"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Bangga Ayah pada Anak: Kiper I Made Kaicen Debut di Liga Filipina, Pesan Jangan Terlalu Puas

Debut yang Mengesankan di Liga Teratas Filipina

Penjaga gawang muda asal Tabanan, I Made Putra Kaicen (21) mencatatkan tonggak penting dalam karier profesionalnya. Cecen, sapaan akrab I Made Putra Kaicen, resmi menjalani debut yang impresif di Liga teratas Filipina, Philippine Football League (PFL), bersama klub barunya, Aguilas Umak FC.

Debut Kaicen terjadi pada laga tandang yang meyakinkan melawan Valenzuela PB pada Minggu (23/11). Timnya, Aguilas Umak FC melibas tuan rumah dengan skor telak 1-7. Tampil penuh selama 90 menit, kiper kelahiran Banjar Pengasahan, Desa Surabrata ini berhasil mencatat empat penyelamatan krusial. Cecen pun tampak percaya diri memimpin barisan pertahanan.

Kabar gembira ini disambut penuh rasa bangga dan syukur oleh keluarga di Tabanan. Sang ayah, Ketut Sumertayasa mengungkapkan, kesempatan berkarier di luar negeri ini datang tak terduga. “Tahu pertama kali ada kesempatan buat trial di luar itu, justru bukan dari Cecennya sendiri,” jelas Sumertayasa saat dihubungi Tribun Bali, pada Rabu (26/11).

“Kata dia ada tawaran dari manajemen klub, dia sebelumnya Nusantara United buat trial di tim luar,” imbuhnya. Setelah menjalani trial selama satu bulan dan dinyatakan lolos, kiper jebolan program Elite Pro Academy (EPA) Bali United U-16 hingga U-20 ini dipinjamkan dari Nusantara United ke Aguilas Umak FC untuk musim 2025/2026.

Meskipun harus menahan rindu, karena ini adalah kali pertama Cecen merantau jauh di luar Indonesia, Sumertayasa mengaku tidak memiliki kekhawatiran berlebih. Fokus utama keluarga adalah memberikan dukungan mental. “Kalau khawatir berlebih enggak, lebih ke perasaan kangen saja,” ujarnya. “Kami tidak banyak turut serta dalam latihan teknis, Kaicen mempersiapkannya secara mandiri. Kami banyak memberi nasihat agar mentalnya siap dan fokus latihan dengan banyak sembahyang, serta selalu update kondisi melalui video call,” ungkapnya.

“Momen saat dia baru masuk lapangan bersama teman-teman timnya dan dia sama sekali tidak terlihat nervous,” kata dia. Meskipun tak tahu persis bagaimana persaingan selama trial, keluarga selalu mengingatkan Kaicen untuk memberikan yang terbaik hingga proses trial selesai.

Momen debut Kaicen ditonton langsung oleh keluarga melalui layanan streaming. Perasaan Sumertayasa campur aduk antara senang dan lega melihat penampilan solid putranya. “Perasaan sangat senang tentunya, karena pertandingan ini sangat penting untuk Cecen,” kata Sumertayasa. “Lega sekali ternyata dia bisa tampil baik di laga debutnya, cukup banyak save dan dia kelihatan percaya diri memimpin barisan pertahanan tim,” sambung dia.

Kaicen langsung menghubungi keluarga setelah pertandingan usai. Ia mengungkapkan rasa lega dan bersyukur bisa bermain baik selama 90 menit penuh. “Ada sedikit pressure tentunya karena pertandingan pertama, tapi dia bermain dengan enjoy,” tuturnya.

Meskipun debutnya gemilang, Sumertayasa memberikan pesan penting kepada anak keduanya yang memiliki satu kakak perempuan tersebut. “Pesan saya ke dia jangan cepat puas, karena ini baru pertandingan pertama. Tetap latihan dan evaluasi apa yang sekiranya menjadi kekurangan di pertandingan kemarin. Mudah-mudahan dia bisa perbaiki dan bisa jadi starter di pertandingan-pertandingan selanjutnya,” tegasnya.

Kaicen juga menceritakan proses adaptasinya yang cukup mudah berkat adanya teman-teman sesama pemain Indonesia yang juga membela Aguilas Umak FC. Mereka tinggal di satu apartemen dan budaya serta bahasa Inggris yang digunakan di sana tidak jauh berbeda dengan yang ia kenal di Asia Tenggara.

Sumertayasa berharap debut ini menjadi langkah awal yang baik untuk karier Kaicen di Filipina. Ia juga menyampaikan pesan penyemangat Kaicen dan pemain muda lainnya. Lebih jauh, keluarga berharap karier Kaicen terus menanjak, berpotensi membuka jalan di liga-liga Asia lainnya, atau bahkan mencapai Liga Eropa. Tentu saja, seperti pemain bola lainnya, membela Timnas Indonesia juga merupakan impian besar bagi Kaicen.

“Jangan cepat menyerah, dan jangan takut keluar dari zona nyaman. Kalau ada kesempatan untuk berkarier di luar negeri, jauh dari keluarga harus berani mencoba dan jangan takut untuk bersaing,” pesannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *