Cerita Abdurrahman: Lari 52 Kilometer sebagai Bentuk Syukur
Seorang pria bernama Abdurrahman (45 tahun) viral di media sosial setelah melakukan lari sejauh 52 kilometer. Video yang menampilkan aksinya berlari dari GOR Tawangalun Kota Banyuwangi menuju SDN 3 Sepanjang, Glenmore, membuat banyak orang terkesan dengan tekad dan semangatnya.
Cak Dur, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa aksi lari ini adalah bentuk syukur atas pengangkatannya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Ia resmi menjadi aparatur sipil negara setelah menerima Surat Keputusan (SK) dari Pemerintah Daerah Banyuwangi.
Pengabdian Selama 17 Tahun
Dari awal bekerja pada 2008 hingga saat ini, Cak Dur telah menjalani perjalanan panjang dalam pengabdian. Awalnya, gajinya hanya sebesar Rp 150.000 per bulan. Sebagai penjaga sekolah, ia pernah menerima gaji sebesar Rp 500.000 per bulan, namun baru-baru ini mendapatkan tambahan insentif dari Pemkab Banyuwangi.
Karena rasa syukur atas pengangkatannya sebagai PPPK, ia memutuskan untuk menunaikan nazar dengan berlari sejauh 52 kilometer. Aksi ini dilakukan pada Sabtu, 27 Desember 2025 malam, dan keesokan harinya ia menerima SK pengangkatan yang ditandatangani oleh Bupati Banyuwangi Ipul Fiestiandani.
Berlari Selama 7 Jam
Berbekal tas lari yang dipinjam dari temannya, Cak Dur memulai perjalanannya dari GOR pukul 09.30 WIB. Meskipun menghadapi cuaca yang panas dan rasa nyeri di kaki, ia tetap bertahan hingga akhir.
Pada wilayah Sumbersari-Pandan, jalanan yang naik turun dan tanjakan membuatnya merasa kram. Namun, tekadnya tidak pernah goyah. Ia juga mendapatkan dukungan dari masyarakat sepanjang jalan.
Cak Dur menyebutkan bahwa ia beristirahat setiap tiga kilometer dan mengambil waktu istirahat lebih panjang ketika masuk waktu shalat. Di tengah perjalanan, ia juga ditemani oleh teman lari, Mas Sofyan Ali, yang membantunya melanjutkan perjalanan.
Total waktu yang dihabiskan Cak Dur dalam lari ini adalah tujuh jam. Dari GOR Tawangalun hingga finish di SDN 3 Sepanjang, Glenmore, ia berhasil menyelesaikan lari sejauh 52 kilometer.
Kehidupan dan Rencana Masa Depan
Cak Dur merupakan seorang pelari yang sering mengikuti event lari di berbagai kota, termasuk marathon di Surabaya sejauh 42 km. Ia berencana untuk kembali mengikuti berbagai event lari di Banyuwangi, Malang, dan Bali pada Januari 2026.
Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang mendukungnya, termasuk masyarakat Banyuwangi dan Bupati Banyuwangi Ipul Fiestiandani. Ia berharap dapat bekerja lebih baik dan amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai ASN.
Kisah Lain: Rahwito yang Bahagia Meski Akan Pensiun
Selain Cak Dur, ada juga kisah lain dari seorang penjaga sekolah bernama Moh Rahwito. Ia bahagia setelah dilantik menjadi PPPK Paruh Waktu meski akan pensiun dalam enam bulan lagi.
Rahwito, yang akan genap berusia 58 tahun pada tahun 2026, telah bekerja sejak 2003 sebagai penjaga di SDN Pancoran 2. Ia pernah beberapa kali mengikuti tes CPNS, namun tidak pernah lolos. Tes CPNS dulu masih manual, dan ia terus mencoba hingga tahun 2013.
Baru pada tahun 2024, ia kembali ikut tes PPPK di Jember. Ia memiliki satu istri dan tiga anak yang tinggal bersama di perumahan sekolahnya. Meskipun gaji awalnya hanya Rp 50 ribu, ia tidak pernah mengeluh dan mencari tambahan pekerjaan lain, seperti bertani.
Penyerahan SK PPPK di Bondowoso
Sebanyak 4.502 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso menerima petikan SK. Penyerahan secara serentak dilakukan di Alun-alun Ki Bagus Asra, pada Senin (28/12/2025). Mereka merupakan PPPK dari berbagai jabatan, termasuk tenaga teknis, kesehatan, dan guru.











