"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

7 Fakta Mengejutkan tentang Pembunuhan Alvaro: Hilang 8 Bulan, Ditemukan Tinggal Tulang

Penemuan Jasad Alvaro Kiano Nugroho Setelah Delapan Bulan Hilang

Delapan bulan setelah dinyatakan hilang, jasad Alvaro Kiano Nugroho akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa pada Minggu (23/11/2025). Bocah berusia enam tahun yang hilang sejak awal Maret 2025 itu ditemukan di sekitar Jembatan Cilalay, Desa Singabraja, Tenjo, Kabupaten Bogor. Penemuan ini menjadi akhir dari penantian panjang keluarga yang selama delapan bulan terus mencari keberadaan Alvaro.

Rangkaian kejadian yang menimpa Alvaro mulai terungkap setelah polisi menggabungkan keterangan keluarga, saksi, serta hasil penyelidikan. Berikut beberapa fakta penting terkait kematian Alvaro:

1. Hilang Selepas Shalat Maghrib

Peristiwa hilangnya Alvaro bermula pada Kamis (6/3/2025). Bocah yang tinggal bersama kakek-neneknya di kawasan Bintaro, Pesanggrahan, sempat menemani neneknya berobat ke RSUD Pesanggrahan. Dalam perjalanan pulang, ia meminta dibelikan susu kepada kakeknya, Tugimin (71), karena saat itu Alvaro sedang menjalankan puasa.

Ketika azan Ashar berkumandang, Alvaro bergegas menuju Masjid Jami Al Muflihun, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dan terlihat berada di masjid hingga menjelang waktu berbuka puasa pada bulan Ramadhan. Saat itu, ada seorang pria yang datang dan mengaku sebagai ayah Alvaro. Pria tersebut adalah Alexander Iskandar, ayah tiri Alvaro.

2. Alvaro Dibunuh Usai Diculik oleh Ayah Tirinya

Menurut keterangan polisi, Alexander Iskandar berhasil menemukan sejumlah petunjuk dari ponselnya, termasuk pencarian berulang terkait keinginan membalas dendam. Dari HP Alex, yang diamankan, tersangka secara terang-terangan mencari kalimat “gimana caranya gue balas dendam”.

Dari pengakuan tersangka, Alvaro terus menangis setelah dijemput hingga situasi berujung fatal. “Pada saat korban dibawa dalam kondisi menangis yang tidak berhenti, sehingga dibekap hingga meninggal dunia,” jelas Budhi.

Sementara itu, pada malam yang sama keluarga belum mengetahui apa pun. Tugimin menunggu Alvaro pulang untuk berbuka, dan sempat mengira cucunya bermain bola seperti biasa. Namun hingga pukul 21.30 WIB, ia mulai panik.

3. Motif Penculikan Karena Balas Dendam

Penyidik menemukan bahwa motif Alex dipicu rasa dendam dan kecemburuan terhadap istrinya yang bekerja di luar negeri karena ia mencurigai adanya perselingkuhan. Sebelum penculikan, Alex kerap mengirim pesan ancaman kepada istrinya.

Pada sore hari kejadian, ia mendatangi rumah Alvaro dan mengajaknya membeli mainan. Namun Alvaro menangis mencari kakeknya sehingga Alex emosi dan membekap mulut Alvaro dengan handuk.

4. Jasad Disimpan di Garasi Rumah Selama Tiga Hari

Setelah Alvaro tewas dibekap, tersangka membungkus jenazah bocah itu dengan tas plastik hitam. Jasad Alvaro sempat disimpan oleh ayah tirinya di garasi rumah sebelum dibuang di Kali Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor.

“Setelah itu tidak langsung dibuang ke Tenjo, tiga hari ditaruh di garasi,” kata Ardian dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025).

5. Jasad Alvaro Dibuang ke Bawah Jembatan

Pada Minggu (9/3/2025) malam, tersangka membawa jenazah Alvaro ke bawah Jembatan Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor. Ardian menjelaskan bahwa Alex sengaja memilih lokasi sepi dan sudah beberapa kali bolak-balik ke Tenjo.

Alex memilih Tenjo karena memiliki kerabat yang tinggal di wilayah tersebut. Jasad yang dibuang di Kali Cilalay sempat dikira bangkai anjing oleh G, kerabat tersangka yang disebut terlibat dalam proses pembuangan namun tidak memeriksa isi plastik hitam tersebut.

6. Ditemukan Setelah Delapan Bulan Pencarian

Polisi melanjutkan penyelidikan dengan memeriksa keluarga, saksi, dan melakukan klarifikasi terhadap ayah kandung Alvaro yang tengah menjalani hukuman di Lapas Cipinang. Informasi penting muncul pada 20 November 2025, termasuk keterangan saksi kunci yang semakin mengarah pada Alex.

Pra-rekonstruksi kemudian dilakukan dan penyidik menelusuri lokasi pembuangan yang disebutkan tersangka. Di lokasi itulah kerangka manusia ditemukan dan diduga kuat merupakan Alvaro.

7. Tersangka Bunuh Diri di Ruang Konseling

Alex Iskandar ditemukan tewas, diduga bunuh diri di ruang konseling Mapolres Jakarta Selatan pada Minggu (23/11/2025) dini hari, sesaat sebelum ia resmi ditahan sebagai tersangka. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, aksi itu terjadi bukan di sel tahanan melainkan di ruang konseling.

Kasat Reskrim AKBP Ardian Satrio mengatakan bahwa sebelumnya Alex mengaku buang air di celana dan meminta celana ganti kepada penyidik. Setelah diberi celana baru, seorang saksi kunci berinisial G melihat Alex sudah tidak bernyawa di dalam ruang konseling.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *