Empat Proyek Jalan Tol yang Akan Dieksekusi Tahun Ini
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa ada empat proyek pembangunan jalan tol yang akan segera dieksekusi mulai tahun ini. Tujuan dari proyek-proyek ini adalah agar bisa beroperasi pada tahun 2029. Keempat ruas jalan tol tersebut meliputi:
- Ruas Sentul Selatan-Karawang Barat (Jawa Barat)
- Ruas Gedebage-Tasikmalaya (Jawa Barat)
- Ruas Pejagan-Cilacap (Jawa Tengah)
- Ruas Gilimanuk-Mengwi (Bali)
Dody menjelaskan bahwa keempat proyek ini masih dalam proses due diligence, yaitu pemeriksaan dan analisis menyeluruh. Meskipun demikian, beberapa proyek memiliki potensi lebih cepat terealisasi karena daya tarik investasi dan tingkat lalu lintas yang lebih tinggi.
“Tahun ini rencana ada empat (proyek jalan tol). Sentul Selatan-Karawang Barat, terus di Bali, terus Gedebage-Tasik, dan Pejagan-Cilacap, cuma semua memang masih proses due diligence ya,” ujarnya.
Proyek dengan Potensi Lebih Cepat Terealisasi
Dody menambahkan bahwa dua proyek, yaitu ruas Sentul Selatan-Karawang Barat dan Gedebage-Tasikmalaya, berpotensi lebih cepat terealisasi. Ia berharap kedua ruas ini bisa diselesaikan pada tahun 2026.
“Mudah-mudahan sih tahun 2026 bisa kami selesaikan, dari empatnya mungkin dualah (ruas Sentul Selatan-Karawang Barat dan Gedebage-Tasikmalaya) bisa kita selesaikan,” katanya.
Namun, tidak semua proyek memiliki daya tarik yang sama bagi investor. Contohnya, ruas Tol Gilimanuk-Mengwi masih minim peminat karena arus lalu lintas di kawasan tersebut relatif rendah.
“Yang saya tahu, (rencana proyek ruas tol) Gilimanuk-Mengwi itu nggak banyak investor yang tertarik karena ramai traffic bukan di situ. Jadi, masih banyak diskusi (terkait rencana pembangunannya),” imbuhnya.
Fokus pada Pembangunan Infrastruktur
Selain fokus pada pembangunan fisik konstruksi jalan tol, Menteri PU juga menjelaskan bahwa pemerintah melakukan diskusi intensif dengan kepala daerah untuk menentukan lokasi pintu keluar tol. Tujuannya adalah agar mampu mendorong pemerataan ekonomi di setiap wilayah.
Pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama. Hal ini ditegaskan oleh Presiden Prabowo dalam acara Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia di Jakarta beberapa hari lalu. Ia menegaskan bahwa proyek infrastruktur baru tidak akan dihentikan, meski skema pembangunannya akan diubah.
“Saya akan memberikan peran yang lebih besar ke swasta. Ada yang bilang saya menghentikan proyek-proyek infrastruktur itu tidak benar. Saya merubah (pembangunan) infrastruktur sebagian besar swasta yang bangun,” ujarnya.
Proyek Tol Getaci Masuk Program Strategis Nasional
Beberapa waktu lalu, pemerintahan Prabowo Subianto memasukkan jalan Tol Getaci ke dalam program proyek Strategis Nasional (PSN) 2025 bersama 50 proyek infrastruktur lainnya di Indonesia.
Pemerintah melalui Kementerian PU menegaskan bahwa proyek Tol Getaci (untuk sampai Tasikmalaya) akan masuk proses lelang dilanjut pembangunan konstruksi tahun 2026 dan diagendakan mulai beroperasional di 2029.
Pembagian Seksi Pembangunan Tol Getaci
Dalam pelaksanaan pembangunannya, proyek jalan Tol Getaci segmen Gedebage-Tasikmalaya dibagi ke dalam 2 seksi yaitu:
- Seksi 1 Gedebage – Garut Utara (45,20 km)
- Seksi 2 Garut Utara – Tasikmalaya (50,32 km)
Informasi tambahan, Jalan Tol Getaci yang merupakan bagian dari proyek besar Jalan Tol Trans Jawa Selatan nantinya akan terkoneksi secara bertahap hingga Yogyakarta.
Selain itu, telah direncanakan pula akan dibangun jalan Tol Cilacap-Pejagan yang menyambungkan Tol Getaci wilayah Selatan Jawa dengan Utara Jawa.











