggal 27 Maret 2026 tak pernah dilihat dan dibaca korban,” katanya.
Setelah menerima informasi tentang kematian korban, Fitri Adona sempat mendatangi RS Bhayangkara Padang. Ia juga turut berbelasungkawa atas kepergian mahasiswanya tersebut.











