Kunjungan Wali Kota Serang ke Wilayah yang Sering Dilanda Banjir
Warga Perumahan Bumi Agung Permai atau BAP 1, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, menyambut gembira kunjungan Wali Kota Serang, Budi Rustandi, yang meninjau langsung lokasi langganan banjir di kawasan tersebut, Jumat (2/1/2026). Kunjungan ini menjadi harapan baru bagi warga yang selama puluhan tahun harus hidup berdampingan dengan banjir setiap kali hujan deras mengguyur wilayah mereka.
Wali Kota Serang Budi Rustandi turun langsung ke lapangan bersama sejumlah pejabat terkait untuk melihat kondisi gorong-gorong di bawah jalan tol yang diduga menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya aliran air. Ketua RW 12 BAP 1, Agus Prasetyo, yang turut mendampingi peninjauan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih mewakili warga atas perhatian langsung Wali Kota Serang terhadap persoalan banjir yang telah lama terjadi.
“Kami warga BAP 1 mengucapkan terima kasih kepada Pak Wali Kota. Kurang lebih sudah 25 tahun wilayah kami selalu kebanjiran. Dengan turun langsung ke lokasi, kami berharap masalah banjir ini bisa benar-benar teratasi,” ujarnya.
Agus menambahkan, Wali Kota Serang telah menyampaikan solusi konkret berupa kelanjutan pembangunan sodetan menuju embung Pabuaran yang akan dikerjakan bersama Pemerintah Provinsi Banten, khususnya dalam hal pembiayaan.
“Pak Wali Kota menjelaskan bahwa sodetan akan dilanjutkan sampai ke embung Pabuaran. Kami bersyukur dan berharap setelah ini banjir tidak lagi mengancam warga. Ini bukti wali kota hadir dan peduli,” tambahnya.
Penanganan Darurat dan Kolaborasi Antarlembaga
Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi menegaskan bahwa peninjauan tersebut merupakan titik kedua yang ia kunjungi dalam rangka penanganan banjir, sesuai arahan dan instruksi Gubernur Banten.
“Hari ini saya melihat langsung kondisi gorong-gorong di bawah jalan tol. Ini sebenarnya masuk dalam kewenangan dan pemeliharaan BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol),” kata Budi kepada wartawan.
Budi mengaku kecewa karena sejak April 2025, surat yang dilayangkan Pemerintah Kota Serang kepada BPJT tidak kunjung mendapat tanggapan. Menurutnya, minimnya kolaborasi antarlembaga tersebut berdampak langsung pada ribuan rumah warga.
“Saya cukup geram karena sejak April tidak pernah ada balasan surat. Tidak ada kolaborasi dengan pemerintah daerah, baik provinsi maupun Kota Serang, padahal dampaknya dirasakan oleh ribuan warga,” tegasnya.
Ia menegaskan tidak ingin persoalan ini berlarut-larut hingga menimbulkan kesalahpahaman di tingkat nasional. Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang BPJT guna meminta penjelasan secara langsung.
“Insya Allah hari Senin BPJT akan kami undang. Jangan sampai nanti Presiden justru menyalahkan kepala daerah, baik gubernur maupun wali kota,” ujarnya.
Pembangunan Sementara dan Harapan Masyarakat
Sebagai langkah penanganan sementara, Pemkot Serang bersama Pemerintah Provinsi Banten akan melakukan penanganan darurat berupa pembangunan sodetan sepanjang sekitar 500 meter menuju embung Pabuaran, lengkap dengan pembangunan tembok penahan tanah (TPT).
“Sesuai arahan Pak Gubernur, untuk sementara sodetan ini akan dibangun oleh Pemerintah Provinsi Banten. Mudah-mudahan bisa mengurangi banjir sambil menunggu penanganan permanen dari BPJT terkait gorong-gorong yang kapasitasnya terlalu kecil,” jelas Budi.
Budi Rustandi juga mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan Pemerintah Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Andra Soni.
“Ini kolaborasi yang sangat baik. Baru kali ini saya benar-benar merasakan pemerintah provinsi hadir dan peduli terhadap Kota Serang,” pungkasnya.
Dengan adanya perhatian langsung dari pemerintah daerah serta rencana penanganan jangka pendek dan panjang, warga Bumi Agung Permai 1 Kota Serang berharap permasalahan banjir yang selama ini menghantui dapat segera teratasi secara permanen.











