Perubahan Besar di Pemkot Batu: Sekda Zadiem Efisiensi Lengser
Pada hari Rabu, 21 Januari 2026, suasana Balai Kota Among Tani Kota Batu terasa berbeda dari biasanya. Hal ini dikarenakan adanya perombakan besar-besaran di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Salah satu yang terkena dampaknya adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu, Zadiem Efisiensi, yang resmi lengser dari jabatannya.
Zadiem Efisiensi telah menjabat sebagai Sekda sejak 8 Agustus 2018. Kini, ia dipastikan mengakhiri masa jabatannya dan kini menempati posisi baru sebagai Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Batu. Perubahan ini merupakan bagian dari strategi Wali Kota Batu, Wali Nurochman, untuk melakukan rotasi pejabat guna memperkuat visi dan misi Mbatu SAE.
Detail perombakan tidak hanya terjadi pada Sekda, tetapi juga sebagian besar kepala dinas. Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji pejabat pimpinan tinggi pratama masih berlangsung di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani Batu. Nurochman sebelumnya menyatakan bahwa perombakan ini bertujuan untuk memastikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bergerak selaras dalam menyukseskan visi dan misi Mbatu SAE. Tujuannya adalah menciptakan birokrasi yang adaptif dan profesional demi pelayanan prima kepada masyarakat.
Pengembangan Wisata Berbasis Sejarah di Jombang
Kawasan Ploso, Kabupaten Jombang, memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata berbasis sejarah. Salah satu lokasi yang menarik adalah Desa Rejoagung, yang diyakini sebagai tempat kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno. Keberadaan situs tersebut dinilai dapat menjadi pengungkit perekonomian masyarakat jika dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Akademisi Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Dina Eka Shofiana, menyampaikan pandangan bahwa nilai historis yang melekat pada situs Bung Karno di Ploso merupakan aset penting yang dapat dikembangkan tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai sarana edukasi publik. Menurut Dina, peningkatan kunjungan wisatawan akan membawa efek domino bagi warga sekitar, termasuk meningkatkan lapangan kerja dan pendapatan warga.
Ia mencontohkan kolaborasi antara UPT Kewirausahaan Unipdu dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang. Melalui kerja sama tersebut, bahan lokal seperti pandan yang sebelumnya hanya dimanfaatkan secara sederhana, kini diolah menjadi produk suvenir bernilai jual. Selain itu, geliat ekonomi dari sektor wisata juga berpotensi meningkatkan pendapatan desa dan daerah melalui pajak serta retribusi.
Kasus Dugaan Suap yang Menimpa Kajari Sampang
Nama Fadilah Helmi, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sampang, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah dirinya dijemput oleh Satuan Tugas (Satgas) Kejaksaan Agung (Kejagung). Fadilah dijemput di lingkungan kantor Kejari Sampang, Selasa (20/1/2026), dan langsung dibawa ke Jakarta untuk diperiksa terkait dugaan suap.
Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejagung, Rudi Margono, menyatakan bahwa dugaan suap tersebut terkait dengan kasus di Sampang. Meski demikian, Rudi enggan merinci lebih lanjut karena pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan barang bukti.
Fadilah Helmi memiliki gelar S.H., M.H., yang menunjukkan bahwa ia lulusan Sarjana sekaligus Magister di Bidang Hukum. Sebelum menjadi Kajari Sampang, Fadilah pernah menjabat sebagai Kajari Barito, Kalimantan Selatan. Ia juga pernah menjadi Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) di Gresik sebelum dipindahkan ke Barito dan akhirnya menjadi Kajari Sampang.











