"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Tiga Pelaku Perampokan dan Penculikan Lansia di Palembang Ditangkap, Korban Masih Hilang

Misteri Keberadaan Christina, Korban Penculikan dan Perampokan

Kasus penculikan dan perampokan yang menimpa Christina (80), seorang mantan guru dan pemilik kosan di Palembang, masih menyisakan misteri meskipun tiga pelaku telah berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian. Meski begitu, hingga kini keberadaan korban belum dapat diketahui secara pasti.

Penangkapan Pelaku Utama dan Rekan-rekannya

Pelaku utama, YG (59) berhasil ditangkap di wilayah Jawa Timur, tepatnya di wilayah hukum Polres Tulungagung. Sementara dua pelaku lainnya, yaitu JI dan SW, ditangkap di Palembang. Kepala Bidang Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mumin Wijaya, mengatakan bahwa penyidik masih terus mendalami perkembangan kasus ini.

“Masih nunggu info lanjut,” ujar Nandang saat dikonfirmasi.

Kronologi Penangkapan

Penangkapan YG berawal dari penyelidikan yang dilakukan oleh tim Subdit III Jatanras Polda Sumsel. Awalnya, pelaku diperkirakan berada di Jakarta, dengan bantuan Resmob Bareskrim Polri. Namun, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata YG telah melarikan diri ke wilayah Lampung bersama istri dan anaknya menggunakan mobil Honda Mobilio.

Setelah melarikan diri, YG meninggalkan istri dan anaknya. Dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya mengetahui bahwa YG kabur ke wilayah hukum Polres Tulungagung. Saat ini, Polda Sumsel sedang dalam proses penjemputan YG dari wilayah tersebut.

Sementara itu, JI dan SW ditangkap di tempat berbeda di Palembang. JI ditangkap di rumahnya di Jalan Pangeran Ayin, Talang Kelapa, Banyuasin, sementara SW juga ditangkap oleh anggota Subdit III Jatanras Polda Sumsel.

Pengakuan Pelaku

Dalam pengakuan pelaku, SW menjemput tersangka utama dan membantu menjual mobil korban. Sedangkan JI menerima handphone milik korban yang diserahkan oleh YG. Menurut pengakuan JI kepada penyidik, pada tanggal 14 Januari 2026 sekitar pukul 11:00 WIB, YG datang ke rumahnya dengan mengendarai mobil Mitsubishi Mirage BG 1646 RI (milik korban hilang).

Setelah 30 menit, YG pamit dari rumah JI dan memberikan handphone korban serta memerintahkan JI untuk merestart ulang handphone tersebut. Selain itu, YG juga memberikan uang Rp 4,2 juta kepada JI secara bertahap.

Kronologi Korban Hilang

Christina dilaporkan hilang setelah mengabarkan cucunya bahwa ia akan berobat ke RS Bhayangkara Palembang pada Rabu (14/1/2026) dini hari. Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa ia terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga pada Rabu pagi sekitar pukul 04.47 WIB. Ia menginformasikan bahwa telah mengambil nomor antrean untuk berobat dan berniat pulang terlebih dahulu.

Namun, hingga pagi hari, Christina tidak kunjung kembali ke rumah. Sekitar pukul 07.00 WIB, cucu ponakannya baru sempat membalas pesan tersebut. Pada pukul 09.53 WIB, kembali muncul pesan yang menyebutkan bahwa di rumah akan ada yang mengantar nasi kuning.

“Pas diantar jam 10.00 pagi, di rumah korban tidak ada orang. Ditelepon tidak diangkat, di WA tidak dibalas. Posisi rumah kosong dan mobilnya juga tidak ada,” tulis pesan lanjutan yang beredar.

Upaya Pencarian dan Laporan ke Kepolisian

Rinto, cucu korban, mengungkapkan bahwa keluarga berupaya mencari Christina ke rumah teman dan kerabat, tetapi hasilnya nihil. Pada malam harinya, keluarga melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian dengan membuat laporan orang hilang.

Pihak kepolisian sempat melakukan pelacakan sinyal ponsel. Hasilnya, titik terakhir keberadaan korban terdeteksi berada di sekitar Talang Buluh, Kenten Laut. Namun ketika mereka mendatangi lokasi tersebut, korban masih belum ditemukan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *