Strategi Kemenpar untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Arab ke Indonesia
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memiliki rencana jangka panjang untuk menarik lebih banyak wisatawan dari Arab ke Indonesia. Hal ini dilakukan karena data kunjungan wisatawan Arab ke Indonesia masih jauh dari tingkat sebelum pandemi Covid-19.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa jumlah kunjungan wisatawan Arab ke Indonesia mencapai sekitar 157.000 orang pada tahun 2019. Namun, selama tiga tahun pandemi, angka tersebut turun drastis, hanya berkisar antara 32.000 hingga 46.000 orang per tahun.
Pada tahun 2023, angka kunjungan mulai meningkat dan melebihi 100.000 orang. Tahun berikutnya, yaitu 2024, jumlah kunjungan mencapai puncaknya dengan total sekitar 135.000 kunjungan. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah wisatawan Arab Saudi yang berkunjung ke Indonesia pada Januari hingga September 2025 mencapai 113.685 orang. Dengan tren ini, target yang ditetapkan untuk Arab Saudi tampaknya akan tercapai.
Strategi Promosi Wisata Indonesia di Timur Tengah
Untuk mencapai target tersebut, Kemenpar sedang mempersiapkan beberapa strategi promosi yang dirancang khusus untuk menarik wisatawan Arab. Berikut adalah beberapa langkah yang sedang diterapkan:
-
Promosi melalui pameran wisata
Kemenpar mengadakan kampanye langsung di wilayah Timur Tengah, khususnya di Arab Saudi. Salah satu acara utamanya adalah Arabian Travel Mart (ATM) di Dubai. Selain di ibu kota Riyadh, promosi juga dilakukan di kota-kota lain seperti Jeddah. Tujuan dari pameran ini adalah untuk menarik minat wisatawan Arab agar berkunjung ke Indonesia. -
Promosi melalui media sosial
Kemenpar berencana melakukan promosi wisata Indonesia melalui media sosial. Fokus utamanya adalah untuk menarik lebih banyak wisatawan Arab saat musim haji tiba. Meskipun jemaah haji biasanya pergi ke Tanah Suci, banyak dari mereka menggunakan momen ini untuk berlibur ke luar negeri.
“Kami sedang membuat strategi bagaimana agar ketika mereka ke luar negeri, mereka juga ke Indonesia. Isunya adalah konektivitas,” kata Made. Ia menambahkan bahwa Kemenpar telah bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan industri pariwisata untuk meningkatkan konektivitas antara Indonesia dan negara-negara Arab.
-
Promosi melalui iklan kendaraan
Selama musim haji berlangsung, Indonesia menjadi negara dengan jumlah jemaah terbanyak di Arab Saudi. Kemenpar merencanakan untuk memanfaatkan momen ini dengan memasang iklan di bus-bus yang digunakan oleh jemaah haji. Iklan ini akan dipasang di bus-bus yang berkeliling dan akan dilihat oleh jutaan orang. -
Menggelar fam trip
Terakhir, Kemenpar akan mengadakan fam trip ke destinasi-destinasi wisata Indonesia yang diminati oleh wisatawan Arab. Beberapa destinasi favorit termasuk Puncak, Bali, Bandung, dan Lombok. Fam trip ini bertujuan untuk menunjukkan berbagai macam pengalaman wisata yang tersedia di Indonesia, baik itu aktivitas seperti naik kapal pinisi, diving, kuliner, maupun belanja.
“Jika mereka suka high end, misalnya naik kapal pinisi, ada yang suka diving, minat khusus, ada yang suka makan, ada yang suka belanja, hal-hal seperti itu kita tunjukkan bahwa Indonesia punya,” tutup Made.











