"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Roy Suryo Kritik, Ada yang Mengalir Sebelum Eggi Temui Jokowi, Ungkap Polisi Aktif Ikut ke Sumber

Perkembangan Terbaru Kasus Ijazah Jokowi

Kasus ijazah Joko Widodo (Jokowi) yang sedang menjadi perhatian publik kini menghadirkan berbagai pernyataan dan tudingan dari pihak-pihak terkait. Salah satu tokoh yang turut berkomentar adalah Roy Suryo, seorang pakar telematika yang juga tersangka dalam kasus ini.

Sebelum pertemuan di Solo, Roy sempat menyampaikan sindiran yang menunjukkan keraguan terhadap sikap Eggi Sudjana, pengacara yang dikenal vokal dalam isu ijazah palsu. Pernyataannya “ada yang cair” mengisyaratkan adanya kepentingan tertentu yang mungkin memengaruhi tindakan Eggi.

Pernyataan ini muncul setelah Eggi dan Damai Hari Lubis mendadak mengakui keaslian ijazah Jokowi setelah melihat dokumen yang diklaim asli di Mapolda Metro Jaya. Kini, dengan kedatangan Eggi dan Damai ke kediaman Jokowi, Roy menyebut mereka bukan lagi pejuang, tetapi pecundang.

Roy Suryo mengaku tidak tahu-menahu soal pertemuan tersebut. Ia bahkan hanya menertawakan sikap Eggi setelah mendengar kabar kunjungan tersebut. Menurutnya, kini ia tahu betapa besar nyali Eggi dalam membuktikan keaslian ijazah Jokowi, meskipun ia menilai rekannya itu sudah tidak lagi sebagai pejuang.

“Kami kalau dalam tim kuasa hukum, advokasi dan akademisi, kita tertawa malah. Oh, cuman segitu toh akhirnya kalian berdua itu. Gitu loh,” ujar Roy dalam program ‘Sapa Indonesia Malam’ Kompas TV.

Ia menambahkan bahwa menurutnya, mereka bukanlah pejuang, tetapi pecundang. Roy juga menyampaikan bahwa ia tidak mengetahui alasan dibalik pertemuan tersebut, dan mempersilahkan publik untuk bertanya langsung kepada Eggi.

Sindiran Roy Suryo atas Pernyataan Elida Netti

Sebelumnya, Roy Suryo pernah menanggapi pernyataan kuasa hukum Eggi Sudjana, Elida Netti, yang mengklaim telah memegang ijazah Jokowi saat ditunjukkan Polda Metro Jaya dalam gelar perkara khusus. Elida mengaku menyentuh ijazah Jokowi dan mengklaim ada emboss dan watermark pada dokumen tersebut.

Namun, menurut Roy, pernyataan Elida terasa janggal karena ijazah yang diperlihatkan dilapisi plastik. Menurutnya, emboss terletak di bagian tengah ijazah, di samping kiri logo UGM, sehingga sulit untuk disentuh secara langsung.

“Salah seorang pengacara, pengacaranya Bang Eggi, yang katanya dia bisa meraba emboss itu. Padahal, sudah saya ukur. Kalau ini ijazah asli, ukurannya cukup besar,” tutur Roy dalam podcast Madilog YouTube Forum Keadilan TV.

Menurut Roy, jika ijazah tersebut dilapisi plastik, tangan tidak akan bisa mencapai bagian emboss. Oleh karena itu, ia merasa pernyataan Elida tidak masuk akal.

Roy kemudian ditanya oleh jurnalis senior Darmawan Sepriyossa selaku host dalam podcast tersebut; apakah pernyataan Elida mengindikasikan adanya dana yang sudah cair. Roy menjawab bahwa ada indikasi dana yang sudah cair, meskipun ia tidak menyebutkan siapa atau dari mana dana tersebut berasal.

Kehadiran Polisi Aktif dalam Pertemuan

Di kesempatan lain, Roy juga menyoroti kehadiran dua anggota kepolisian yang masih aktif dan disebut ikut mendampingi Eggi dalam pertemuan dengan Jokowi. Roy menyebut, kedua aparat tersebut berasal dari kepolisian daerah dan saat ini menangani perkara dugaan pencemaran nama baik terkait polemik ijazah Jokowi.

“Yang paling penting Eggi harus jujur. Sebutkan juga siapa orang lain yang ada dalam pertemuan itu,” ujar Roy dalam tayangan Program ‘Sapa Indonesia Malam’ Kompas TV.

Menurut Roy, keterlibatan polisi aktif yang sedang menangani perkara dalam pertemuan semacam itu tidak dapat dibenarkan. Ia menilai kondisi tersebut rawan konflik kepentingan dan dapat merusak prinsip profesionalitas penegakan hukum.

Oleh sebab itu, Roy meminta Presiden Prabowo Subianto serta Kapolri untuk menertibkan aparat yang dimaksud. Ia juga mendorong Eggi Sudjana untuk terbuka kepada publik dengan mengungkap siapa saja pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk mengungkap identitas dua polisi aktif yang disebut ikut mendampingi.

Klaim Permintaan Maaf Adalah Kebohongan

Pertemuan Eggi Sudjana dan Jokowi memunculkan dua versi yang saling bertolak belakang. Roy Suryo menolak klaim Eggi telah menyampaikan permintaan maaf dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, informasi yang ia peroleh langsung dari Eggi tidak menunjukkan adanya pernyataan permintaan maaf.

“Tidak ada kata permintaan maaf. Itu bohong. Tidak ada sama sekali,” kata Roy dalam program ‘Sapa Indonesia Malam’ Kompas TV.

Roy mengaku mendengar langsung pembicaraan Eggi melalui sambungan telepon dengan seorang rekan, bahkan percakapan itu disebut sempat direkam. Dari situ, Roy menyimpulkan tidak ada kalimat permintaan maaf yang diucapkan Eggi kepada Jokowi.

Sedangkan versi relawan Jokowi berbeda. Wakil Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), David Pajung, menegaskan Eggi telah menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi. Menurut David, pertemuan di Solo berlangsung dalam suasana terbuka dan kekeluargaan. David menyebut, Jokowi menerima Eggi dengan sikap kenegarawanan, meski sebelumnya Eggi dikenal vokal mempersoalkan keabsahan ijazah Jokowi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *