"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Misi Berhasil: Marinir Bawa Badak Jawa dengan Kapa K-61

Peran Kapa K61 dalam Operasi Penyelamatan Badak Jawa

Kendaraan tempur (ranpur) Kapa K61 tidak hanya berperan sebagai alat mobilitas dan pengamanan pasukan, tetapi juga bisa digunakan dalam misi sosial. Salah satu contohnya adalah saat ranpur tersebut digunakan untuk mengangkut kandang Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) yang digunakan dalam proses pemindahan satwa dilindungi dari Taman Safari Bogor ke Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kabupaten Pandeglang, Banten.

Pengangkutan kandang membutuhkan stabilitas, kekuatan daya angkut, serta manuver ranpur yang presisi mengingat medan yang dilalui. Sebelum pelaksanaan operasi, seluruh prajurit Marinit TNI AL melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kesiapan teknis kendaraan, mulai dari sistem mesin, kemampuan suspensi, sistem komunikasi hingga pemeriksaan area angkut untuk memastikan kandang dapat diposisikan secara aman.

Setelah seluruh tahapan dipastikan memenuhi standar keselamatan, baik untuk personel, ranpur, maupun perlengkapan misi, pengiriman badak dimulai. Ranpur Kapa K61 bergerak sebagai unsur utama dalam membawa kandang Badak menuju titik debarkasi yang telah ditentukan oleh Satgas Merah Putih.

Ranpur bertugas membuka jalur, meminimalkan potensi gangguan di medan, serta memberikan keamanan terhadap tim translokasi yang berjalan berdampingan. Proses pengangkutan dilakukan dalam beberapa tahap, disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kecepatan pergerakan satwa.

“Pelaksanaan tugas ini menunjukkan bahwa Batalyon Kapa 1 Marinir mampu melaksanakan dukungan lintas fungsi, termasuk tugas-tugas yang berkaitan dengan operasi kemanusiaan dan pelestarian lingkungan,” kata Komandan Batalyon Kapa 1 Marinir Letkol Mar Bayhaky C Chipta dalam siaran pers di Jakarta, Ahad (23/11/2025).

Menurut Bayhaky, pengalaman itu menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan teknis prajurit Marinir serta kesiapan ranpur dalam menghadapi berbagai bentuk tugas operasi selain perang. Seluruh rangkaian kegiatan translokasi badak Jawa berjalan aman, tertib, dan lancar, tanpa hambatan signifikan.

“Ranpur K61 terbukti mampu menjalankan fungsi pengangkutan dan pengamanan dengan baik, bahkan dalam medan yang tidak biasa. Ranpur Kapa K61 berhasil mengangkut kandang badak hingga titik tujuan dan kembali dalam keadaan lengkap serta siap untuk penugasan berikutnya,” ujar Bayhaky.

Kerja Sama dalam Operasi “Merah Putih”

Proses translokasi yang dinamai “Operasi Merah Putih” itu berlandaskan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Selain Marinir TNI AL, operasi itu melibatkan Kodam III/Siliwangi, Korem 064/Maulana Yusuf Banten, dan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten.

Komandan Satuan Tugas adalah Komandan Resor Militer (Danrem) 064/Maulana Yusuf Banten Brigjen Edy Saputra dan Wakil Komandan Satuan Tugas adalah Danlanal Banten Kolonel Laut (P) Catur Yogiantoro dan Kepala Balai TN Ujung Kulon Ardi Andono. Sebelum pemindahan, semua pihak yang terlibat mengikuti tactical floor game (TFG).

Tahapan Pemindahan Musofa

Individu badak jantan bernama Musofa berhasil masuk ke dalam pit trap pada 3 November 2025, setelah melalui pemantauan intensif tanpa luka dan patah kaki. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kondisi awal, penilaian stres, dan persiapan perpindahan sesuai prosedur.

Proses pemindahan Musofa dimulai pada 4 November 2025 pukul 04.00 WIB, saat tim melakukan evakuasi dari pit trap menuju kandang angkut khusus. Pada fase awal itu, seluruh personel bergerak dengan cermat karena perjalanan harus melewati jalur hutan yang sempit dan licin menuju titik penjemputan Kapa K-61 Marinir TNI AL.

Pada 5 November 2025 sekitar pukul 14.20 WIB, kendaraan amfibi itu mulai mengangkut kandang Musofa mengarungi rute laut menuju Legon Pakis, titik pendaratan terdekat yang memungkinkan akses lanjutan ke Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA). Setibanya di titik transfer pada pukul 17.00 WIB, tim segera melanjutkan proses pemindahan kandang Musofa ke jalur darat terakhir menggunakan truk.

Semua tahapan dilakukan dengan kecepatan terukur, namun tetap mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan badak Jawa Musofa. Akhirnya, pada pukul 18.20 WIB, Musofa tiba di JRSCA untuk selanjutnya dihabituasi di kandang rawat (paddock), menandai berhasilnya tahap transportasi dan dimulainya fase adaptasi serta observasi medis lanjutan oleh tim dokter hewan dan keeper.

Kesuksesan yang Menjadi Harapan Baru

Keberhasilan pengoperasian Kapa K-61 mencerminkan standar operasi tinggi, profesionalitas Marinir TNI AL, dan Satgas Merah Putih, serta kesiapan Indonesia dalam menjalankan misi konservasi kompleks. Translokasi badak Jawa membuktikan, perencanaan matang, kekuatan kolaborasi ilmiah, dan dukungan strategis lintas sektor mampu membawa harapan baru bagi badak Jawa yang kini hanya ada di TNUK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *