Persiapan Persebaya Surabaya Menghadapi PSIM Jogjakarta
Empat belas hari pertama Bernardo Tavares memimpin Persebaya Surabaya langsung dihadapkan pada tantangan berat. Jelang laga putaran kedua pekan ke-18 Super League 2025/2026 melawan PSIM Jogjakarta, pelatih asal Portugal itu mulai menyampaikan pandangannya tentang kondisi tim dan arah persiapan.
Hampir dua pekan jeda kompetisi menjadi momen penting bagi Persebaya Surabaya. Waktu singkat tersebut dimanfaatkan oleh pelatih Bernardo Tavares untuk membangun fondasi permainan sebelum bertandang ke Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1).
Dalam periode tersebut, fokus utama diarahkan pada pematangan fisik dan taktik pemain. Seluruh sesi latihan disusun agar selaras dengan kebutuhan pertandingan yang akan dihadapi dalam waktu dekat.
Bernardo Tavares mengakui bahwa jeda kompetisi ini sangat penting untuk proses awalnya bersama Persebaya Surabaya. Dia memanfaatkannya untuk memahami karakter pemain sekaligus menyesuaikan metode latihan.
“Waktu yang ada kami gunakan sebaik mungkin untuk memahami pemain dan menyesuaikan latihan dengan kebutuhan pertandingan,” ujar Tavares.
Pernyataan itu menggambarkan pendekatannya yang detail sejak hari-hari pertama menangani Green Force. Sebagai pelatih baru, Tavares tidak hanya fokus pada skema permainan. Dia juga memberi perhatian besar pada kondisi individual setiap pemain, termasuk aspek nonteknis.
Adaptasi pemain baru menjadi salah satu perhatian utama dalam 14 hari pertama kepemimpinannya. Beberapa rekrutan asing masih membutuhkan waktu untuk benar-benar menyatu dengan tim.
Nama-nama seperti Gustavo Fernandes, Bruno Paraiba, dan Jefferson Silva masih dalam tahap penyesuaian. Perjalanan panjang yang mereka tempuh berdampak langsung pada kondisi fisik dan kebugaran.
“Ada pemain yang masih mengalami jet lag dan belum mendapatkan kualitas tidur yang baik. Kami berharap kondisinya segera membaik,” jelas pelatih asal Portugal itu.
Situasi tersebut membuat tim pelatih harus ekstra cermat mengatur intensitas latihan. Setelah kondisi fisik mulai stabil, fokus latihan diarahkan pada peningkatan stamina. Targetnya, para pemain bisa tampil optimal dan konsisten sepanjang pertandingan.
Persiapan ini menjadi krusial mengingat PSIM Jogjakarta dikenal sebagai tim yang agresif, terutama saat bermain di kandang. Persebaya Surabaya dituntut siap secara fisik dan mental sejak menit awal.
Selain pemain baru, kondisi pemain yang sempat mengalami cedera juga terus dipantau. Tim medis dan pelatih bekerja bersama memastikan proses pemulihan berjalan sesuai rencana.
Dengan waktu yang terbatas, Tavares berharap ada pemain yang bisa kembali tersedia untuk laga penting ini. Kehadiran mereka akan menambah opsi dan kedalaman skuad Persebaya Surabaya.
“Kami akan melihat perkembangan latihan selanjutnya dan menyusun rencana terbaik untuk pertandingan melawan PSIM,” tandas Bernardo Tavares.
Pernyataan tersebut menegaskan pendekatan fleksibel yang ia terapkan sejak awal. Empat belas hari pertama ini menjadi fase pengenalan yang padat bagi Tavares. Dia tidak hanya mengenal pemain, tetapi juga kultur dan ekspektasi besar yang melekat pada Persebaya Surabaya.
Tekanan untuk langsung meraih hasil positif tentu ada. Namun, Tavares memilih fokus pada proses agar fondasi tim terbentuk dengan kuat. Pendekatan tersebut diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi performa Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026. Laga melawan PSIM menjadi ujian awal dari proses yang sedang dibangunnya.
Pertandingan di Bantul nanti bukan sekadar soal tiga poin. Laga tersebut juga menjadi cermin sejauh mana Persebaya Surabaya menyerap ide dan filosofi pelatih barunya.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Persebaya Surabaya berharap bisa tampil kompetitif. Empat belas hari awal di bawah Bernardo Tavares pun menjadi titik awal cerita baru Green Force musim ini.











