Rombongan Menteri dan Pejabat Pusat Tiba di Kayu Pasak untuk Peresmian Huntara
Rombongan menteri dan pejabat pusat tiba di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, untuk menghadiri acara peresmian hunian sementara (huntara). Acara ini dilaksanakan pada Sabtu (25/1/2026) pukul 13:51 WIB. Rombongan tiba menggunakan mobil Inova, Fortuner, dan minibus lainnya berwarna hitam serta disambut antusias oleh warga setempat.
Kedatangan rombongan dikawal oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polda Sumbar. Setelah turun dari mobil, para pejabat langsung memasuki tenda yang telah disiapkan di samping panggung peresmian. Para rombongan terdiri dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Wakil Menteri Koperasi dan UMKM, serta Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS RI).
Beberapa pejabat daerah juga turut mendampingi rombongan menuju panggung peresmian. Di dalam tenda, mereka tampak berdiri dan bersalaman sebelum acara dimulai. Pukul 14:00 WIB, rombongan keluar dari tenda dan langsung menuju panggung peresmian yang sudah disiapkan. Mereka didampingi oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi, Bupati Agam Benni Warlis, dan sejumlah OPD lainnya.
Acara peresmian dimulai dengan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan secara bersamaan oleh para rombongan dan warga yang hadir. Sejumlah warga tampak antusias menyanyikan lagu kebangsaan tersebut.
Tampilan Hunian Sementara yang Menyerupai Barak Militer
Huntara yang akan digunakan oleh korban banjir bandang di Nagari Salareh Aia dan Nagari Salareh Aia Timur tampak berjajar rapi dengan bentuk menyerupai barak militer. Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 11.11 WIB, seluruh bangunan huntara telah selesai dibangun dan siap ditempati.
Secara keseluruhan, terdapat 21 barak dengan lima pintu yang terdiri dari 105 unit. Selain itu, ada tiga barak lainnya dengan empat pintu dan total 12 unit, sehingga jumlah keseluruhan mencapai 117 unit. Setiap barak memiliki ukuran sekitar 8,5 x 6,4 meter. Bangunan tersebut menggunakan dinding asbes dan seng putih, serta telah dicor pada bagian lantai.
Permukaan lantai masih kasar dan dilapisi tikar abu-abu bermotif sebagai alas. Secara tampilan, huntara terlihat sederhana dan memanjang, dilengkapi kanopi di bagian depan. Tidak terdapat motif khusus pada bangunan, namun dindingnya dilengkapi beberapa potongan asbes sebagai ventilasi.
Di depan setiap pintu, terpasang stiker bertuliskan nama blok serta kepala keluarga yang akan menempati huntara tersebut. Di dalam, sejumlah warga sudah mulai menempati unit masing-masing. Ada yang duduk, tidur, hingga bersantai bersama keluarga.
Perlengkapan Dasar dan Bantuan Sembako Sudah Siap
Sejumlah perlengkapan dasar seperti kipas angin, sapu, serta kasur lipat bertuliskan BNPB telah tersedia di dalam huntara. Selain itu, warga juga menerima bantuan sembako yang beragam, mulai dari minyak goreng, gula, beras, hingga makanan ringan.
Di sekitar kawasan huntara, tampak pula pemasangan bendera marawa untuk menyambut kedatangan para pejabat negara yang dijadwalkan meresmikan bangunan tersebut. Beberapa menteri yang akan hadir antara lain adalah Menko PMK, Menteri Dalam Negeri, Kepala BNPB, Wakil Menteri Koperasi dan UMKM, serta Wakil Kepala BPS RI.
Tanggapan Warga Terhadap Huntara
Salah seorang warga, Amir, menilai bahwa bangunan huntara tersebut cukup layak untuk ditempati oleh para korban galodo di Nagari Salareh Aia dan Nagari Salareh Aia Timur. Ia menyatakan bahwa total ada sekitar 117 kartu keluarga yang akan menempati lokasi ini.
“Huntara untuk korban galodo ini kualitasnya cukup layak,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026), sembari bersantai bersama keluarga di dalam huntara.
Sementara itu, hingga pukul 12.48 WIB, petugas masih berjaga di sekitar lokasi. Warga lainnya tampak berkeliaran di kawasan huntara sambil menunggu kedatangan rombongan menteri yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 14.00 WIB.











