"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Israel Melanggar Gencatan Senjata Gaza 282 Kali

Pelanggaran Gencatan Senjata Israel di Jalur Gaza yang Menggemparkan Dunia

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza telah terbukti sangat rapuh dalam beberapa bulan terakhir. Dalam satu bulan pertama sejak perjanjian tersebut diumumkan, Israel dilaporkan melanggar kesepakatan gencatan senjata sebanyak 282 kali. Pelanggaran ini mengakibatkan ratusan warga Palestina tewas dan luka-luka. Berikut adalah detail pelanggaran-pelanggaran yang terjadi selama masa gencatan senjata.

Serangan Udara dan Penembakan Israel Membunuh 242 Warga Palestina

Laporan dari Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat bahwa Israel melakukan 124 serangan udara dan 88 insiden penembakan langsung ke warga sipil selama periode gencatan senjata. Serangan-serangan ini terjadi hampir setiap hari. Menurut Al Jazeera, Israel telah menyerang Gaza pada 25 dari 31 hari gencatan senjata tersebut.

Sejak gencatan senjata Israel-Hamas mulai berlaku pada 10 Oktober, setidaknya 242 warga Palestina tewas dan 622 lainnya terluka. Bahkan, dua hari paling mematikan pada 19 dan 29 Oktober saja, Israel membunuh total 154 orang dalam gelombang serangan udara besar-besaran.

Israel berdalih serangannya merupakan balasan setelah beberapa tentara mereka yang terbunuh di Rafah. Sementara, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sempat menyatakan Israel punya hak untuk membalas.

Sekitar 1.500 Bangunan Hancur Setelah Gencatan Senjata

Salah satu pelanggaran mencolok yang dilakukan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) adalah penghancuran properti sipil dalam skala besar. Berdasarkan analisis citra satelit yang ditinjau BBC Verify, lebih dari 1.500 bangunan hancur di area yang masih dikuasai Israel sejak 10 Oktober. Penghancuran ini sebagian besar terjadi di belakang batas penarikan pasukan yang dikenal sebagai Yellow Line atau Garis Kuning.

Garis Kuning merujuk pada batas pemisah atau demarkasi yang seharusnya menjamin keamanan warga sipil di luar kendali Israel. Otoritas Gaza melaporkan setidaknya terjadi 52 operasi perusakan bangunan sipil hingga November.

IDF membela tindakannya dengan mengatakan mereka bertindak sesuai ketentuan gencatan senjata untuk membongkar infrastruktur teror, termasuk terowongan. Namun, seorang pengamat, Dr. H A Hellyer, menilai tindakan Israel ini jelas merupakan pelanggaran gencatan senjata.

Israel Masih Cekik Aliran Bantuan

Perjanjian gencatan senjata yang ditengahi oleh AS, Qatar, Mesir, dan Turki, mengamanatkan penghentian pengepungan dan pembukaan penyeberangan Rafah. Penyeberangan ini penting untuk pergerakan orang dan masuknya 600 truk bantuan kemanusiaan setiap hari. Namun, Israel masih menutup penyeberangan Rafah, menghalangi puluhan ribu korban luka parah untuk mencari perawatan medis di luar negeri.

Jumlah truk bantuan yang masuk Gaza dilaporkan masih jauh di bawah jumlah yang disepakati. Rata-rata truk bantuan kemanusiaan yang berhasil masuk setiap hari hanya sekitar 145 unit. Selain itu, hanya sekitar 10 persen dari pasokan medis penting dan sangat mendesak yang diizinkan masuk.

Israel juga memblokir lebih dari 350 jenis makanan esensial dan bergizi, seperti daging beku, produk susu, dan sayuran, yang sangat dibutuhkan untuk diet seimbang. Sebaliknya, makanan yang kurang bergizi seperti makanan ringan dan minuman bersoda justru lebih banyak diizinkan masuk.

Israel Lakukan Infiltrasi dan Penangkapan di Area Luar Yellow Line

Pelanggaran gencatan senjata Israel juga meliputi aksi penyerbuan atau serangan ke daerah-daerah di luar Garis Kuning. Setidaknya sembilan insiden serangan ke wilayah pemukiman di luar kendali Israel telah dilaporkan. Selain itu, militer Israel juga dituduh tetap mempertahankan kontrol tembakan hingga 1.500 meter di luar Garis Kuning di beberapa bagian Jalur Gaza.

Pasukan Israel juga telah menangkap setidaknya 29 warga Palestina. Beberapa dari mereka ditangkap saat sedang memeriksa rumah mereka di dekat Garis Kuning, dan lainnya ditangkap di laut saat sedang mencari ikan. Israel bahkan dilaporkan memasang blok beton kuning pada jarak 400 hingga 1.050 meter di dalam area demarkasi.

Hamas-Israel Saling Tuduh Langgar Pertukaran Sandera

Hamas menuduh Israel melanggar ketentuan pertukaran tahanan dalam kesepakatan gencatan senjata. Israel disebut gagal menyediakan daftar lengkap semua warga Palestina yang saat ini ditahan. Sejak perang dimulai, ribuan orang dari Gaza dan Tepi Barat telah ditahan tanpa Israel mengungkap keberadaan mereka, dilansir Middle East Eye.

Hamas juga menuduh Israel tidak membebaskan anak-anak dan wanita dari Gaza, sebagaimana diamanatkan dalam perjanjian. Di sisi lain, Israel balik menuduh Hamas menunda pemulangan jenazah sandera yang tewas, dan menjadikannya sebagai justifikasi atas beberapa pelanggarannya.

Mengenai pemulangan jenazah, Hamas menyatakan bahwa proses tersebut membutuhkan alat berat dan akses ke daerah yang dikendalikan Israel. Namun, Israel belum mengizinkan masuknya alat berat yang sangat dibutuhkan untuk membersihkan puing-puing dan pencarian ribuan jenazah warga Palestina yang masih tertimbun di bawah reruntuhan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *