Presiden Prabowo Menghadiri Acara Penyerahan Dana Sitaan Negara
Presiden Joko Widodo, dalam pidatonya di acara penyerahan dana sitaan negara yang diadakan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, menggarisbawahi komitmennya untuk memberantas korupsi dan mafia di sektor kehutanan. Acara tersebut menjadi momen penting dalam upaya pemerintah untuk memulihkan keuangan negara melalui tindakan hukum terhadap pelaku kejahatan.
Di depan gunungan uang tunai senilai lebih dari Rp 11,4 triliun yang tersusun rapi di panggung utama, Presiden menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya alam. Uang tersebut merupakan hasil sitaan dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dalam rangka memulihkan keuangan negara.
Pemandangan ribuan ikat uang pecahan Rp 100.000, disusun bertumpuk-tumpuk hingga setinggi lebih dari 2 meter, membentang dari kiri ke kanan panggung. Hal ini mencerminkan besarnya jumlah uang yang berhasil dikembalikan ke negara sebagai bentuk perbaikan sistem hukum dan pencegahan korupsi.
Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan penekanan pada pentingnya tindakan tegas terhadap para pelaku kejahatan kehutanan. Ia menegaskan bahwa penyerahan dana sitaan ini bukan hanya sekadar angka, tetapi juga menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang berani melakukan tindakan ilegal.
Menurut informasi yang diberikan, pemerintah sebelumnya telah berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 13,255 triliun dalam perkara tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya pada Oktober 2025. Dua bulan kemudian, pada Desember 2025, pemerintah kembali berhasil menyelamatkan uang sebesar Rp 6,625 triliun. Dan hari ini, 10 April, pemerintah berhasil menyelamatkan uang sebesar Rp 11,420 triliun. Dengan demikian, total uang tunai yang berhasil diselamatkan sampai saat ini adalah Rp 31,3 triliun.
Manfaat Uang Sitaan untuk Masyarakat
Presiden menjelaskan bahwa uang hasil sitaan tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki ribuan sekolah di seluruh Indonesia. Ia menyebut bahwa sebanyak 34.000 sekolah bisa diperbaiki dengan uang tersebut. Tahun lalu, hanya 17.000 sekolah yang berhasil diperbaiki. Dengan adanya uang ini, jumlah sekolah yang bisa diperbaiki dua kali lipat dari APBN yang biasanya tidak mengalami perbaikan selama bertahun-tahun.
Selain itu, uang tersebut juga dapat digunakan untuk merenovasi rumah bagi rakyat berpenghasilan rendah. Presiden menyebut bahwa uang ini bisa digunakan untuk memperbaiki 500 ribu rumah penerima manfaat. Dengan demikian, sekitar 2 juta rakyat akan mendapatkan manfaat langsung dari penggunaan uang sitaan tersebut.
“Bayangkan kalau tidak kita selamatkan, kalau tidak Satgas PKH bekerja dengan baik, uang ini hilang. Uang ini tidak bisa dimanfaatkan oleh warga negara, oleh rakyat kita,” ujarnya.
Hasil Kerja Satgas PKH
Acara ini juga menjadi momen untuk mengapresiasi keberhasilan Satgas PKH dalam merebut kembali lahan hutan yang sebelumnya diambil alih oleh sektor sawit dan pertambangan. Sebanyak lebih dari 5,8 juta hektar lahan hutan berhasil direbut kembali dari sektor sawit, serta 10.257 hektar dari sektor pertambangan. Kini, pengelolaan lahan-lahan tersebut dikembalikan kepada Kementerian Kehutanan.
Acara ini dihadiri oleh jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, pejabat tinggi Kejaksaan Agung, serta perwakilan dari Satgas PKH. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap langkah-langkah pemerintah dalam memerangi korupsi dan menjaga keberlanjutan lingkungan.









