"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Bernardo Tavares Gagal! Ini Empat Pelatih Hebat yang Layak untuk Persebaya Surabaya

Kandasnya Kabar Bernardo Tavares sebagai Pelatih Persebaya Surabaya



Kabar yang sempat menggelegar di kalangan suporter Persebaya Surabaya, Bonek, kini harus berakhir dengan kekecewaan. Bernardo Tavares, pelatih asal Portugal yang sebelumnya disebut-sebut akan melatih klub, akhirnya kandas dalam proses negosiasi. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh agen Tavares, Azmi Ponti, yang menegaskan bahwa tidak ada kesepakatan apapun antara pelatih tersebut dengan Persebaya Surabaya.

Pernyataan Azmi Ponti itu mematahkan euforia sebagian besar Bonek yang sebelumnya mengirimkan pesan-pesan seperti “Welcome Bernardo TAVARES” dan “TAVARES IN” di media sosial. Beberapa akun fanbase bahkan mengunggah pertanyaan tentang kepastian kedatangan Tavares, seperti yang dilakukan oleh @tribunpersebaya.

Rumor tentang kedatangan Tavares mulai muncul setelah ia dikabarkan telah menjalin komunikasi dua kali lewat pertemuan virtual dengan manajemen Persebaya Surabaya. Bahkan, beberapa komentar dari suporter menyebut bahwa Tavares sudah menandatangani kontrak selama tiga tahun. Namun, semua spekulasi itu langsung dibantah oleh Azmi Ponti.

Menurut Azmi, saat ini Tavares sedang berada di Portugal untuk merayakan Natal dan akhir tahun bersama keluarga. Ia juga menyampaikan terima kasih atas perhatian suporter kepada Tavares. Dalam pernyataannya, Azmi menegaskan bahwa Tavares masih dalam status tanpa klub dan belum menandatangani kontrak apapun dengan klub mana pun, baik di Indonesia maupun luar negeri.

Dengan kandasnya kabar Tavares, angin segar yang sempat berembus menuju Surabaya mendadak berhenti. Bonek yang sebelumnya yakin akan mendapatkan pelatih baru kini mulai menerima kenyataan bahwa peluang mendatangkan Tavares hampir mustahil terjadi dalam waktu dekat.

Meski demikian, Tavares tetap menjadi salah satu nama paling populer dalam bursa pelatih Persebaya Surabaya. Rekam jejaknya bersama PSM Makassar mencatat 129 pertandingan dengan hasil 55 kemenangan, 44 imbang, dan 30 kekalahan. Prestasinya juga mengilap di level domestik dan Asia, termasuk membawa PSM Makassar menjadi juara Liga Indonesia 2022/2023 dan menembus final AFC Cup Zona ASEAN 2022/2023 serta semifinal ASEAN Cup 2024/2025.

Ketika peluang mendatangkan Tavares buyar, sorotan publik kini beralih ke empat nama lain yang terus digaungkan Bonek. Nama-nama itu adalah Aji Santoso, Thomas Doll, Timur Kapadze, dan Jesus Casas.

Aji Santoso disebut-sebut sebagai pilihan sentimental karena pernah menangani Persebaya Surabaya dan mendapat tempat khusus di hati suporter. Beberapa komentar Bonek menggambarkan harapan itu, seperti “welcome back Aji Santoso” dan “Rindu coach Aji Santoso.”

Thomas Doll ikut masuk daftar berkat reputasinya sebagai pelatih berpengalaman dengan pendekatan taktik modern. Suporter juga sempat menandai akun pelatih itu dengan tulisan, “@thomas_dolll_ @thomas_dollofficial.”

Dua nama lain, Timur Kapadze dan Jesus Casas, ikut terangkat karena disebut tengah dikaitkan dengan Timnas Indonesia. Sejumlah Bonek menulis komentar seperti, “timur kapadze / jesus casas in,” menunjukkan keduanya dianggap sebagai kandidat yang layak untuk dipertimbangkan.

Dengan hilangnya nama Tavares dari bursa, empat pelatih ini kini menjadi harapan baru bagi suporter. Bonek menginginkan pelatih yang mampu mengembalikan Persebaya Surabaya ke papan atas dan memberi identitas permainan yang kuat di Liga Indonesia 2025/2026.

Hingga sekarang, manajemen Persebaya Surabaya belum memberikan pernyataan resmi terkait pencarian pelatih baru. Situasi ini membuat rumor terus bergerak liar dan memancing spekulasi setiap kali muncul unggahan dari akun fansbase.

Beberapa Bonek bahkan meminta kejelasan dari klub agar persiapan tim tidak molor. Ada pula komentar seperti “wes oleh ngomong welcome ta @bernardotavares80” yang menunjukkan kekesalan sekaligus rasa penasaran terhadap keputusan manajemen.

Di tengah dinamika itu, pemilihan pelatih baru akan sangat menentukan arah perjalanan Green Force pada musim mendatang. Sosok yang terpilih nantinya diharapkan mampu membawa ketenangan, stabilitas, dan atmosfer positif di ruang ganti.

Meski kabar Tavares kandas, atmosfer pencarian pelatih tetap panas dan penuh ekspektasi. Suporter menunggu keputusan resmi klub sambil berharap pelatih terbaik yang tersisa bisa segera merapat ke Surabaya.

Empat nama itu kini menjadi pusat perhatian dan masing-masing membawa gaya berbeda yang dapat mengubah wajah Persebaya Surabaya. Publik yakin keputusan akhir manajemen akan sangat menentukan perjalanan Green Force dalam menyongsong Liga Indonesia 2025/2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *