JAKARTA,
Penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia menjadi langkah penting dalam menghadapi era baru sepak bola nasional. Pengumuman resmi tersebut dilakukan oleh PSSI pada Sabtu (3/1/2026) sore WIB. Penunjukan ini diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi tim Garuda, baik dari segi taktik maupun mentalitas pemain.
Di balik penunjukan tersebut, filosofi “Brotherhood” menjadi dasar utama yang ingin dibangun oleh Herdman bersama skuad Garuda. Filosofi ini menekankan pentingnya kebersamaan, saling percaya, dan kesatuan antara pemain, baik yang naturalisasi maupun lokal. Sejak awal perkenalan dengan PSSI, Herdman menyatakan bahwa tugasnya tidak hanya sebatas pekerjaan teknis, tetapi juga proyek transformasi jangka panjang.
“Filosofi saya adalah membangun Brotherhood yang kuat, di mana setiap pemain, dari yang naturalisasi hingga yang lokal, merasa aman, dihargai, dan memiliki tujuan yang sama,” ujar Herdman dalam pertemuan pertamanya dengan PSSI pada pertengahan Desember 2025, dikutip dari rilis PSSI. Ia menegaskan bahwa pendekatan yang ia bawa tidak akan mengorbankan karakter lokal. Justru, ia memilih untuk menggali dan memuliakan budaya sepak bola Indonesia, bukan menggantinya dengan sistem asing yang diterapkan secara mentah.
“Indonesia bukan sekadar pekerjaan, ini adalah panggilan untuk transformasi,” kata Herdman. Ia melihat potensi yang luar biasa, gairah yang tak tertandingi, dan kerinduan yang mendalam dari jutaan penggemar. “Saya tidak datang untuk memaksakan budaya asing, saya datang untuk menggali dan memuliakan budaya sepak bola Indonesia,” ucap pelatih berusia 50 tahun itu.
Melalui filosofi Brotherhood, Herdman menargetkan pembentukan identitas baru Timnas Indonesia. Ia menginginkan tim yang kuat secara taktik, disiplin dalam struktur permainan, namun tetap memiliki semangat juang yang tinggi. “Kami akan menciptakan identitas Garuda yang baru, yang tangguh secara taktik dan tidak terkalahkan dalam semangat,” ujarnya.
Untuk merealisasikan visi tersebut, PSSI mengikat Herdman dengan skema kontrak 2+2 tahun, yakni dua tahun kerja sama dengan opsi perpanjangan dua tahun. Skema ini memberi ruang bagi proses pembangunan tim, sekaligus memastikan evaluasi kinerja tetap berjalan. Debut Herdman bersama Timnas Indonesia diperkirakan terjadi pada agenda terdekat, yakni FIFA Series dalam FIFA Matchday 23–31 Maret 2026. Rangkaian laga ini akan menjadi panggung awal penerapan filosofi Brotherhood di level pertandingan internasional.
Rekam Jejak yang Mendukung Filosofi
Kepercayaan PSSI terhadap Herdman tidak lepas dari rekam jejaknya di level dunia. Ia tercatat sebagai satu-satunya pelatih yang berhasil membawa tim nasional putri dan putra dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA. Bersama Timnas Putri Kanada, Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011. Sementara di sektor putra, ia mengantar Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 setelah 36 tahun absen.
Pengalaman membangun tim lintas sektor inilah yang dinilai relevan dengan kebutuhan Timnas Indonesia saat ini. Filosofi Brotherhood membawa harapan besar, sekaligus tantangan. Publik menantikan perubahan nyata, baik dari sisi permainan maupun mentalitas tim. Dalam jangka pendek, hasil di laga internasional akan menjadi sorotan, namun PSSI menegaskan bahwa Herdman diberi mandat untuk membangun fondasi yang berkelanjutan.
Dengan kebersamaan sebagai pijakan utama, era John Herdman diharapkan mampu menghadirkan Timnas Indonesia yang lebih solid, berkarakter, dan siap bersaing di level regional hingga internasional.











