"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Pelajar SD Tega Bunuh Ibu Kandung, Polisi Selidiki Konflik Keluarga dan CCTV

Kasus Siswi SD yang Bunuh Ibu Kandung Masih Dalam Penyelidikan

Kasus pembunuhan seorang siswi kelas 6 SD terhadap ibu kandungnya masih menjadi perhatian masyarakat. Saat ini, Polrestabes Medan sedang melakukan penyelidikan mendalam mengenai kejadian tersebut. Korban adalah Faizah Soraya (42), yang ditemukan tewas di rumahnya oleh anak pertamanya, AI (12).

Menurut Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, penyidik telah memeriksa puluhan saksi untuk mengungkap fakta-fakta terkait kasus ini. “Sampai saat ini, 37 saksi dan ahli sudah dilakukan pemeriksaan,” ujar Kombes Jean Calvijn saat ditemui media.

Para saksi yang diperiksa terdiri dari keluarga, masyarakat sekitar, serta ahli dari berbagai bidang. Selain itu, polisi juga bekerja sama dengan lembaga seperti KPAI, Dinas Perlindungan Anak, Bapas, psikolog, dan Labfor untuk membantu merangkai peristiwa pembunuhan tersebut.

Polrestabes Medan juga berencana menggelar konferensi pers untuk memberikan perkembangan terbaru mengenai kasus ini. “Kami akan melakukan konferensi pers, pukul 15.00 WIB, mudah-mudahan, terkait di Satreskrim Polrestabes Medan,” jelasnya.

Selain pemeriksaan saksi, polisi juga sedang menganalisis bukti elektronik, termasuk rekaman CCTV, guna mendukung penyidikan.

Peristiwa Pembunuhan yang Mengejutkan

AI nekat menikam ibunya, Faizah Soraya, puluhan kali di rumahnya, Jalan Dwikora, Tanjung Rejo, Medan, Sumatera Utara, pada Rabu (10/12/2025). Faizah ditemukan terkapar dalam kamar oleh anak pertamanya.

Adik korban, Dimas, menceritakan kejadian terjadi pukul 03.00 WIB. “Kejadian pukul 03.00 WIB, di kamar bawah kakak dan Alica tidur bersama mamanya dan si jantan (suami korban) tidur lantai atas,” tulis Dimas di Instagram pakdebrewok2122.

Anak pertama yang menemukan Faizah sudah tak berdaya. “Kakak menemukan mamanya bersimbah darah dan berteriak. Turunlah si jantan,” katanya.

Pada pukul 04.30 WIB, baru datang ambulan. “Ambulan dari RS Colombia,” katanya. Berdasarkan keterangan sopir ambulan, kata Dimas, saat sampai di lokasi, Faizah Soraya masih dalam kondisi bernyawa. “Korban sudah megap-megap dan pihak ambulan menolak membawa korban karena pihak ambulan mendapatkan konfirmasi adanya pendarahan bukan penyerangan atau penikaman,” katanya.

Penyesalan Sang Siswi

Komisioner KPAI Diyah Puspitarini mengungkap bahwa AI merasa menyesal dan sedih telah menikam ibunya sampai tewas. “Dia mengetahui (pembunuhan itu salah) dan anaknya juga menyesal, dan ada perasaan sedih juga,” kata Diyah saat diwawancara TvOne.

Ia menilai bahwa siswi kelas 6 SD yang membunuh ibu ini merupakan korban pengasuhan yang salah. “Secara umum anak ini korban pengasuhan yang salah,” katanya.

Menurutnya, AI hidup di tengah konflik antara Faizah dengan suaminya, Alham. Hal ini senada dengan kesaksian Dimas yang menyebut bahwa Faizah dan Alham sudah pisah kamar karena masalah rumah tangga sejak lima tahun lalu.

Kesaksian Tetangga

Peristiwa dugaan siswi kelas 6 SD, Al (12), membunuh ibu kandung di Kecamatan Medan Sunggal, Medan pada 10 November 2025 masih disorot. Bahkan, peristiwa itu masih membekas di ingatan para tetangga.

Seperti Rossa, yang tinggal tepat di sebelah rumah korban inisial FS (42), mengaku sempat mendengar hal-hal janggal di rumah korban. “Sebelum korban diketahui sudah tewas, saya mendengar suara layaknya orang kejar-kejaran,” kata Rossa, Rabu (17/12/2025) mengutip TribunMedan.com.

Suara itu, kata Rossa, ia dengar sangat jelas. Kala itu pukul 04.30, Rossa hendak pergi ke kamar mandi. “Dari rumah korban itu terdengar seperti ada orang naik-tun dalam waktu berdekatan,” kata Rossa.

Lantaran curiga, Rossa meminta pendapat kepada suaminya. “Kata suami saya, mungkin kucing sedang mengejar tikus,” kenang Rossa. Di saat rasa curiga perlahan hilang, Rossa kembali mendengar suara tak biasa dari rumah korban.

“Nah, aku mendengar suara ‘Tolong’ seperti orang habis disiksa seperti itu. Suaranya itu seperti sedih sekali,” ungkapnya. Karena tak mengira akan terjadi sesuatu, Rossa pun melanjutkan aktivitasnya.

Sampai akhirnya, sekitar pukul 06:00 WIB, Rossa menerima telepon dari tetangga sebelah kiri rumahnya bernama Tatik. Tatik menelepon, memberi kabar kalau tetangga sebelah kanan Rossa, bernama Faiza Soraya telah tewas bersimbah darah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *