"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Metode Seleksi Luis Milla dan Shin Tae-yong Jadi Acuan Calon Pelatih Timnas Indonesia

Proses Pemilihan Pelatih Timnas Indonesia

Wakil Ketua Umum (Waketum) I PSSI, Zainudin Amali, menjelaskan cara yang digunakan oleh federasi dalam mencari dan menentukan pelatih baru untuk Timnas Indonesia. Metode ini mirip dengan proses sebelumnya saat memilih Luis Milla dan Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala. Para kandidat akan melakukan presentasi di depan Anggota Komite Exco PSSI.

Kursi pelatih Timnas Indonesia saat ini masih kosong. Hal ini terjadi setelah PSSI memutuskan berpisah dengan Patrick Kluivert dan jajaran tim kepelatihannya pada pertengahan Oktober lalu. Sampai saat ini, PSSI belum berhasil menentukan pelatih baru. Di sisi lain, beberapa nama telah beredar luas dan sangat liar, mulai dari Timur Kapadze, pelatih yang membawa Uzbekistan lolos ke Piala Dunia 2026, hingga Heimir Hallgrimsson yang merupakan juru taktik Timnas Republik Irlandia.

Zainudin Amali menyampaikan bahwa pencarian pelatih masih dalam proses. PSSI masih mencari dengan mengandalkan Ketua Badan Tim Nasional PSSI, Sumardji, dan Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers.

“Nah, mekanisme yang akan kita jalankan. Begitu ada beberapa calon, tentu kita akan nilai. Ya, konon kabarnya kan Pak Ketua BTN (Badan Tim Nasional) sama Direktur Teknik yang ditugaskan untuk pencarian,” ujar Amali ditemui di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jumat (14/11).

“Nah, kita akan tanya-tanya Pak Sumardji (Ketua BTN) mana nama-nama yang sudah dijaring. Masih nama-nama ya. Kemudian kita akan putuskan,” tambahnya.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI itu kemudian mengungkapkan ada mekanisme dilakukan PSSI dalam menentukan pelatih kepala Timnas Indonesia. Cara ini pernah dijalankan oleh PSSI saat memutuskan Shin Tae-yong (STY) dan juga Luis Milla sebagai pelatih kepala skuad Garuda sebelumnya.

Caranya, kata Zainudin, para kandidat akan dibahas oleh Exco PSSI, kemudian calon pelatih kepala bakal memaparkan rencana dan program yang akan dijalani selama menukangi Timnas Indonesia kepada Exco PSSI. Setelah itu, barulah keputusan final dibuat.

“Ada mekanisme yang bagus yang kita pernah jalankan saat menentukan Shin Tae-yong (STY) dulu. Ya, ada aspirasi, ada dua waktu itu, ada STY, ada Luis Milla,” terang Amali.

“Nah, kemudian dua-duanya ini secara bergantian diminta untuk memaparkan di depannya Exco. Akhirnya, waktu itu zaman Pak Iwan Bule (Mochamad Iriawan), Exco memutuskan, oke, kita putuskan STY,” imbuhnya.

Menurut Amali, cara itu adalah yang terbaik karena mengutamakan transparansi. Ia pun menegaskan PSSI akan melakukan semuanya setelah nama-nama kandidat diperoleh dari Dirtek PSSI dan BTN.

“Nah, untuk yang ini saya kira kita akan lakukan proses seperti itu. Sehingga semuanya menjadi transparan. Dan kita tahu tentang pilihan kita itu. Dan semua Exco terinformasikan. Jadi kalau sudah ada satu-dua nama pun pasti segera diinformasikan,” tandasnya.

Proses Seleksi yang Transparan

Proses seleksi pelatih Timnas Indonesia yang dijelaskan oleh Zainudin Amali menunjukkan komitmen PSSI untuk menjaga transparansi dan partisipasi aktif dari berbagai pihak. Dengan melibatkan Exco PSSI dalam presentasi rencana dan program yang diajukan oleh para kandidat, PSSI memastikan bahwa keputusan akhir tidak hanya didasarkan pada keinginan atau preferensi individu, tetapi juga atas pertimbangan yang matang dan terbuka.

Beberapa langkah penting dalam proses ini antara lain:

  • Pemetaan Kandidat: PSSI melakukan pengumpulan dan penjajagan terhadap sejumlah kandidat pelatih potensial. Proses ini dilakukan oleh Ketua BTN dan Direktur Teknik PSSI.
  • Presentasi Rencana: Kandidat yang muncul akan diminta untuk mempresentasikan rencana dan program mereka kepada Exco PSSI. Hal ini bertujuan untuk memahami visi dan strategi yang akan diterapkan.
  • Evaluasi dan Keputusan: Setelah presentasi, Exco PSSI akan mengevaluasi dan membuat keputusan akhir. Proses ini dilakukan secara transparan agar semua anggota Exco memiliki pemahaman yang sama tentang pilihan yang diambil.

Dengan pendekatan ini, PSSI berharap dapat menemukan pelatih yang tepat dan mampu membawa Timnas Indonesia meraih prestasi yang lebih baik. Selain itu, proses ini juga memberikan ruang bagi partisipasi aktif dari berbagai pihak dalam pengambilan keputusan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *