"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Di Balik Jersey Timnas SEA Games 2025, Proses Pemilihan Warna dalam Dua Bulan

Proses Kurasi Warna dan Motif untuk Jersey Kontingen Indonesia di SEA Games 2025

Proses kurasi warna dan motif untuk jersey kontingen Indonesia dalam ajang SEA Games 2025 berlangsung selama sekitar dua bulan. Tahap ini menjadi salah satu bagian yang sangat penting karena semua elemen visual, mulai dari warna hingga motif harus mampu merepresentasikan identitas bangsa sekaligus memenuhi standar desain olahraga modern.

Kurasi tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara beberapa pihak terkemuka, termasuk Sarinah, Mills, dan Didit Hediprasetyo Foundation. Menurut Raisha Syarfuan, Direktur Utama PT Sarinah, proses ini memakan waktu sekitar dua bulan hingga mendapatkan persetujuan akhir mengenai pemilihan warna. Proses ini juga melibatkan evaluasi mendalam agar warna yang digunakan dapat konsisten pada berbagai kebutuhan desain jersey kontingen.

Pemilihan Warna Merah, Putih, dan Hijau

Dalam kurun waktu dua bulan tersebut, keputusan mengenai warna melalui beberapa tahap peninjauan. Tim mengevaluasi setiap pilihan agar warna yang dipilih dapat tampil konsisten dan sesuai dengan kebutuhan desain jersey.

Menurut Raisha, warna hijau yang dipilih bukanlah hijau umum yang sering dilihat pada pakaian biasanya. “Kami memilih spesifik warna hijau, jadi hijau bukan hijau terang,” jelasnya. Pemilihan hijau gelap dilakukan untuk memberikan nuansa yang lebih tenang dan elegan. Selain itu, warna merah yang selalu hadir dalam jersey Indonesia juga mengalami kurasi ketat. “Merahnya juga bukan merah yang seperti biasanya dilihat, merahnya agak tua,” tambahnya.

Dengan rona yang lebih gelap, merah tersebut menampilkan kesan kokoh dan tegas. Sementara itu, pilihan warna putih jatuh pada beige, bukan putih murni. “Putihnya pun sebenarnya itu beige,” ujarnya. Putih beige dipilih untuk menciptakan tampilan yang lebih lembut dan elegan, serta fleksibel ketika dipadukan dengan berbagai aksen visual.

Proses Kreatif Bersama Didit Hediprasetyo Foundation

Setelah warna mulai mengerucut, proses kurasi berlanjut pada penyusunan elemen visual lain seperti bentuk, siluet, dan motif. Tahap ini dilakukan melalui diskusi kreatif bersama Didit Hediprasetyo Foundation. “Jadi kami berproses melalui obrolan-obrolan pertama dengan Mas Didit,” kata Raisha.

Dari diskusi tersebut, tim mulai menyusun arah desain yang menjadi fondasi proses kurasi. Menurutnya, berbagai elemen kemudian disaring berdasarkan kebutuhan visual. “Dari sana kami memilih beberapa pointers-pointers. Jadi seperti warna, shape, siluet, dan juga beberapa ide mengenai potensi dari motif yang akan dipakai,” jelasnya.

Raisha menambahkan bahwa dinamika tim internal Sarinah membuat proses ini semakin menarik. “Prosesnya itu fun (seru) karena di Sarinah ini kami memiliki tim yang sangat amat muda, sangat amat kreatif,” ungkapnya. Energi tim muda berpadu dengan pengalaman Didit Hediprasetyo membuat proses diskusi berjalan luwes dan eksploratif.

Dengan bimbingan Didit, Raisha menyebut proses tersebut justru memperkaya pengembangan desain yang menjadi lebih menyenangkan. “Dengan guidance (bimbingan) dan kurasi dari Mas Didit sendiri itu yang membuat prosesnya malah seru,” ujarnya.

Hasil Akhir dari Kurasi Dua Bulan

Hasil akhir dari kurasi selama dua bulan ini adalah kombinasi warna merah tua, hijau gelap, dan beige yang menjadi identitas timnas dalam koleksi jersey SEA Games 2025. Setiap warna telah melalui serangkaian penyesuaian agar tetap konsisten pada berbagai material dan cocok digunakan untuk cabang olahraga yang berbeda-beda.

Kurasi yang panjang ini memastikan bahwa desain bukan hanya terbentuk dari preferensi visual, tetapi keputusan yang dipertimbangkan secara matang. Dengan demikian, jersey timnas 2025 dapat tampil dengan identitas visual yang kuat, modern, dan selaras dengan budaya Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *