"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Pencarian Pesawat ATR 42-500: Dua Jasad Ditemukan, Barang Korban Hancur di Jurang Bulusaraung

Tim SAR Gabungan Berhasil Menemukan Dua Jasad Korban Pesawat ATR 42-500

Pencarian terhadap korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, mulai menunjukkan titik terang. Hingga hari ketiga operasi, Senin (19/1/2026), tim SAR gabungan berhasil menemukan dua jasad korban di medan ekstrem pegunungan.

Pencarian Dimulai dari Pos Tompobulu

Pagi ini, tim evakuasi dijadwalkan mulai bergerak dari Pos Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, sekitar pukul 07.00 Wita. Mereka membawa perlengkapan khusus untuk menghadapi medan terjal Pegunungan Bulusaraung yang dikenal curam dan berbahaya.

Dalam apel pagi, Asisten Resimen (Asrem) Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Abi Kusnianto, menyebutkan bahwa empat tim gabungan telah dikerahkan menuju lokasi yang sama melalui jalur Kabupaten Maros.

“Empat Tim ini, dari SAR Basarnas TNI-Polri, termasuk Polhut dan masyarakat akan fokus menjangkau dasar jurang, karena diperkirakan serpihan jatuh hingga di dasar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menegaskan bahwa Tim SAR SRU 4 akan memprioritaskan proses evakuasi korban di lokasi penemuan.

“Jadi kita fokuskan evakuasi sambil juga melakukan pencarian,” ujarnya.

Evakuasi dipastikan dilakukan melalui jalur darat. Kondisi cuaca di lereng Gunung Bulusaraung dinilai tidak memungkinkan penggunaan jalur udara.

“Jadi kita mengambil opsi jalur masyarakat, ya jalur darat,” jelas Andi Sultan.

Warga Temukan Jasad Korban di Dasar Jurang

Titik terang pencarian bermula dari temuan seorang warga Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, bernama Arman (38). Ia menjadi orang pertama yang menemukan satu jasad korban pesawat ATR 42-500 di dalam jurang lereng Gunung Bulusaraung.

“Posisinya tengkurap, laki-laki, masih utuh tapi pakaiannya sudah tidak ada saya lihat,” kata Arman sambil menunjukkan foto korban di Posko AJU Desa Tompobulu, Minggu (18/1/2026).

Jasad tersebut ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter dari permukaan. Arman menjelaskan bahwa medan menuju lokasi sangat sulit dan berbahaya.

“Dalam jurangnya, mungkin ada sekitar 200 meter,” ujarnya.

Tak hanya jasad korban, Arman juga menemukan sejumlah barang pribadi yang diduga milik korban. Namun, kondisi barang-barang tersebut sudah rusak parah akibat benturan dan medan ekstrem.

“Ada KTP, pasport, ATM ada sekitar tiga. Ada hape juga tapi sudah hancur,” sebutnya.

Penemuan dokumen identitas dan barang pribadi ini menjadi petunjuk penting bagi tim SAR dan DVI Polri dalam proses identifikasi korban, meski seluruh barang ditemukan dalam kondisi tidak utuh.

Arman mengaku mencapai lokasi setelah bersama dua warga lain membantu pencarian.

“Saya naik tiga orang, sekitar jam 7 pagi saya berangkat. Dan tadi jam 2 saya temukan itu mayat,” ucapnya.

Penemuan Korban Kedua di Jurang Lebih Dalam

Pada hari yang sama, tim SAR kembali menemukan satu korban lainnya. Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengungkapkan bahwa korban terbaru ditemukan sekitar pukul 14.10 Wita.

“Dari hasil komunikasi kami yang terhubung langsung dengan tim di lapangan, hari ini kembali ditemukan satu korban. Kira-kira 15 menit yang lalu,” kata Syafii saat konferensi pers di Kantor Basarnas Makassar.

Dengan temuan tersebut, total korban yang berhasil ditemukan hingga hari ketiga pencarian berjumlah dua orang. Korban pertama diketahui berjenis kelamin laki-laki, sementara korban kedua diduga perempuan. Namun, identitas resmi masih menunggu hasil pemeriksaan tim DVI Mabes Polri.

“Kami sampaikan bahwa untuk penentuan identitas korban bukan kewenangan kami. Itu akan dideklarasikan oleh DVI Mabes Polri,” jelas Syafii.

Korban kedua ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter, jauh lebih ekstrem dibanding lokasi korban pertama.

“Kondisi lokasi sangat terjal, hampir tegak lurus. Kedalamannya cukup ekstrem dan didominasi bebatuan,” ungkapnya.

Meski jasad korban sudah bersama tim penyelamat, proses evakuasi masih terkendala cuaca dan kondisi alam.

“Korban sudah bersama rescuer, namun evakuasi masih menunggu kondisi yang memungkinkan,” katanya.

Medan Ekstrem dan Barang Korban Ditemukan Hancur

Selain jasad korban, tim SAR juga menemukan sejumlah bagian pesawat serta benda-benda yang diduga milik korban lain. Namun, sebagian besar barang ditemukan dalam kondisi rusak berat dan tidak utuh akibat benturan keras di lereng gunung.

Seluruh temuan tersebut akan dikumpulkan dan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) serta pihak kepolisian untuk kepentingan investigasi lanjutan.

Hingga kini, lebih dari 1.200 personel SAR gabungan masih dikerahkan dan pencarian dibagi ke dalam empat sektor. Basarnas juga berkoordinasi dengan BMKG dan BNPB untuk kemungkinan operasi modifikasi cuaca.

“Kami masih berada dalam fase golden time. Mohon doa agar seluruh korban dapat ditemukan,” pungkas Kepala Basarnas.

Di tengah medan ekstrem dan cuaca yang tak bersahabat, penemuan jasad korban serta barang-barang pribadi yang meski hancur menjadi titik terang bagi keluarga dan tim pencari. Proses pencarian dan evakuasi pun terus dilanjutkan dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *