Penemuan Jasad Widiasih Setelah Empat Hari Pencarian
Widiasih (58), seorang atlet terjun payung yang jatuh di perairan Pangandaran, akhirnya ditemukan setelah empat hari pencarian. Jenazahnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dan mengambang di perairan Pangandaran. Kejadian ini menimpa Widiasih saat ia sedang mengikuti kegiatan Kejuaraan Daerah (Kejurda) sekaligus Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) cabang olahraga terjun payung di Pangandaran.
Kronologi kejadian memilukan tersebut terjadi pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, lima atlet terjun payung melakukan penerjunan dari pesawat latih milik Fly School Ganesha. Pesawat ini lepas landas dari Bandara Nusawiru. Namun, pada saat penerjunan, terjadi perubahan arah dan kecepatan angin, terutama di ketinggian sekitar 10.000 feet. Perubahan ini menyebabkan para penerjun kehilangan kendali dan keluar dari Drop Zone (DZ) yang ditentukan.
Akibatnya, sebagian penerjun mendarat di luar area yang direncanakan. Dari lima atlet tersebut, dua orang yaitu Rusli (64) dan Widiasih (58) jatuh di perairan Bojongsalawe, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Korban atas nama Rusli berhasil ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa tidak lama setelah kejadian. Sedangkan Widiasih baru ditemukan setelah tiga hari pencarian.
Penemuan oleh Nelayan Cilacap
Jenazah Widiasih ditemukan oleh nelayan Cilacap di dekat keramba Susi Pudjiastuti di perairan Pangandaran pada Jumat (2/1/2025) pagi. Nelayan tersebut pertama kali menemukan jenazah dalam kondisi mengambang. Mereka kemudian melaporkan kejadian ini kepada tim SAR gabungan.
Kapolres Pangandaran, AKBP Dr Andri Kurniawan, membenarkan bahwa korban penerjun payung yang jatuh kini sudah ditemukan. “Alhamdulillah korban sudah ditemukan, personel juga sekarang masih evakuasi,” ujar Edwin kepada Tribun Jabar melalui WhatsApp, Jumat pagi.
Korpos SAR Pangandaran, Edwin Purnama, menyampaikan bahwa korban penerjun payung di perairan Bojongsalawe kini sudah ditemukan. “Korban ditemukan di perairan Pangandaran atau 17 kilometer dari pantai Batukaras. Sekarang juga sedang dievakuasi ke Batukaras,” katanya.
Setelah dievakuasi, jenazah korban akan dibawa ke RSUD Pandega untuk dilakukan pemulasaraan. “Kita akan bawa ke RSUD dulu dan kemudian nanti kita serahkan ke pihak keluarga,” ucap Edwin.
Informasi Terkait Parasut
Saat ditemukan, tali-tali parasut masih menempel di tangan korban. Parasut cadangan juga masih ada di tubuh korban. “(Parasut cadangan) masih lengkap,” katanya.
Jarak penemuan korban dengan TKP terjatuhnya korban sekitar 5 mil atau sekitar 6 kilometer. Saat ini, jenasah korban berada di Rumah Sakit Pandega Pangandaran.
Latar Belakang Korban
Widiasih merupakan atlet terjun payung asal Kabupaten Bandung. Ia jatuh bersama Rusli di perairan Bojongsalawe pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Keduanya merupakan warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Keduanya jatuh ketika mengikuti terjun payung pada event Kejuaraan Daerah (Kejurda) sekaligus Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar yang digelar di Bandara Nusawiru, Kecamatan Cijulang.












