"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Susun Rancangan Besar Reformasi Birokrasi, Menteri PANRB Jamin Manfaat Nyata untuk Rakyat

Visi dan Strategi Reformasi Birokrasi Nasional 2025–2045

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) telah menyelesaikan penyusunan Desain Besar Reformasi Birokrasi Nasional (DBRBN) 2025–2045. Dokumen ini menjadi panduan utama dalam mewujudkan birokrasi yang kolaboratif, kapabel, dan berintegritas. Selain itu, DBRBN juga akan menjadi dasar bagi penyusunan Desain Besar Reformasi Birokrasi Bidang Pendayagunaan Aparatur Negara (DBRBB PAN) 2025–2045, yang saat ini sedang dalam proses penyelarasan.

Penyelarasan antara DBRBN dan DBRBB PAN dilakukan untuk memastikan bahwa Kementerian PANRB dan instansi terkait memiliki arah yang jelas. Hal ini penting agar birokrasi tidak hanya merespons isu-isu yang muncul, tetapi juga proaktif dalam menghadapi perubahan di masa depan.

Penyampaian Rancangan oleh Menteri PANRB

Dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Tanggapan dan Masukan Pakar atas rancangan DBRBB PAN 2025–2045 di Jakarta, Menteri PANRB menyampaikan bahwa rancangan ini disusun agar selaras dengan DBRBN 2025–2045. Rancangan ini akan menjadi acuan bagi Kementerian PANRB dan instansi paguyuban bidang PANRB dalam beberapa aspek seperti pelayanan publik, SDM aparatur, kelembagaan, akuntabilitas, serta transformasi digital.

“Rancangan ini bukan hanya memastikan keselarasan antar bidang, namun juga mengikat kinerja dan arah kerja paguyuban PANRB agar reformasi birokrasi berjalan seirama dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Menteri PANRB.

Peran Forum dan Masukan Pakar

Forum FGD ini menjadi ruang belajar dan penyempurnaan bersama terhadap pandangan dan masukan dari pakar serta instansi paguyuban PANRB. Instansi seperti Lembaga Administrasi Negara (LAN), Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) turut berpartisipasi dalam diskusi ini. Mereka memiliki peran strategis dan pengalaman panjang dalam membangun birokrasi yang tangguh dan adaptif ke depan.

Dalam laporan Ketua Tim Penyelerasan DBRBB PAN 2025–2045, Tasdik Kinanto menjelaskan bahwa rancangan DBRBB PAN 2025–2045 akan membawa arah baru dalam reformasi birokrasi. Beberapa fokus utama termasuk transformasi digital pemerintah, peningkatan manajemen SDM aparatur, penciptaan kelembagaan dan proses bisnis yang lincah dan kolaboratif, akuntabilitas kinerja dan pengawasan yang efektif, serta pelayanan publik yang lebih berkualitas dan merata.

Keterkaitan dengan Peningkatan Produktivitas

Dalam presentasinya, Uke Mohammad Hussein dari Kementerian PPN/Bappenas menyampaikan bahwa peningkatan Total Factor Productivity (TFP) merupakan kunci pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Ia menekankan bahwa kualitas institusi, efisiensi tata kelola, inovasi, serta profesionalisme aparatur negara menjadi faktor penting dalam mendorong TFP dan menggerakkan transformasi pembangunan.

Reformasi Birokrasi juga ditempatkan secara strategis dalam RPJPN 2025–2045 sebagai fondasi untuk mewujudkan pemerintahan yang tangkas, berintegritas, dan adaptif. Dalam RPJMN 2025–2029, prioritas reformasi birokrasi meliputi penguatan kelembagaan, digitalisasi pelayanan publik, deregulasi, dan peningkatan meritokrasi ASN.

Pandangan dari Akademisi dan Pakar

Prof. Eko Prasojo, Ketua Dewan Pakar UI-CSGAR, menyampaikan bahwa DBRBB PAN 2025–2045 mencakup berbagai aspek untuk mewujudkan aparatur negara yang profesional, berdaya guna, dan berhasil guna. Tujuannya adalah mencapai tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

“Dengan adanya DBRBB PAN 2025–2045 ini makin memperkuat operasionalisasi DBRBN 2025–2045 guna mewujudkan budaya birokrasi yang berintegritas dan melayani untuk membangun kepercayaan kepada masyarakat,” ujarnya.

Rekomendasi dari Open Government Partnership

Yanuar Nugroho, Open Government Partnership Global Envoy, memberikan rekomendasi dalam penyusunan DBRBB PAN 2025–2045. Ia menekankan pendekatan foresight yang berfokus pada visi besar DBRBN 2025–2045.

“Desain besar tidak hanya dilakukan sebatas perencanaan, melainkan juga dapat dinilai efektivitasnya melalui analisis situasional untuk menghubungkan kebijakan dengan situasi nyata, menguji melalui use case. Misalnya digitalisasi layanan publik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) atau mobilisasi ASN digital,” jelasnya.

Proses Penyempurnaan dan Kedepan

Ke depannya, rancangan DBRBB PAN 2025–2045 akan terus diperbaiki dan disempurnakan untuk mengakomodasi seluruh masukan yang muncul selama proses FGD. Berbagai pandangan konstruktif dari para pakar, akademisi, serta instansi paguyuban PANRB menjadi bagian penting dalam memperkaya substansi desain besar ini. Dengan demikian, dokumen final yang dihasilkan tidak hanya komprehensif, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan birokrasi masa depan dan tantangan pembangunan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *