"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

AS luncurkan operasi militer besar terhadap Venezuela, Trump klaim Maduro ditangkap Delta Force

Eskalasi Tajam dalam Hubungan AS dan Venezuela

Pada hari Sabtu dini hari waktu setempat, Amerika Serikat (AS) meluncurkan operasi militer besar-besaran terhadap Venezuela. Langkah ini menandai peningkatan signifikan dalam hubungan antara dua negara tersebut, sekaligus mengguncang stabilitas kawasan Amerika Latin. Operasi ini mencakup serangan udara dan darat yang menyasar berbagai titik strategis, termasuk fasilitas militer dan infrastruktur keamanan. Di tengah laporan ledakan di Caracas dan beberapa wilayah lain, tindakan ini memicu reaksi keras dari pihak Venezuela.

Selama beberapa bulan terakhir, kehadiran militer AS di kawasan Karibia telah meningkat secara signifikan. Pemerintah AS sebelumnya menempatkan kapal induk USS Gerald R. Ford beserta armada pendukungnya di perairan sekitar Venezuela. Hal ini menjadi sinyal tekanan terbuka terhadap pemerintahan Presiden Nicolas Maduro, yang selama ini dituduh terlibat dalam kejahatan lintas negara.

Menurut laporan dari CBS News, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi tersebut bukan hanya serangan militer, tetapi juga berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menulis, “Amerika Serikat telah berhasil melaksanakan serangan berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya,” seraya menambahkan bahwa Maduro telah “ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itu.”

Menurut informasi dari pejabat Amerika Serikat yang dikutip oleh CBS News, penangkapan Maduro dilakukan oleh Delta Force, unit pasukan khusus elite Angkatan Darat AS yang menangani misi berisiko tinggi. Sumber tersebut menyebut operasi penangkapan melibatkan koordinasi dengan aparat penegak hukum Amerika, meskipun detail teknis dan lokasi penahanan Maduro tidak diungkapkan secara terbuka.

Trump juga menghubungkan operasi ini dengan tuduhan lama terhadap Maduro terkait perdagangan narkotika dan kerja sama dengan kelompok kriminal bersenjata. Ia menulis, “Kami menghadapi rezim yang telah lama terlibat dalam terorisme narkotika,” mengacu pada dakwaan pengadilan AS pada 2020 yang menuduh Maduro terlibat jaringan penyelundupan kokain internasional—tuduhan yang secara konsisten dibantah pemerintah Venezuela.

Reaksi Keras dari Pihak Venezuela

Menanggapi serangan militer tersebut, reaksi keras segera datang dari Caracas. Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez, dalam wawancara dengan televisi pemerintah, meminta kejelasan mengenai keberadaan dan kondisi Presiden Nicolás Maduro. Ia menyebut klaim penangkapan itu sebagai bagian dari “operasi agresi politik dan militer” yang dinilainya melanggar kedaulatan Venezuela.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López mengumumkan pengerahan militer nasional dan menyatakan status darurat keamanan. Dalam pernyataannya, ia menyerukan persatuan nasional menghadapi apa yang disebutnya sebagai “agresi terburuk yang pernah dialami Venezuela,” seraya mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi kepanikan.

Pemerintah Venezuela juga mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menggelar pertemuan darurat guna membahas serangan tersebut. Caracas menilai operasi AS sebagai tindakan agresi militer yang berpotensi melanggar hukum internasional dan memperburuk ketegangan geopolitik global.

Respons Internasional

Di tingkat internasional, respons beragam bermunculan. Kuba secara terbuka mengecam langkah AS sebagai tindakan kriminal dan menyerukan kecaman global, sementara sejumlah negara lain menyatakan kekhawatiran atas dampak konflik terhadap stabilitas kawasan dan pasar energi global.

Perkembangan ini menempatkan Amerika Serikat dan Venezuela pada fase konfrontasi paling serius dalam beberapa dekade terakhir. Di tengah klaim penangkapan Presiden Maduro oleh Washington, dunia kini menunggu konfirmasi independen mengenai keberadaan dan kondisi pemimpin Venezuela tersebut, serta arah lanjutan dari krisis yang berpotensi mengubah peta geopolitik regional dan global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *