Perjalanan Seorang Remaja yang Berhasil Meraih Mimpi di SEA Games 2025 Thailand
Zeefara Mahika Darmawan, atau yang akrab disapa Zee, mungkin masih terlihat seperti remaja biasa. Namun, jalannya sebagai atlet skateboard telah melampaui banyak atlet seusianya. Dari skate park sederhana di Kota Malang, Jawa Timur, kini ia telah berlaga di panggung multievent terbesar di Asia Tenggara, yaitu SEA Games 2025 Thailand.
Bagi Zee, keikutsertaannya dalam ajang olahraga yang diselenggarakan dua tahun sekali ini bukan hanya sekadar debut internasional bersama timnas Indonesia. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi jawaban atas mimpi lama yang dulu terasa nyaris mustahil.
“Iya, pertama kali saya ikut SEA Games dan juga pertama kali membawa nama Indonesia di ajang multievent,” ujarnya. Meski belum pulang dengan medali karena finis di posisi keempat, momen berdiri membawa nama Merah Putih justru menghadirkan ketenangan yang tidak diduga sebelumnya.
“Ngerasanya sama, bahkan lebih tenang di SEA Games ini. Nggak tahu, bawaannya santai aja. Ya sudah, main tenang aja gitu,” kata skateboarder yang biasa disapa Zee itu. Menurutnya, tekanan justru lebih besar dirasakan saat berlaga di level internasional lain yang pernah diikutinya.
“Iya, soalnya lawannya lebih susah di world skate dibanding SEA Games. Kalau SEA Games kan antarnegara Asia saja,” imbuhnya.
Latihan Panjang di Balik Ketegangan yang Tenang
Ketenangan yang dirasakan Zee tentu tidak datang begitu saja. Di baliknya, ada jam latihan panjang, disiplin ketat, dan pengorbanan besar. Ia menyadari, tampil di ajang multievent menuntut persiapan yang matang.
“Pasti latihan yang giat banget. Terus nyari-nyari trik baru yang keren biar bisa tampil bagus di SEA Games,” ucap Zeefara Mahika Darmawan. Pemusatan latihan menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Ia bukan kali pertama menjalaninya. Pada tahun 2024, ia sudah lebih dulu merasakan dua bulan TC. Menjelang SEA Games, durasinya bahkan mencapai tujuh bulan.
Menariknya, adaptasi bukan menjadi masalah, sebab berkumpul bersama atlet dari berbagai daerah justru memperkaya pengalamannya.
“Sebenarnya sebelum TC juga sudah aku kenal semua. Jadi malah lebih seru karena bisa main bareng teman-teman dari kota lain yang jarang ketemu,” sambungnya.
Dari Iseng Menjadi Cita-cita
Hingga saat ini tidak banyak yang tahu, skateboard awalnya hanyalah aktivitas iseng bagi Zeefara Mahika Darmawan. Ia bermain sambil menyimpan pertanyaan polos di benaknya, “bisa nggak ya aku jadi kayak mereka, main di SEA Games?”
Kini, pertanyaan itu terjawab, bergabung dengan timnas yang terasa seperti mimpi.
“Awalnya rasanya kayak baru kemarin saya mengimpikan bisa masuk tim nasional, main di SEA Games, Asian Games, dan lain-lain. Tapi alhamdulillah sekarang bisa terwujud,” tutur skateboarder berusia 14 tahun itu. Seperti diketahui, ketertarikannya pada skateboard lahir dari rasa suka yang murni, tanpa latar belakang keluarga atlet.
“Karena aku suka. Awalnya lihat dari YouTube, terus minta mama dan papa beliin papan skate, tiba-tiba aja pengin main skate,” imbuhnya. Sejak usia tujuh tahun, ia mulai serius menekuni skateboard dan bergabung dengan Bolang skate school di Malang.
Berani Melompat, Belajar Jatuh
Keberaniannya diuji saat mengikuti kompetisi pertamanya di luar kota. “Iya. Waktu itu trikku baru bisa ollie saja. Papa bilang, ‘Yang penting sudah bisa ollie.’ Dari situ aku ikut, dan dapat peringkat tujuh,” tuturnya lagi. Seiring waktu, keberaniannya kian berkembang, termasuk mencoba street skating ekstrem, termasuk melompat dari atap bangunan setinggi sekitar dua meter di salah satu universitas di Malang.
“Iya, itu street skating. Ada spot drop sekitar dua meter dari atap. Saya coba aja. Terus saya upload di Instagram, ternyata banyak yang lihat,” kata salah satu peserta World Skate Games Italia 2024 yang berlangsung di Roma.
Keterbatasan Fasilitas dan Mimpi Lebih Tinggi
Sebagai skateboarder yang tumbuh di Kota Malang, ia memahami betul keterbatasan fasilitas daerah. Seiring meningkatnya level kompetisi yang diikuti, kebutuhannya pun berubah.
“Sekarang aku butuh skate park dengan obstacle yang besar dan tinggi,” kata Zeefara Mahika Darmawan. Dengan masuknya di timnas Indonesia menjadi berkah tersendiri karena memberinya akses ke fasilitas yang lebih memadai di Jakarta. Meski begitu, ia tetap menghargai tempatnya bertumbuh.
“Apocalypse bagus, cuma karena level saya sekarang sudah naik, kebutuhannya juga ikut naik.” Selanjutnya, arah langkahnya semakin jelas usai mengarungi SEA Games 2025 Thailand. Setelah pemulihan cederanya, fokus terdekatnya untuk persiapan Asian Games.
“Semoga bisa tampil bagus di Asian Games dan, alhamdulillah jika bisa dapat medali. Tapi goal besarku memang bisa masuk Olimpiade,” pungkasnya.











